Pria Bakar Diri di Depan Capitol, `Pesan` Untuk Kongres AS?

Oleh Elin Yunita Kristanti pada 05 Okt 2013, 09:34 WIB
Diperbarui 05 Okt 2013, 09:34 WIB
pria-bakar-diri-131005b.jpg
Perbesar
Seorang pria berkulit hitam, entah siapa namanya, melakukan aksi bakar diri (self-immolation) di area National Mall, Washington DC, Jumat sore. Di dekat Gedung Capitol, kantor Kongres AS -- yang masih berseteru soal anggaran hingga memicu shutdown pemerintah AS.

Saksi mata mengatakan, pelaku menyiramkan bensin ke tubuhnya, lalu ia menyulut api sekitar pukul 16.30 waktu setempat. Meski berjarak 6 blok, aksinya bisa terlihat dari Capitol, di mana sejumlah staf Korngres ikut menyaksikannya dari jendela di lantai atas.

Sejumlah orang yang sedang jogging berusaha menolong pria tersebut, dengan melepas kaus mereka untuk memadamkan api. Nyawa pria itu masih bisa diselamatkan, namun, ia menderita luka bakar hingga 80 persen. Kini ia masih kritis.

Pria tersebut masih sempat mengucapkan terimakasih pada para penolong, sebelum ia dilarikan ke MedStar Washington Hospital Center dengan helikopter. Juru bicara pemadam kebakaran, Tim Wilson mengatakan, korban menderita cedera yang bisa mengancam hidupnya. Namun, ia masih sadar dan bernafas di lokasi kejadian. Kini aparat sedang mengusut motif pria tersebut.

Seperti dimuat CNN, Sabtu (5/10/2013),  Hugh Carew, juru bicara Metropolitan Police Department mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut.

Kejadian bakar diri itu sama sekali tak terduga. "Kami tak menangkap tanda-tanda dia akan melakukannya," kata Letnan Pamela Smith dari Kepolisian Pertamanan AS seperti dimuat New York Daily News, 4 Oktober 2013.

Sementara, Tommy Hess yang saat kejadian lontang lantung di taman, karena penutupan pemerintahan AS membuatnya dirumahkan, tak mengira ia bakal menjumlai kejadian seperti itu. "Itu gila," kata dia.

Katy Scheflen, seorang pengacara hak-hak sipil di Departemen Kehakiman, yang juga dirumahkan gara-gara shutdown mengaku melihat seorang pria sedang memasang kamera ke tripod. Awalnya, ia mengira, pria tersebut sedang mengambill gambar sekitarnya.

Scheflen, kaget bukan kepalang saat ia melihat pria tersebut tiba-tiba mengambil jerigen merah berisi cairan diduga bensin, dan menyiramkan ke kepalanya. "Saat itu kami tak tahu apa yang sedang terjadi, mungkin itu bagian dari protes," kata dia.

"Lalu ia menyulut api yang membakar dirinya," tambah  Scheflen. "Whoosh."

Aksi bakar diri di depan Capitol hanya selang sehari setelah seorang perempuan bernama Miriam Carey (34) mencoba menerebos Gedung Putih, tak berhasil, ia lalu menginjak pedal gasnya dalam-dalam, kabur.

Mobilnya kemudian terhenti di dekat gedung Kongres, Capitol, setelah sebelumnya sempat menabrak kendaraan milik Dinas Rahasia yang bertugas mengawal presiden.

Kepala Polisi Metropolitan, Cathy Lanier mengatakan polisi dan anggota Secret Service sempat melepaskan tembakan ke arah kendaraan itu. Miriam yang seorang ahli kesehatan gigi lalu tewas.

Self-immolation

Meski belum diketahui pasti apa motif dan pesan apa yang dibawa oleh pelaku bakar diri, kejadian tersebut mengingatkan pada peristiwa yang terjadi 11 Juni 1963.

Kala itu, seorang biksu aliran Mahayana asal Vietman, Thich Quang Duc membakar diri di tengah persimpangan padat di Kota Saigon -- sekarang Ho Chin Minh City. Di dekat Kedutaan Besar Kamboja. Untuk memprotes perlakuan rezim Ngo Dinh Diem di Vietnam Selatan terhadap umat Buddha.

Fotonya yang sedang melakukan pengorbanan diri (self-immolation) -- dengan posisi duduk bersila tanpa bergerak saat api yang berkobar membakar tubuhnya -- menyebar ke seluruh dunia.

Aksi bakar diri sampai saat ini masih kerap dilakukan di seluruh dunia, sebagai ekspresi protes. (Ein)