Menag Instruksikan Petugas Haji dan Kanwil Gelar Salat Gaib untuk Mbah Maimun Zubair

Oleh Nurmayanti pada 06 Agu 2019, 17:27 WIB
Diperbarui 07 Agu 2019, 02:17 WIB
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.Bahauddin/MCH

Liputan6.com, Jeddah - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menginstruksikan seluruh petugas haji di tiap sektor dan Kanwil Kemenag Provinsi se Indonesia untuk menggelar salat gaib.

Instruksi sehubungan wafatnya KH Maimoen Zubair di Makkah. "Saya minta seluruh petugas haji untuk menggelar salat gaib, serta yasin dan tahlil setelah salat dzuhur," jelas Menag di Makkah, Selasa (6/8/2019).

Hal ini juga berlaku untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kanwil Kemenag. Meraka diminta menggelar salat gaib, serta yasin dan tahlil setelah magrib.

Saat ini jenazah almarhum berada di Masjidil Haram untuk disalatkan setelah Zuhur. Selanjutnya, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Ma'la, Makkah.

Menag mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah. 

KH Makmoen Zubair atau Mbah Moen (90) dimakamkan di pemakaman Ma'la, usai disalatkan di Masjidil Haram, Makkah. 

Menag mengatakan, Mbah Moen sebelumnya tidak mengeluh sakit apapun. Bahkan sampai tadi malam masih berdialog terus dengan keluarganya.

Hal itu Menag sampaikan di Kantor Urusan Haji Daker Mekah, seusai salat jenazah Mbah Moen.

"Subhanallah, beliau cepat sekali berpulang dan dengan cara yang sangat baik, sama sekali tidak ada yang direpotkan oleh kepulangan beliau," jelas dia.

Menurut salah seorang pelayat, KH Makmoen Zubair datang ke Mekah bersama isterinya Heni Maryam (80), dan ajudannya. Mbah Moen tiba di Makkah pada Senin (29/7) tergabung bersama haji khusus.

Menurut Dokter Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Edi Supriyatna, Mbah Moen meninggal sekitar pukul 04.17 waktu Arab Saudi di RS Al Noor Mekah. RS Al Noor mengeluarkan tabliq wafat, dan dari KKHI mengeluarkan CoD (Certificate of Death).

Tonton Video Ini: