Topan Haiyan Filipina, Dubes RI: Tak Ada WNI Jadi Korban Tewas

Oleh Muhammad Ali pada 16 Nov 2013, 19:07 WIB
Diperbarui 16 Nov 2013, 19:07 WIB
topan-penghuni-131112b.jpg
Perbesar
Topan Haiyan yang melanda sejumlah wilayah di Filipina pada Jumat 8 November 2013 lalu berdampak sangat dahsyat.  Korban tewas diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Ribuan rumah hancur rata tersapu angin super kencang.

Menurut Duta besar RI untuk Filipina, Yohanes Kristiarto S, tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tewas dalam bencana topan yang juga disebut Yolanda ini. Namun, ada belasan WNI yang terkena dampaknya.

"Tidak ada yang menjadi korban. Tapi ada yang terkena dampak dari badai Yolanda di kota Cebu. Ada 19 orang, mereka pelajar," ucap Yohanes kepada Liputan6,com, di Airport Base Cebu, Filipina, Sabtu (16/11).

Ditambahkan Yohanes, usai menerima kabar bencana topan Haiyan, pihaknya langsung segera memastikan keselamatan WNI yang terkena dampak. Kedutaan sendiri telah mengungsikan para pelajar tersebut.

"Kita telah melakukan kunjungan kepada mereka dan memastikan mereka dalam keadaan baik dan aman," ungkapnya.

Topan 'monster' Haiyan ini telah melalap habis 6 pulau di Filipina. Banyak bangunan dan perumahan yang hancur. Sebagian besar korban tewas terjadi di Pulau Leyte. Bencana ini juga membuat aktivitas warga lumpuh. Listrik mati dan jalur transportasi tak bisa dilalui. (Ali)

[Baca juga: Dampak Dahsyat Topan Haiyan Filipina Seperti Tsunami Aceh]


POPULER

Berita Terkini Selengkapnya