Ditemukan Dinding Misterius di Yunani, Makam Alexander Agung?

Oleh Elin Yunita Kristanti pada 24 Agu 2013, 04:55 WIB
Diperbarui 24 Agu 2013, 04:55 WIB
makam-alexander-130823c.jpg
Perbesar
Pada tanggal 10 atau 11 Juni 323 SM, Alexander The Great, Alexander Agung, atau Iskandar Zulkarnain tutup usia di Istana Nebukadnezar II, di Babilonia. Ia meninggal dalam usia relatif muda, 32 tahun. Entah karena sakit atau diracun.

Alexander adalah raja penakluk. Punya reputasi tak terkalahkan di medan perang, ditasbihkan menjadi komandan perang terhebat sepanjang masa. Di usia 30 tahun, ia memimpin sebuah kekaisaran terbesar pada masa sejarah kuno, membentang mulai dari Laut Ionia sampai pegunungan Himalaya, mencakup tiga benua, Eropa, Afrika, dan Asia: Makedonia.

Sejarah mencatat, Alexander dimakamkan di Alexandria, sebuah kota di Mesir yang menyandang namanya.

Namun, baru-baru ini, para arkeolog menemukan sebuah makam raksasa di sebuah situs dekat Amphipolis kuno, Yunani, yang bisa jadi adalah lokasi peristirahatan terakhirnya.

Struktur yang ditemukan para arkeolog berupa dinding mermer yang mengesankan, panjang 500 meter, dan tingginya 3 meter. Pantas jadi makam seorang raja.

Arkeolog di situs tersebut, Aikaterini Peristerie menyuarakan harapan menemukan 'individu yang signifikan atau beberapa orang di dalamnya."

Sementara, Kementerian Kebudayaan Yunani mengatakan, bahwa arkeolog telah menggali sebagian gundukan yang menghasilkan "temuan luar biasa" berupa dinding marmer dari Abad ke-4 Sebelum Masehi.

Kalaupun bukan Alexander Agung, para ahli berharap setidaknya ada orang penting kerajaan Makedonia yang dimakamkan di dalamnya.

Kabar tersebut menarik perhatian publik Yunani, menyandera imajinasi banyak orang. Sejumlah orang berharap situs tersebut akan menguak misteri tentang di mana Alexander Agung dimakamkan.

Namun, Kementerian Kebudayaan memperingatkan, "Terlalu berani dan berspekulasi untuk menyebut bahwa para arkeolog telah menemukan makam sang raja," demikian dimuat Daily Mail, 23 Agustus 2013.

Prajurit Ambisius

Makedonia, di mana Alexander bertahta berada di utara Yunani kuno. Ia lahir di Pella pada 356 SM dan menjadi murid Aristoteles hingga berusia 16 tahun.

Alexander menduduki tahta menggantikan ayahnya pada 336 BC. Mewarisi kerajaan yang kuat dan tentara yang berpengalaman. Ia lalu mewujudkan impian ekspansi militer ayahnya dan pada 334 SM memulai serangkaian aksi penaklukan yang berlangsung 10 tahun.

Ia menaklukkan seluruh Kekaisaran Persia. Namun, sebagai prajurit ambisius, ia ingin meraih 'ujung dunia'. Alexander Agung menginvasi India pada tahun 326 SM tetapi kemudian balik kanan.

Diyakini, Alexander tewas di Babilonia pada 323 SM, sebelum sempat mewujudkan niatnya menginvasi Arab.

Ada beberapa cerita tentang di mana Alexander Agung dimakamkan, setelah ia tewas tiba-tiba dengan gejala demam tinggi. Sejarah mengisahkan, ia dibaringkan dalam sarkofagus emas yang penuh dengan madu -- yang dibawa ke Memphis, kota sebelum Alexandria. Peti matinya ada di Memphis hingga akhir  Zaman Kuno Akhir. Ia lalu dimakamkan di Alexandria.

Sejumlah tokoh ternama seperti Pompeius, Julius Caesar dan Augustus semuanya pernah mengunjungi makamnya di Alexandria. Augustus diduga mengganggu hidung jenazah Alexander. Caligula dilaporkan mengambil pelindung dada Alexander dari makam untuk kepentingannya sendiri.

Pada tahun 200 M, Kaisar Septimius Severus menutup makam Alexander untuk umum. Setelah itu nasib makam itu tak jelas, juga jenazah di dalamnya.(Ein)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya