Tiba di Makkah, Jemaah Kloter Awal Mulai Fase Kedua Ibadah Haji di Tanah Suci

Oleh Nurmayanti pada 15 Jul 2019, 12:29 WIB
Setidaknya jemaah akan tinggal di Makkah selama 30 hari untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji. Foto: Bahauddin/MCH

Liputan6.com, Madinah - Kloter pertama jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dari Madinah, pada Minggu (14/7/2019) malam. Jemaah haji tersebut berasal dari Embarkasi Surabaya, yang tiba pertama di Madinah pada Sabtu (6/7/2019).

"Kloter pertama yang bergerak dari Madinah ke Mekkah, kloter SUB 1 sejumlah 450 dan semuanya berjalan secara lancar, sukses," jelas Konsul Jenderal RI di Jeddah, Hery Saripudin, seperti dikutip Senin (15/7/2019).

Dia menuturkan, di Makkah, jemaah kloter pertama memulai fase kedua dalam perjalanan ibadah hajinya. Sebelumnya, jemaah menjalani fase pertama di Madinah, dengan melaksanakan Arba'in atau salat empat puluh waktu di Masjid Nabawi.

"Paling tidak lebih dari 30 hari lagi mereka akan di sini (Makkah), sebelum memasuki fase ketiga fase terakhir yaitu pelaksanaan prosesi ibadah haji itu sendiri. Mudah-mudahan semuanya lancar," dia menandaskan.

Dia menuturkan jika kedatangan jemaah ini merupakan koordinasi dari semua pihak. Mulai dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), muasasah dan lainnya.

Pemberangkatan jemaah haji terus dipantau. Sejak dari meninggalkan Madinah  hingga sampai dengan selamat di Makkah.

"Kita pantau keberangkatan para jemaah sejak di Madinah dan kita lihat juga kerja sama antara semua tim PPIH dengan muasassah itu sangat erat," dia menambahkan.

Jemaah pun diminta menjaga kesehatan dengan baik. Setidaknya jemaah akan tinggal di Makkah selama 30 hari untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.

Sebanyak 173 hotel dipersiapkan untuk menjadi lokasi tempat tinggal jemaah haji Indonesia yang akan menjalankan puncak rangkaian ibadah haji di Kota Makkah. 173 hotel tersebut tersebar di 11 sektor.

2 of 2

54.863 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Madinah

Jemaah Haji Indonesia Miqat di Bir Ali. Denny/MCH
Jemaah Haji Indonesia Miqat di Bir Ali. Denny/MCH

Jemaah haji Indonesia di Madinah sudah mencapai 54.863 orang. Mereka berasal dari 135 kloter, dari seluruh embarkasi di Indonesia. Dengan jumlah petugas sebanyak 675 orang.

Jemaah yang datang antara lain berasal dari embarkasi Jakarta (JKS dan JKG), Surabaya (SUB), Palembang (PLM), Lombok (LOM), Ujung Pandang (UPG), Batam (BTH), Medan (MES), Padang (PDG) dan Solo (SOC).

Demikian menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, Senin (15/7/2019) pukul 07.08 Waktu Arab Saudi (WAS).

Pada hari ini, terjadwal sebanyak 7.372 jamaah yang akan tiba berasal dari 18 kloter. Dengan rincian, MES 3, SUB 21-24, SOC 25 dan 26, PDG 10, BDJ 4, JKS 27-30, JKG 12 dan 13.

Sebelumnya, 3 kloter diberangkatkan menuju Makkah dari Madinah. Jumlah jemaah yang berangkat ke Makkah terus bertambah sesuai dengan jadwal ketibaan di Madinah.

Seperti pada hari ini, akan ada 4 kloter yang digeser ke Madinah. Dengan total jumlah jemaah 1.679 orang. Antara lain SUB 2 (440 jamaah), LOP 1 (447 jamaah), PDG 1 (387 jamaah) dan JKS 1 (405 jamaah).

Tercatat, 4 jemaah telah menghembuskan nafas terakhirnya di Tanah Suci. Jemaah tersebut bernama, Sumiyatun bin Sawi, Khairil Abbas bin Salim, Mudjahid Damanhuri Mangun dan Artapiah Armin Musahab.

Pada tahun ini, Indonesia kebagian kuota haji sebesar 221 ribu, terdiri atas 204 ribu jemaah haji reguler dan 17 ribu jemaah haji khusus. Kemudian ada tambahan kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi sebesar 10 ribu jemaah.

Indonesia merupakan negara terbanyak mengirimkan jemaah haji ke Tanah Suci setiap tahunnya dibandingkan dengan negara lain.

Tonton Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓