Makkah Route, Inovasi Arab Saudi Untuk Jemaah Haji Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 01 Agu 2019, 10:04 WIB
Masjidil Haram dipadati jutaan jemaah

Liputan6.com, Jakarta - Pada tahun ini, Indonesia mendapatkan penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu. Rinciannya adalah haji reguler sebanyak 214 ribu dan haji khusus 17 ribu.

Namun, penambahan kuota ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga negara sahabat lainnya. Walaupun, jumlahnya tidak sebanyak yang didapatkan Indonesia.

Dilansir dari keterangan tertulis Kementerian Agama melalui laman www.kemenag.go.id, Kamis (1/8/2019), penambahan kuota haji tersebut merupakan komitmen Arah Saudi untuk meningkatkan layanan bagi negara sahabat seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, dan Tunisia.

Lima negara tersebut juga mendapatkan fasilitas inovasi layanan jemaah Arab Saudi yang disebut Makkah Route.

"Indonesia menjadi penikmat pertama tahun lalu. Dan sekarang ada lima negara, selain Indonesia yaitu Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Tunisia. Lima negara yang mendapat privilege atau keistimewaan khusus dari Saudi," ujar Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Dia menjelaskan, Makkah Route merupakan program yang diluncurkan oleh Pemerintah Arab Saudi dalam rangka memberikan kemudahan kepada jemaah calon haji.

"Program Makkah Route meliputi layanan penerbitan visa, penyelesaian bea cukai, dan prosedur paspor, memastikan kepatuhan dengan persyaratan kesehatan, serta menyortir bagasi sesuai dengan transportasi, dan pengaturan akomodasi selama di Arab Saudi," papar Agus.

Agus menyebut, kebijakan tersebut bukan hanya mempermudah jemaah calon haji untuk melakukan proses kedatangan ke Arab Saudi, tapi juga mempermudah jemaah untuk langsung menuju penginapan setibanya di Arab Saudi tanpa menunggu waktu.

"Saudi begitu serius membuat semacam terobosan dan inovasi baru. Salah satunya adalah inovasi Thoriq Makkah atau Makkah Road," kata Agus.

 

2 of 3

Jemaah Haji Indonesia Dijadikan Role Model

Jemaah haji Indonesia tiba di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz. Darmawan/MCH
Jemaah haji Indonesia tiba di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz. Darmawan/MCH

Untuk mendukung program tersebut, Arab Saudi mulai melaksanakan proyek inovasi yang meliputi layanan moda transpotasi berbasis IT, Smart City terintegrasi dengan IT, fasilitas rumah sakit mewah untuk jemaah haji, perencanaan komprehensif untuk jemaah haji, dan pelayanan dengan level tertinggi.

Selain itu, Agus juga mengungkapkan, guna mengatasi keterbasan lahan di Mina karena jumlah jemaah haji yang terus meningkat tiap tahunnya, Arab Saudi akan menjadikan wilayah tersebut menjadi kawasan bertingkat dengan bangunan permanen.

Disamping itu, Arab Saudi juga akan membuat track tawaf dan sai dengan eskalator, sehingga memudahkan jemaah haji.

"Teknisnya gimana, saya tak bisa bayangkan karena ini sedang digodok oleh tim yang ada di Arab Saudi," terang Agus.

Agus juga mengatakan, jemaah haji Indonesa kerap dijadikan role model layanan oleh petinggi Arab Saudi. Jemaah haji Indonesa juga beberapa kali menjadi penerima pertama layanan haji pemerintah Arab Saudi, seperti fast track dan biometrik.

"Karena Saudi sudah memberikan label bahwa jemaah Indonesia itu paling disiplin dan sopan," ucap dia.

Menurut Agus, Arab Saudi mengetahui persis kebutuhan jemaah haji Indonesia, sehingga kerap menjadikan Indonesia sebagai role model dalam berbagai inovasi layanan haji.

"Sekarang ini masa-masa indah keemasan hubungan diplomasi Arab Saudi dengan Indonesia. Kita harus pandai isi konten hubungan bilateral di masa keemasan yang penuh rasa perkawanan dan cinta antara dua bangsa," pungkas Agus. 

 

(Nabila Bilqis)

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓