Mengapa Jeans Mudah Memudar? Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Oleh Resha Febriyana Putri pada 03 Okt 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 03 Okt 2022, 21:00 WIB
Mengganggu Bakteri Pada Vagina
Perbesar
Ilustrasi Celana Jeans Ketat Credit: pexels.com/AnnaShevts

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda melihat celana jeans dan menyadari bahwa warnanya memudar sejak Anda membelinya?

Memudarnya warna jeans ternyata disebabkan oleh hubungan antara kapas dan indigo. 

Dikutip dari laman Heddels, Senin (3/10/2022), indigo adalah salah satu zat warna tertua yang dikenal manusia. Zat ini digunakan untuk memberi warna biru yang sudah digunakan selama 5.000 tahun.

Zat itu berasal dari tanaman indigofera tinctora alias "tanaman nila". Sebagian besar indigo yang ditemukan pada denim saat ini adalah hasil sintetis di laboratorium dan k,arenanya dikenal sebagai "nila murni".

Seperti minyak dan air, nila dan kapas pun tidak mau menempel satu sama lain.

Anda tidak bisa begitu saja memasukkan nila ke dalam air dan berharap nila akan mewarnai apa pun yang Anda celupkan ke dalamnya.

Komposisi molekul nila cukup kaku dan stabil, sehingga tidak secara alami melekat pada serat kapas.

Nila harus dipecah dalam level molekul dengan bahan aditif lainnya untuk membentuk rendaman pewarna, yang kemudian teroksidasi kembali menjadi nila yang kaku ketika terpapar cahaya dan oksigen.

Dibutuhkan sejumlah intensitas panas dan air yang tinggi, untuk membuat mereka terikat bersama dalam skala komersial.

Namun, begitu nila melekat, nila akan kembali ke keadaan kaku dan menciptakan lapisan rapuh di bagian luar serat.

Kapas paling sering diwarnai ketika masih dalam bentuk benang dan sebelum ditenun menjadi kain.

Umumnya, benang-benang yang membentang ke atas dan ke bawah (para ahli tekstil menyebutnya sebagai lungsin) diwarnai biru dalam nila dan benang yang membentang dari sisi ke sisi (alias benang pakan) dibiarkan alami.

Oleh karena itu, jeans berwarna biru di bagian luar dan putih di bagian dalam.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Proses Rope-Dyed

Celana Jeans
Perbesar
Ilustrasi Celana Jeans Credit: pexels.com/Mica

Benang lungsin pada kain denim vintage dicelup dalam proses yang disebut rope-dyed, yang menyatukan semua benang dalam tali panjang dan mencelupkannya sebentar ke dalam nila. Mereka akan muncul sebelum dicelupkan lagi.

Proses pencelupan yang terus-menerus ini menunjukkan bahwa benang-benang tidak dapat bertahan cukup lama di dalam larutan nila, sehingga bagian luarnya menjadi biru, sedangkan bagian dalamnya tetap putih.

Karena nila membentuk ikatan yang rapuh di atas kapas, keduanya akan terpisah bahkan dengan dorongan sekecil apa pun.

Sebagian besar berasal dari gesekan-di mana jeans akan berkerut ketika Anda berjalan atau duduk atau ketika Anda memasukkan dompet ke dalam saku, itu akan mengikis lapisan indigo bagian luar dan mengekspos inti katun yang berwarna putih.


Pecinta Fade Jeans

Ilustrasi celana jeans
Perbesar
Ilustrasi celana jeans (Photo by Jason Leung on Unsplash)

Para pencinta Fade Jeans, bahkan memiliki nama-nama untuk berbagai bentuk dan tempat yang berbeda yang mereka kembangkan.

Ada yang disebut kumis karena terlihat seperti kumis kucing atau semacamnya, sarang lebah di bagian belakang lutut karena fade sering kali memiliki pola geometris yang serupa, dan tumpukan di ujungnya karena menumpuk.

Meskipun sebagian besar jeans saat ini tidak diwarnai dengan teknik rope-dyed - jeans yang dimasukkan ke dalam tong besar di mana pewarna akan lebih dekat ke inti jeans, tapi tetap saja akan memudar.

Namun, raw denim yang diwarnai dengan teknik rope-dyed kemungkinan besar akan memberi warna yang sangat kontras dan metode ini lebih disukai oleh banyak penggemar raw denim.

Jadi, lain kali jika Anda melihat pria dengan lingkaran putih yang sudah usang di saku belakangnya, ketahuilah bahwa itu salah satu contoh dari dampak antara katun dan nila yang tidak bisa menyatu.


5 Tips Merawat Celana Jeans dengan Benar Supaya Tetap Awet

Benarkah Masa Keemasan Celana Jeans Hampir Kedaluwarsa?
Perbesar
Ilustrasi celana jeans. (dok. Waldermar Brandt/Unsplash.com)

Karena celana jeans menjadi celana yang disukai oleh banyak orang, tidak hanya kuat dan keras, celana ini juga nyaman digunakan untuk berpergian dengan santai.

Celana yang berbahan dasar denim ini tentunya mempunyai cara perawatan yang berbeda dengan celana berbahan lain yang harus kamu perhatikan.

Merawat celana jeans ada berbagai macam caranya. Mulai dari ketika mencuci dan cara menyimpannya juga perlu kamu perhatikan.

Sering kali jika salah dalam merawatnya, celana jeans bisa dengan mudah rusak ataupun melar.

Terdapat beberapa tips merawat celana jeans yang dibagikan oleh influencer fesyen Farhan Bashel. Di media sosial TikToknya, ia menjelaskan cara merawat celana jeans yang harus diperhatikan terutama dalam cara mencucinya.

Untuk lebih jelasnya, simak tipsnya berikut ini:

Selengkapnya di sini...

Infografis 9 Tips Lansia Tetap Sehat Bebas Covid-19
Perbesar
Infografis 9 Tips Lansia Tetap Sehat Bebas Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya