Longsor Salju di Himalaya India, 4 Pendaki Tewas dari 33 Orang yang Terjebak

Oleh Tanti Yulianingsih pada 05 Okt 2022, 08:31 WIB
Diperbarui 05 Okt 2022, 08:47 WIB
Gunung Himalaya
Perbesar
Pemandangan Gunung Himalaya, Gunung Kangtega (ketinggian 6782 meter) dari desa Khumjung di wilayah Everest, sekitar 140km timur laut Kathmandu (16/4). (AFP Photo/Prakash Mathema)

Liputan6.com, Uttarakhand - Longsoran salju menghantam tim pendaki gunung di Himalaya India. Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan lainnya dilaporkan hilang.

34 peserta pelatihan dan tujuh instruktur sedang berlatih navigasi di Gunung Himalaya tersebut, ketika mereka terkena longsoran salju saat turun dari puncak Himalaya di negara bagian utara Uttarakhand.

"Delapan orang dari kelompiok itu diyakini telah diselamatkan dan sisanya terjebak di jurang," kata tim penyelamat seperti dikutip dari BBC, Rabu (5/10/2022).

Upaya pencarian dihentikan pada malam hari karena hujan dan salju.

Laporan media lokal mengatakan jumlah korban mungkin meningkat secara signifikan.

Kelompok ini terdiri dari peserta pelatihan dari Nehru Institute of Mountaineering di Uttarkashi tak jauh dari lokasi pendakian. Laporan tersebut menyebut mereka telah kembali dari Gunung Drupadi Danda-2 (5.670m; 18.602 kaki) ketika longsoran salju melanda.

Pihak berwenang disiagakan pada Selasa 4 Oktober sekitar pukul 09.30 waktu setempat  (04.00 GMT), kata petugas penyelamat.

"Kami mendapat konfirmasi bahwa empat orang tewas dari 33 orang yang terperangkap. Sekitar delapan dari mereka telah diselamatkan dan sisanya terjebak di dalam jurang," kata Ridhim Aggarwal dari Pasukan Tanggap Bencana Negara kepada kantor berita AFP.

Upaya penyelamatan akan terus dilakukan selama cuaca memungkinkan, katanya.

Sebelumnya, kepala polisi Uttarakhand Ashok Kumar mengatakan kepada kantor berita Reuters: "Angkatan Udara India sedang melakukan pengintaian udara di gunung tempat longsor terjadi. Tidak mudah untuk mencapai tempat itu."

Menteri Pertahanan Rajnath Singh menulis di Twitter: "Sangat sedih dengan hilangnya nyawa yang berharga karena longsor yang melanda ekspedisi pendakian gunung yang dilakukan oleh Nehru Institute of Mountaineering di Uttarkashi."

Insiden ini terjadi seminggu setelah tubuh pendaki gunung ski terkenal AS Hilaree Nelson ditemukan di Himalaya Nepal.

Nelson, yang dianggap sebagai salah satu pendaki gunung terhebat di generasinya, dilaporkan jatuh ke jurang yang dalam setelah mencapai puncak Gunung Manaslu.

Pada hari yang sama dia hilang, satu orang tewas dan lebih dari selusin terluka dalam longsoran salju di bawah di puncak yang sama.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Kabar 10 Orang Tewas, 4 Jasad yang Baru Ditemukan

Jenazah
Perbesar
Ilustrasi Foto Jenazah (iStockphoto)

Kantor berita Press Trust of India melaporkan 10 orang tewas.

"Empat jasad ditemukan sementara para pejabat dari negara bagian dan pasukan tanggap bencana nasional dan angkatan udara India menjelajahi daerah itu, kata Nehru Institute of Mountaineering, bagian dari kementerian pertahanan seperti dikutip dari The Guardian.

"Angkatan udara India sedang melakukan pengintaian udara dari gunung di mana ini terjadi. Tidak mudah untuk mencapai tempat itu," kata Ashok Kumar, kepala polisi negara bagian Uttarakhand.

Tim penyelamat dilaporkan telah menarik delapan korban selamat dari salju dan membawa mereka ke rumah sakit..

Pejabat tinggi negara bagian Uttarakhand, Pushkar Singh Dhami, mengatakan pasukan tanggap bencana nasional dan militer India mengirim tim untuk membantu upaya penyelamatan. Angkatan udara India mengirim dua helikopter untuk mencari yang hilang.

"Telah terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah pendakian gunung India bahwa sekelompok besar pendaki gunung yang dilatih telah tewas dalam longsoran salju," kata Amit Chowdhary, seorang pejabat di International Climbing and Mountaineering Federation dan mantan perwira angkatan udara India.

Longsoran sering terjadi di daerah pegunungan Uttarakhand. Pada tahun 2021, gletser meletus, mengakibatkan banjir bandang yang menewaskan lebih dari 200 orang.


26 Orang Dilaporkan Hilang dari 42 Anggota Pendaki

Gunung Himalaya
Perbesar
Para pendaki berjalan di sepanjang jalan di Syangboche di wilayah Everest, sekitar 140km timur laut Kathmandu (16/4). (AFP Photo/Prakash Mathema)

Sedikitnya empat pendaki tewas dalam longsoran salju di Himalaya India, dengan 26 lainnya masih hilang pada malam hari setelah cuaca buruk menghambat operasi penyelamatan, kata para pejabat mengutip AFP.

Laporan media menyebutkan jumlah korban 10 orang menyusul insiden pada hari Selasa di sekitar ketinggian 4.880 meter (16.000 kaki) di negara bagian utara Uttarakhand, yang melibatkan sekelompok beberapa lusin peserta pelatihan pendakian.

"Kami memiliki 42 anggota yang terjebak dalam longsoran salju, empat di antaranya dipastikan tewas ... 12 orang telah diselamatkan," kata Ridhim Aggarwal dari Pasukan Tanggap Bencana Negara kepada kantor berita AFP.

"Operasi telah dihentikan pada malam hari karena ada salju tebal di daerah itu ... 26 orang hilang," kata Aggarwal.

Sebelumnya, dia mengatakan kelompok itu terjebak dalam jurang setelah longsoran salju melanda sekitar pukul 08:45 (03:15 GMT) di Gunung Drupadi ka Danda-II setinggi 5.670 meter.

 

 


Badai Salju Kedua

Gunung Himalaya
Perbesar
Suasana pemandangan Gunung Himalaya, Gunung Ama Dablam (Kiri) (ketinggian 6812 meter) dari desa Khumjung di wilayah Everest, sekitar 140km timur laut Kathmandu (16/4). (AFP Photo/Prakash Mathema)

Longsoran terjadi pada Sabtu pagi 1 Oktober 2022 di wilayah Himalaya dekat Kuil Kedarnath tetapi tidak ada kerusakan yang terjadi pada kuil, kata Presiden Komite Kuil Badrinath-Kedarnath, Ajendra Ajay mengutip India TV News.

Tim administrasi akan memeriksa lokasi setelah sampai di sana.

Presiden Komite Kuil Shri Badrinath-Kedarnath Ajendra Ajay mengatakan, "Tidak ada kerusakan pada Kuil Kedarnath. Telah terjadi longsoran salju di perbukitan Kedarnath. Tapi kuil itu aman. Tidak ada kerusakan pada kuil."

Ini adalah badai salju kedua di perbukitan Kedarnath dalam beberapa hari. Sebelumnya pada 22 September, terjadi longsoran di Gletser Chorabari di belakang Kedarnath dham.

Pada 26 September, setidaknya satu orang tewas dan sejumlah lainnya hilang dalam longsoran salju yang melanda Gunung Manaslu setinggi 8.163 meter di Nepal barat.

Operasi penyelamatan tidak dapat dilakukan karena cuaca buruk, kata Sherpa Chang Dawa dari Seven Summit Treks Pvt Ltd di base camp gunung.

Tiga helikopter telah dikerahkan tetapi karena cuaca buruk, upaya penyelamatan juga terhambat.

Wakil Ketua Tsum Nubri Kota Pedesaan (Gorkha), Laxmi Gurung mengatakan bahwa identifikasi orang yang tewas dalam longsoran yang terjadi antara kamp tiga dan empat belum dilakukan.

Meskipun helikopter dikerahkan untuk menyelamatkan mereka yang terdampar di gunung tertinggi kedelapan di dunia, operasi penyelamatan tidak dapat dilakukan karena cuaca buruk. Jumlah pasti dari mereka yang terdampar di gunung belum diketahui.

Sherpa mengatakan para pendaki, porter, dan pemandu Sherpa tersapu longsoran maut, saat mendaki dari base camp ketiga ke base camp keempat yang berada di ketinggian 7.450 meter.

Menurut sebuah laporan media, atlet North Face terkenal Hilaree Nelson hilang tepat di bawah puncak sebenarnya dari Gunung Manaslu sementara rekannya Jim Marrison meluncur menuruni gunung pada Senin pagi.

Nelson dilaporkan jatuh ke dalam jurang tepat di atas puncak depan gunung ketika dia, bersama dengan Morrison, meluncur dari puncak sebenarnya pagi ini. Nelson jatuh sekitar 25 meter ke dalam jurang vertikal dan hilang, menurut Himalayan Times.

Menurut North Face, dengan karir selama dua dekade yang mencakup lebih dari 40 ekspedisi ke 16 negara yang berbeda, Nelson adalah pendaki gunung ski paling produktif di generasinya. Ibu dua anak berusia 45 tahun ini adalah wanita pertama yang menghubungkan dua puncak 8.000 meter, Everest dan Lhotse, dalam 24 jam.

Pada musim gugur 2018, ia kembali ke Lhotse setinggi 27.940 kaki untuk kedua kalinya untuk bermain ski dari puncak, menghubungkan belokan ke salah satu jalur tanpa ski paling berharga di dunia, menurut situs web TNF.

Sebanyak 404 orang dari 38 tim ekspedisi telah diberikan izin mendaki gunung tersebut pada musim ini.

Infografis 7 Tips Naik Gunung Minim Sampah
Perbesar
Infografis 7 Tips Naik Gunung Minim Sampah. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya