Muslim Inggris, Terbanyak di Eropa

Oleh Liputan6 pada 06 Mar 2001, 06:52 WIB
Diperbarui 06 Mar 2001, 06:52 WIB
060301aLNIslam.jpg
Perbesar
Liputan6.com, Manchester: Perkembangan Islam di Inggris tercatat sebagai perkembangan terpesat dibanding di negara-negara Eropa lain. London Television Service mencatat, jumlah pemeluk agama Islam di negara itu berkembang pesat sejak paruh terakhir abad ke-20. Hal itu disebabkan faktor imigrasi serta pindah agama. Alhasil, dari miliunan umat muslim dunia, sekitar dua juta orang berada di Inggris saat ini. Hal itulah yang menyebabkan Pemerintah Inggris mendirikan Kantor Konsulat Inggris di Mekah sejak tahun 2000 silam. Demikian diutarakan Ketua Asosiasi Haji Inggris Lord Ahmad, di Manchester, Inggris, baru-baru ini.

Menurut Lord Ahmad, pendirian fasilitas konsulat tersebut tidak hanya mencerminkan hubungan bilateral harmonis antara Arab Saudi dengan Inggris, melainkan juga sangat bermanfaat sebagai jalur komunikasi jemaah Inggris dengan negaranya. Soalnya, ratusan umat muslim Inggris menunaikan ibadah haji setiap tahun. Namun, kendati masih bersifat temporer, baru tahun 2000 silam jemaah Inggris berkesempatan memanfaatkan fasilitas Kedutaan Besar Inggris di Tanah Suci.

Inggris adalah salah satu negara di Eropa dengan komunitas muslim terbesar. Rumah ibadah muslim tersebar hampir di setiap kota. Salah satu mesjid tertua Inggris adalah Mesjid Shah Jehan di Woking, Surrey yang berdiri sejak tahun 1889. Uniknya, sebagian besar bangunan mesjid di Inggris tidak dibangun khusus sebagai mesjid, melainkan memanfaatkan bangunan lama yang direnovasi dan didekor-ulang. Mesjid di kawasan Brick Lane, London, sebelumnya adalah Gereja Katolik yang diperuntukkan bagi pendatang asal Prancis.

Selain rumah ibadah, pesantren dan sekolah Islam juga berkembang pesat. Sekolah menengah muslimah di Manchester didirikan satu dasawarsa silam. Sistem belajar-mengajarnya mengikuti kurikulum Menteri Pendidikan Inggris. Namun, semua dilakukan dengan nafas Islami. Selain pendidikan pengajian Alquran dan pelajaran bahasa Arab, sekolah ini juga memberikan pendidikan etika Islam. Kantin sekolah hanya menyediakan makanan halal. Para siswi diwajibkan mengenakan hijab di area sekolah. Staf pengajar berasal dari berbagai latar belakang etnis. Sebagian bahkan adalah warganegara Inggris atau Skotlandia yang memeluk agama Islam.(HFS/Rya)