Angkutan Bus Masyair Selama Puncak Haji Terbagi Empat Rute

Oleh Nurmayanti pada 08 Agu 2019, 10:24 WIB
Jemaah Indonesia akan kembali mendapatkan layanan bus shalawat pada musim haji 1440H/2019M. Dok Kemenag

Liputan6.com, Makkah - Jemaah haji segera melaksanakan rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci. Pengaturan transportasi mulai berlaku pada momen ini.

Nantinya, angkutan bus selama puncak musim haji (masyair) terbagi dalam empat rute perjalanan (trip). Pembagian sesuai dengan maktab penempatan jemaah haji.

Ini diungkapkan Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid.

“Trip pertama Makkah-Arafah. Untuk setiap maktab diberikan jatah kendaraan 21 unit bus, jadi kalau rata-rata 3.000 per maktab, maka dalam tiga putaran jemaah akan selesai diberangkatkan ke Arafah,” katanya.

Untuk trip kedua, yakni Arafah-Muzdalifah yang jaraknya tidak lebih dari 8 km atau lebih pendek ketimbang dari Makkah ke Arafah yang mencapai lebih dari 21 km.

Demi menjamin kelancaran lalu lintas kendaraan, pemerintah Arab Saudi mengurangi jatah kendaraan bagi jemaah. Dari awalnya 21 bus per maktab hanya menjadi 6 atau 7 bus per maktab.

“Artinya kalau satu bus bisa menampung 70 baik yang city bus yang ada ruang untuk berdiri maka kalau 3.000 orang dengan 6 bus itu dalam 7-8 kali putaran akan selesai,” dia menambahkan.

Pada tahun lalu, kata Subhan, pengangkutan dimulai dari waktu terbenamnya matahari di saat itulah diberangkatkan bus dari Arafah hingga pukul 01.30 dini hari.

PPIH dipastikan akan terus melakukan sosialisasi, baik melalui para petugas kloter maupun petugas di Arafah. 

Jemaah haji diyakini sudah memahami hal ini. Sebab, maktab dan petugas kloter sudah melakukan pembicaraan perihal penjadwalan pemberangkatan dari Arafah ke Muzdalifah dan rute-rute yang lain.

Bagi jemaah yang akan berangkat pada trip akhir disarankan sebaiknya menikmati malam di Arafah saja.

“Supaya tidak terlalu lama menunggu berdiri di pinggir jalan karena seluruh jemaah itu kita pastikan akan semuanya terangkut ke tujuannya masing-masing,” ujar dia.

 

 

2 of 2

Trip Lainnya

Adapun untuk trip ketiga, yakni Muzdalifah-Mina, punya jumlah bus hanya 5 unit per maktab. Ini mempertimbangkan jarak yang lebih pendek atau sekitar 6,9 km.

Pengangkutan jemaah rencananya dimulai pukul 23.30 malam dan ditargetkan selesai angkutan tidak lebih dari pukul 08.00 pagi.

“Pemerintah Saudi memberikan tenggat paling akhir pukul 09.00. Karena di tengah terik ini pukul 09.00 sudah luar biasa panasnya,” katanya.

Trip keempat yakni dari Mina-Makkah dengan jumlah bus sama seperti trip pertama sebanyak 21 bus per maktab. Jemaah akan diberangkatkan dalam dua trip.

“Trip pertama tanggal 12 Dzuhijah bagi jemaah yang akan mengambil nafar awal. Kemudian jemaah yang mengambil nafar tsani tanggal 13 Dzulhijah,” pungkas dia.

Tonton Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓