Gelar Rapat Evaluasi Haji, Menag Lukman Sampaikan Apresiasi Presiden Jokowi

Oleh Devira PrastiwiLiputan6.com pada 26 Sep 2018, 11:55 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar rapat evaluasi operasional haji 2018. Evaluasi digelar di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah pada Senin, 24 September 2018.

Dalam kesempatan itu, Lukman mengapresiasi kinerja Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada musim haji 1439H/2018M.

Menurutnya, secara umum penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik dan mendapat pujian dari Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.

"Itu telah diakui publik juga oleh kalangan media massa. Bahkan Presiden Jokowi telah memberikan apresiasi atas suksesnya haji tahun ini," ujar Lukman, seperti dikutip dari www.kemenag.go.id, Rabu (26/9/2018).

Meski begitu, Lukman mengingatkan sejumlah inovasi yang harus dilakukan pada musim haji mendatang. Pada 2019 mendatang, kata dia, setidaknya ada delapan inovasi yang akan dilakukan dan empat di antaranya relatif baru.

"Pertama, fast track untuk proses imigrasi jemaah. Inovasi ini akan berimplikasi positif terhadap layanan jemaah karena tidak perlu antri lama setibanya di Arab Saudi. Sejak di Tanah Air, perlu dipersiapkan dengan cermat, akurat dan teliti dan perhitungan yang sangat matang," papar Lukman.

Lalu kedua, lanjut dia, adalah pemondokan atau hotel untuk jemaah haji akan disewa full musim. Menurutnya, pada 2018 ini, sejumlah hotel di Madinah sudah disewa full musim.

Lukman meminta, tahun depan seluruh pemondokan jemaah di Madinah sudah full musim. Hal itu, dinilainya akan memudahkan proses penempatan jemaah selama berada di Kota Nabi.

"Lalu, pemberian nomor pada tenda Arafah dan Mina. Ini dimaksudkan agar setiap kloter sudah mengetahui maktab dan tendanya. Dengan demikian, jemaah tidak perlu berebut tenda sesampainya di Arafah dan Mina," ucapnya.

"Kita yang harus mengatur, bukan muassasah. Pada saat yang sama, kita bisa mengontrol muassasah dalam menyediakan tenda," lanjut dia.

Dan yang keempat, sambung Lukman, adalah revitalisasi satuan tugas atau satgas. Ke depan, menurutnya, jumlah dan kulifikasi harus benar-benar dihitung agar sesuai kebutuhan lapangan.

"Catatan dalam evaluasi ini agar bisa dimatangkan sebagai bahan dalam melakukan evaluasi nasional," tandas Lukman.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 of 3

Laporan dari Ketua PPIH

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyayangkan ada aroma politik jemaah haji di Tanah Suci. (www.kemenag.go.id)

Rapat ini diikuti oleh Ketua PPIH Arab Saudi, para Kepala Daerah Kerja (Kadaker), serta sejumlah Kepala Bidang layanan haji mulai dari transportasi, katering, akomodasi, dan perlindungan jemaah.

Tampak hadir juga, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis. Rapat diawali dengan laporan Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Dumyathi Basori terkait progres pelaksanaan haji.

Dumyathi memaparkan, sampai 24 September 2018, total sudah 191.093 jemaah haji yang sudah kembali ke Tanah Air.

Menurutnya, mereka terbagi dalam 475 kloter, 257 kloter terbang dengan Garuda Indonesia dan 218 kloter terbang dengan Saudia Airlines.

"Total ada 358 jemaah wafat, 59 masih dirawat. Sampai hari ini, masih ada 36 kloter dengan 11.836 jemaah di Madinah," kata Dumyathi.

 

3 of 3

Layanan Tranportasi

Bus Salawat
Layanan bus salawat jemaah haji Indonesia segera berakhir. (Dream/Maulana Kautsar)

Terkait layanan transportasi, Dumyathi menjelaskan, PPIH telah mengoperasikan 370 bus sawalat selama gelaran haji. Adapun untuk layanan Makkah–Arafah sebanyak 1.470 bus, Arafah–Muzdalifah sebanyak 490 bus, Muzdalifah–Mina 350 bus, dan Mina–Makkah sebanyak 1.470 bus.

"Layanan transportasi lainnya adalah rute Madinah menuju Makkah untuk gelombang pertama dan Makkah menuju Madinah untuk gelombang kedua. Total lebih dari 4600 armada yang digunakan untuk layanan ini," terangnya.

Jumlah yang tidak kalah banyak, lanjut Dumyathi, adalah layanan transportasi Makkah ke Bandara Jeddah dan sebaliknya. Total lebih dari 4.700 armada yang digunakan. "Adapun untuk layanan Madinah–Bandara (PP) mencapai 4.500 armada," tutur dia.

Terkait katering, menurut Dumyathi, total ada 14.274.042 boks yang didistribusikan kepada jemaah selama di Makkah. Selain itu, kata dia, 3.606.202 boks yang dibagikan ke jemaah selama di Madinah.

"Total ada 2.869.027 boks katering yang diberikan kepada jemaah selama fase Armina. Adapun untuk layanan katering di bandara, total mencapai 205.495 boks," jelas Dumyathi.

Lanjutkan Membaca ↓