Jemaah Haji Dapat Kamar Suite di Madinah Bikin Kaget Menag Lukman

Oleh Devira PrastiwiLiputan6.com pada 28 Agu 2018, 18:10 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian jemaah haji Indonesia mendapatkan hotel berbintang lima dengan kamar tipe suite di Madinah. Tipe ini merupakan tipe kamar yang mewah. Hal tersebut membuat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkejut.

Lukman yang didampingi Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis dan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah M Khanif sempat meninjau beberapa hotel yang akan di tempatkan jemaah haji Indonesia.

"Iya saya sungguh sangat terkejut, saya tidak menyangka bahwa jamaah kita juga bisa mendiami kamar-kamar suite yang ada di hotel berbintang 5 di sini. Tentu itu sesuatu yang di luar dugaan," ujar Lukman saat menyambangi Hotel Millenium dan Hotel Shaza di Madinah, seperti dikutip dari laman www.haji.kemenag.go.id, Selasa (28/8/2018).

Lukman pun khawatir, lantaran setelah jemaah mendapatkan kamar tersebut, nantinya akan betah di dalam kamar dan tidak mau beribadah ke masjid.

Meski begitu, dia bersyukur, sebagian jemaah ada yang mendapatkan fasilitas seperti ini walaupun tidak semua mendapatkannya.

"Tapi mudah-mudahan itu menjadi hal yang patut disukuri, meskipun tidak bisa dirasakan oleh seluruh jemaah kita," kata dia.

Ia juga mengapresiasi pihak manajemen hotel karena telah melebihi dari standar yang telah ditetapkan, segala kebutuhan, mulai dari pergantian sprei bantal bisa diganti sesuai dengan kebutuhan dan keinginan jemaah haji.

Serta di dalam kamar juga sudah tersedia coffee maker dengan semua keperluannya.

"Jika memang bisa memberikan kualitas seperti ini terus, kita akan kontrak semusim tahun depan" tutur Lukman.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: 

2 of 2

Tahun Depan Full Musim

Jemaah Haji Indonesia
Jemaah haji Indonesia diturunkan dari bus begitu saja. (www.kemenag.go.id)

Lukman berharap, tahun depan seluruh hotel yang disewa akan menggunakan sistem full musim. Tahun ini, kata dia, sistem hotel yang disewa di Madinah menggunakan kombinasi sistem blocking time dan full musim.

Sistem sewa blocking time merupakan sistem penyewaan untuk hari-hari tertentu saja, sesuai dengan tanggal-tanggal kedatangan jemaah. Tentu ini diperlukan keakuratan dengan tanggal-tanggal kedatangan jemaah.

"Ini juga berpotensi menimbulkan persoalan-persoalan, karena hotel dengan seperti itu yang kita sewa blocking time, juga diisi oleh jemaah lain," terangnya.

Sedangkan sistem sewa full musim adalah sistem penyewaan hotel selama musim haji, sehingga saat musim haji pengaturan penempatan hotel jemaah dapat diatur sendiri sesuai dengan kedatangan kloter-kloter.

"Jadi kita ingin seluruh hotel yang kita sewa dengan sistem full musim seperti di Makkah sehingga seluruh musim haji kita sendiri yang ngatur, sehingga kita bisa leluasa mengatur sesuai kedatangan kloter-kloter kita," pungkas Lukman.

Lanjutkan Membaca ↓