Jemaah Haji Kloter 13 Sulut Kembali ke Tanah Air dengan Jumlah Lengkap

Oleh Devira PrastiwiLiputan6.com pada 28 Sep 2018, 09:09 WIB
Petugas Haji

Liputan6.com, Jakarta - Jemaah haji kloter 13 asal Sulawesi Utara (Sulut) tiba di Manado pada Rabu, 26 September 2018. Kedatangan mereka disambut seluruh keluarga dan pejabat dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) provinsi.

"Kloter 13 berjumlah 244 orang dan didominasi oleh jemaah asal Bolaang Mongondow Raya dan sebagian Manado, di mana seluruhnya tiba dengan selamat," ujar Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulut Muhamad Atamimi di Manado, seperti dilansir Antara, Jumat (28/9/2018).

Dia mengatakan, jumlah jemaah haji kloter 13 yang berangkat ke Tanah Suci berjumlah 244 dan kembali juga tidak berkurang.

Sebelum tiba di Manado, menurut Atamimi, jemaah sudah diterima oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulut Abdul Rasyid serta sejumlah pejabat di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Jemaah tiba di Balikpapan pada 24 September dan menunggu selama sehari sebelum meneruskan perjalanan ke Manado, dan diterima pejabat Kemenag kabupaten dan kota serta dari provinsi," ucapnya.

Menurut Atamimi, di kloter 13 ini tidak ada satupun jemaah haji yang berkurang, semuanya kembali ke Tanah Air dengan selamat setelah mengikuti tahapan ibadah di Tanah Suci.

"Dengan tibanya rombongan haji kloter 13, maka semuanya sudah kembali ke Tanah Air dan berjumpa dengan keluarga," jelas Atamimi.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 of 2

Ada Jemaah yang Berkurang

Jemaah Haji Indonesia
Sebanyak 92 persen jemaah puas setelah disuvei Indeks Kepuasan Haji Indonesia. (www.kemenag.go.id)

Sebelumnya, menurut Atamimi, kloter 12 sudah tiba pada 23 September 2018 dan sampai di Manado pada 24 September. Jumlah mereka, kata dia, lebih banyak namun berkurang dua orang.

"Sebab dua orang anggota kloter 12 meninggal dunia di Tanah Suci, namun sudah haji karena telah menyelesaikan semua tanapan ibadah di Tanah Suci, jadi sudah haji namun tak bisa lagi kembali ke Tanah Air," jelas Atamimi.

Lanjutkan Membaca ↓