Menggagas Peran Anak Muda Indonesia untuk Pelestarian Iklim

Oleh Renta Nirmala Hastutik pada 30 Sep 2022, 17:31 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 17:49 WIB
Diskusi "MUDA BERSUARA" oleh FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia)
Perbesar
Diskusi "MUDA BERSUARA" oleh FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia) dengan tema "Aspirasi Iklim Generasi Emas 2045 untuk Presidensi G20 Indonesia, Kamis (29/9). (dok. pribadi)

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan iklim telah menjadi isu penting bagi Indonesia saat ini, selain permasalahan ekonomi, sosial dan politik. Topik ini sudah mencapai level darurat karena banyaknya dampak yang telah terjadi.

Untuk itu, Pemerintah Indonesia melakukan berbagai macam usaha demi menjaga kestabilan ekosistem, iklim dan masa depan cadangan energi.

Pemerintah Indonesia mempunyai tujuan untuk menurunkan emisi dari 29% ke 31,8% dan dengan dukungan internasional naik dari 41% ke 43,2%. 

Perubahan ini merupakan langkah yang baik, mengingat Indonesia adalah presiden dari G20, diharapkan negara dapat memberikan suatu kebijakan baik yang progresif dan dijuga rencana ini tidak membutuhkan waktu yang lama.

Melalui diskusi “Muda Bersuara 2022: Aspirasi Iklim Generasi Emas 2045 untuk Presidensi G20 Indonesia” yang digagas FPCI bersama dengan 30 universitas di Indonesia, disuarakan peran kaum muda dalam menjembatani perbaikan pada isu perubahan iklim.

"Indonesia harus mempunyai jiwa ambisius, agar masa depan dapat terjaga dengan baik. Negara harus memberikan ruang untuk anak muda dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi mereka mengenai isu perubahan iklim," ucap Pendiri FPCI Dino Patti Djalal dalam acara yang digelar Kamis 29 September 2022.

Upaya itu, sambung Dino, dapat dilakukan dalam berbagai cara seperti pengelolahan hutan, tata kelola lahan, pengelolahan energi baru terbarukan dan mengelola limbah secara baik.

Menuju edisi kedua dalam 2024, menurut Dino, pemerintah harus melakukan signifikansi kebijakan apa saja yang akan dilakukan guna mencapai target yang diinginkan. "Sehingga diharapkan 2045 nanti semuanya sudah terstruktur dengan baik."

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Seberapa Penting Peran Anak Muda

Diskusi "MUDA BERSUARA" oleh FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia)
Perbesar
Diskusi "MUDA BERSUARA" oleh FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia) dengan tema "Aspirasi Iklim Generasi Emas 2045 untuk Presidensi G20 Indonesia, Kamis (29/9). (dok. pribadi)

Anak muda sekarang adalah penerus dari apa yang ada pada Bumi saat ini.

Bumi adalah masa depan dan bukan suatu warisan bagi manusia, untuk itu perlu menjaganya dari sekarang.

Setiap pengambilan keputusan khususnya mengenai upaya pelestarian iklim harus melibatkan anak muda didalamnya.

Namun, pada kenyataanya peran anak muda dalam birokrasi dan pengambilan keputusan sangat sedikit.

Kurangnya wadah penyampaian aspirasi dan opini dari anak muda serta sedikitnya keterbukaan birokrasi pemerintahan terhadap anak muda menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhinya.

"Anak muda harus dilibatkan dalam hal dasar sebelum melakukan suatu tindakan, harus adanya keterbukaan dan akses antara pemerintah dengan anak muda," ungkap Co-Chair Y20 Indonesia, Rahayu Saraswati.

Menurut Rahayu, persfektif dari anak muda akan melahirkan suatu kolaborasi antara semua upaya dan aturan yang akan dibuat nantinya.


Anak Muda dan Politik Indonesia

ilustrasi politik
Perbesar
ilustrasi politik (sumber: freepik)

Rahayu menuturkan, pengambilan keputusan tidak akan bisa lepas dari peran politik dan pemerintahan.

"Sebagaimana dengan kepentingan publik, semua aspek pengambilan keputusan harus melibatkan semua jenis kalangan masyarakat karena pada nantinya masyarakat sendiri yang akan merasakan dampaknya."

Rahayu menambahkan, fakta bahwa anak muda Indonesia pada kenyataanya enggan untuk terlibat langsung maupun terjun ke kancah politik.

"Anak muda banyak yang beranggapan bahwa dunia politik itu kuno dan hanya seputar parlemen dan pemerintahan saja," ujarnya.

Padahal, menurut Rahayu, justru dengan adanya anak muda dalam politik Indonesia diharapkan akan munculnya suatu gaya baru, yang mungkin lebih menjangkau semua kalangan.

"Lewat politik, anak muda diharapkan dapat merubah pola tananan dan tata kelola pemerintahan untuk menjadi lebih baik."


Harapan untuk ke Depan

Ilustrasi Bumi
Perbesar
Ilustrasi Bumi. (dok. Pixabay.com/skeeze)

Banyak harapan yang diinginkan oleh masyarakat khususnya anak muda, mengingat dampak dari perubahan iklim sudah mulai terasa dari sekarang ini.

Hal paling mendasar yang harusnya diperhatikan adalah bagaimana peran dan upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan.

Apakah sudah banyak anak muda yang mau dan peduli akan adanya isu perubahan iklim ini, atau justru sebaliknya?

Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini, pemerintah harus mampu untuk membuat ruang, menyebarkan dan memfasilitasi segala sesuatu agar upaya pelestarian iklim ini dapat berjalan dengan lancar.

Harus ada tindakan nyata dan langkah kecil yang sudah mulai dilakukan dari sekarang, karena upaya ini tidak bisa dilakukan dengan instan.

FPCI sendiri berharap dengan adanya diskusi langsung ini suara anak muda dapat didengarkan bahkan difasilitasi oleh pemerintah. Selain itu agar peran anak muda dilibatkan dalam pengambilan keputusan pada semua program yang berhubungan dengan upaya Pelestarian Iklim.

 

Infografis Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia
Perbesar
Infografis Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya