Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Dapat Klaim Asuransi Rp 18,5 Juta

Oleh Devira PrastiwiLiputan6.com pada 31 Agu 2018, 16:44 WIB
Diperbarui 02 Sep 2018, 16:13 WIB
Jemaah Calon Haji Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Jemaah haji yang wafat saat berada di Tanah Suci mendapat klaim asuransi sebesar Rp 18,5 juta, sementara yang disebabkan kecelakaan mendapat Rp 37 juta.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama, Ahda Barori.

Menurutnya, klaim asuransi jemaah haji tersebut digaransi cair dalam lima hari kerja. Dia mengatakan, ahli waris yang keluarganya wafat saat melaksanakan ibadah haji tahun ini juga tidak perlu repot-repot mengurus klaim asuransi jiwa. Pasalnya, kata Ahda, Ditjen PHU yang akan mengurus klaim ke pihak asuransi.

"Mekanisme pencairannya yang mengklaim bukan ahli waris tapi Ditjen PHU," ujar Ahda, dikutip dari laman www.kemenag.go.id, Jumat (31/8/2018).

Menurut Ahda, proses klaim saat ini sudah berjalan tanpa menunggu penyelenggaraan haji selesai.

"Sekarang sudah berjalan dan sudah banyak yang ditransfer," kata dia.

Pengiriman dananya, kata Ahda, bisa ke rekening jemaah haji yang wafat, tapi rekeningnya masih aktif. Jika tidak, lanjutnya, ke rekening ahli waris telah disepakati pihak keluarga. "Proses klaimnya maksimal lima hari kerja," ucap Ahda.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: 

2 of 2

Premi Diambil dari Optimalisasi Dana Haji

Jemaah Haji
Tim Gizi juga membantu menyuapi jemaah haji yang sakit dan tidak mampu makan sendiri. (Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI)

Ahda menambahkan, premi asuransi jiwa jemaah pada tahun ini sebesar Rp 49 ribu. Pembayaran premi asuransi jiwa jemaah haji diambil dari uang optimalisasi dana haji.

"Sejak 2016, proses klaim asuransi tidak lagi dilakukan oleh ahli waris jemaah, melainkan langsung oleh pihak Kemenag sebagai bentuk kemudahan pelayanan," jelas Ahda.

Sementara hingga hari keempat fase kepulangan ke Tanah Air, Kamis 30 Agustus 2018 malam waktu Arab Saudi, jumlah jemaah wafat kini mencapai 210 orang. Rinciannya ialah 141 jemaah wafat di Makkah, 28 di Madinah, 8 di Arafah, 6 di Muzdalifah, 24 di Mina dan sisanya atau 3 jemaah wafat di Daerah Kerja Bandara.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by