Tim Pendahulu Petugas Haji 2019 Berangkat ke Arab Saudi

Oleh Nurmayanti pada 02 Jul 2019, 02:00 WIB
Kementerian Agama resmi memberangkatkan tim advance petugas haji Indonesia, pada Senin (1/7/2019). Dok Kemenag

Liputan6.com, Jakarta Pelaksanaan ibadah haji 1440H/2019M segera berlangsung. Rencananya, jemaah haji kloter pertama akan diberangkatkan dari sejumlah embarkasi mulai 6 Juli 2019. Terkait ini, Kementerian Agama resmi memberangkatkan tim advance petugas haji Indonesia, pada Senin (1/7/2019).

Tim advance dilepas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar. Hadir juga, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri dan Direktur Pengelolaan Dana Haji. "Hari ini kita telah melepas 20 petugas advance ke Arab Saudi," tegas Direktur Bina Haji Khoirizi Dasir di Jakarta.

Sebanyak 20 petugas yang berangkat lebih awal ini terdiri dari para Kepala Daerah Kerja (Daker) bersama sekretaris daker di tiga wilayah, Makkah, Madinah, dan Bandara.

Selain itu, ikut berangkat juga para Kepala Bidang Layanan, baik Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, dan kesehatan. Sejumlah pelaksana dan penghubung layanan juga ikut berangkat.

"Mereka akan mempersiapkan tahap awal sebelum kedatangan petugas haji Indonesia," tutur Khoirizi.

Petugas Haji Indonesia Daker Madinah dan Bandara dijadwalkan terbang pada 4 Juli 2019. Untuk petugas Daker Makkah akan terbang pada 9 Juli 2019.

"Selamat bertugas memberikan layanan terbaik agar jemaah bisa beribadah dengan baik dan menggapai haji mabrur," pesan Khoirizi.

2 of 2

Persiapan Angkutan Haji 2019, Kemenhub Inspeksi Keselamatan di 12 Bandara

Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Ilustrasi Pesawat Terbang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Penyelenggaraan Angkutan Udara Haji 1440 H 2019 semakin dekat. Rencana perjalanan haji tahun ini akan dibagi dalam dua fase, yakni waktu keberangkatan yang berlangsung pada 7 Juli 2019-5 Agustus 2019, dan fase pemulangan pada 17 Agustus 2019-16 September 2019.

Guna memastikan kesiapan dan kelaikan armada angkutan Haji, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara akan menggelar inspeksi keselamatan atau ramp check.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti menyatakan, kesiapan armada dan kelaikan seluruh fasilitas sarana dan prasarana angkutan haji menjadi tanggung jawab yang dilaksanakan oleh Ditjen Hubud setiap tahunnya.

"Untuk angkutan haji tahun 1440 H/2019, kami akan laksanakan ramp check di 12 Bandar Udara Embarkasi Haji. Kegiatan akan dilakasanakan pada fase keberangkatan dan pemulangan," jelas Polana, Minggu (30/6/2019).

Adapun sebanyak 12 bandar udara yang menjadi embarkasi haji dan lokasi ramp check antara lain Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Bandara Hang Nadim (Batam), Bandar Udara Adisumarmo (Solo), Bandara Sepingan (Balikpapan), serta Bandara Kualanamu (Medan).

Lalu, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Internasional Juanda (Surabaya), Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Lombok), Bandar Udara Syamsuddin Noor (Banjarmasin), Bandara Internasuonal Sultan Hasanuddin (Makasar), Bandara Internasional Minangkabau (Padang), dan Bandara Soekarno Hatta (Jakarta).

Armada yang akan digunakan untuk angkutan haji dilayani oleh 2 Maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Garuda Indonesia menyediakan sebanyak 14 pesawat, terdiri dari 8 pesawat milik Garuda jenis B777-300ER dan A330-300 serta 6 pesawat carter terdiri dari 3 unit B747-400 (WAMOS AIR), 2 unit A330-200 (WAMOS AIR) dan 1 unit A330-200 (HiFly).

 

Lanjutkan Membaca ↓