Sambangi WNI Korban Perkosaan Polisi Malaysia, KBRI: Mereka Pergi

Oleh Tan pada 14 Des 2013, 19:17 WIB
Diperbarui 14 Des 2013, 19:17 WIB
perkosa-130421b.jpg
Perbesar
Setelah mengontak nomor kontak warga negara Indonesia (WNI) korban perkosaan polisi Malaysia yang didapat dari polisi penyelidik Kajang, Tim Satgas KBRI Kuala Lumpur berinisiatif untuk menyambangi kediamannya. Meski WNI itu beserta suaminya merasa keberatan.

Namun, keduanya tak ada di tempat saat Tim Satgas KBRI Kuala Lumpur tiba di kediaman mereka.

"Korban dan suaminya sudah pergi sejak semalam (Jumat malam)," demikian disampaikan pihak KBRI Kuala Lumpur dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Sabtu (14/12/2013), dari informasi penghuni lain yang tinggal di kediaman itu.

Belum diketahui kabar selanjutnya tentang WNI itu dan suaminya. Kendati demikian, pihak KBRI Kuala Lumpur akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, khususnya IPD (Markas Polisi) Kajang yang menangani kasus perkosaan WNI itu.

"Untuk memonitor perkembangan penanganan kasus perkosaan WNI, serta memastikan proses hukum terus berlangsung sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sebelum disambangi, Tim Satgas KBRI Kuala Lumpur telah melakukan kontak terlebih dahulu dengan suami WNI korban perkosaan itu. Respons baik pun didapati oleh Tim Satgas tersebut.

"Saya dan isteri dalam keadaan baik," ucap suami WNI korban perkosaan seperti dimuat dalam pernyataan tertulis KBRI Kuala Lumpur.

Namun mereka menyatakan belum bersedia untuk bertemu langsung dengan Tim Satgas KBRI.

"Korban dan suaminya tak mau bertemu dengan pihak KBRI, karena menganggap pelaku sudah ditahan dan kasusnya sudah ditangani polisi," sambung pernyataan tersebut. (Tnt)

[Baca Juga: Perkosa WNI, KBRI: Polisi Malaysia Diancam Bui 20 Tahun, Cambuk]
[Baca juga: Kronologi Polisi Malaysia Perkosa WNI Versi KBRI]