Alasan Ratu Margrethe II Copot Gelar Empat Cucunya, Demi Hidup Normal Salah Satunya

Oleh Anissa Rizky Alfiyyah pada 30 Sep 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 10:00 WIB
Ratu Denmark Margrethe II Dinyatakan Positif Covid Usai Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth II
Perbesar
Ratu Denmark Margrethe II memberi penghormatan kepada peti mati Ratu Elizabeth II dalam upacara pemakaman di Westminster Hall, London, Minggu (18/9/2022). Ratu Denmark tersebut dinyatakan positif usai menghadiri upacara pemakaman Sang Ratu Inggris. (John Sibley/Pool via AP)

Liputan6.com, Copenhagen- Kerajaan Denmark mengumumkan keputusan Ratu Margrethe II yang telah mencopot gelar empat dari delapan cucunya. Ratu Margrethe merupakan satu-satunya ratu terlama yang berkuasa di Eropa.

Alasan resmi pencopotan gelar keempat cucunya adalah agar keempat anak dari putra bungsunya, Pangeran Joachim, dapat menjalani kehidupan yang lebih normal. Hal ini juga menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh keluarga kerajaan lainnya di Eropa untuk memangkas jumlah monarki mereka, seperti dikutip dari laman The Guardian, Kamis (29/9/2022).

“Pada 1 Januari 2021, keturunan Yang Mulia Pangeran Joachim hanya dapat menggunakan gelar Count dan Countess of Monpezat dan gelar Prince dan Princess of Denmark tidak lagi bisa digunakan,” kata sebuah pernyataan istana, Rabu (28/9).

Pangeran Joachim memiliki empat anak dari dua kali pernikahannya yaitu, Nikolai, Felix, Henrik, dan Athena, dengan rentang usia 23 hingga 10 tahun.

“Dengan keputusannya, Yang Mulia Ratu ingin memberikan kesempatan di tingkat yang jauh lebi besar lagi kepada keempat cucunya, agar mereka dapat menciptakan eksistensi mereka sendiri tanpa dibatasi oleh kewajiban khusus terhadap Royal House sebagai sebuah institusi,” kata istana.

“Keputusan Ratu Margrethe sejalan dengan perubahan serupa yang juga dilakukan oleh keluarga kerajaan lainnya dalam beberapa tahun terakhir dengan cara yang berbeda,” tambah pernyataan itu.

Ibu dari dua putra tertua Pangeran Joachim mengatakan kepada media Denmark bahwa ia sendiri terkejut dengan keputusan tersebut.

“Ini terjadi secara tiba-tiba. Anak-anak merasa tersisihkan,” kata Countess Alexandra kepada harian BT.

“Mereka tidak paham mengapa identitas mereka diambil dari mereka,” ujar Alexandra.

Empat cucu Ratu Margrethe lainnya, anak dari Putra Mahkota Fredrik tetap mempertahankan gelar mereka, tetapi saat mereka dewasa nanti hanya calon raja yang akan menerima gelar appanage. Keputusan tersebut diumumkan pada 2016 dengan Pangeran Christian sebagai calon raja.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Putri Pangeran Harry dan Meghan Markle Tak Mendapatkan Gelar Bangsawan

Meghan Markle dan Pangeran Harry dalam prosesi persemayaman Ratu Elizabeth II di Westminster Hall, 14 September 2022. (Foto: Phil Noble/Pool Photo via AP)
Perbesar
Meghan Markle dan Pangeran Harry dalam prosesi persemayaman Ratu Elizabeth II di Westminster Hall, 14 September 2022. (Foto: Phil Noble/Pool Photo via AP)

Berbicara soal gelar kerajaan, ada anak dari Duchess of Sussex dan Istrinya, Meghan Markle yang tidak akan mendapat gelar kerajaan. 

Beberapa tahun yang lalu. Pangeran Harry dan Meghan Markle mengumumkan bahwa mereka telah dikaruniai anak kedua mereka, putri Lilibet.

Sebuah pernyataan dari pasangan itu mengkonfirmasi berita bahagia yang mengatakan: "Dengan sangat gembira Pangeran Harry dan Meghan Markle, Duke dan Duchess of Sussex, menyambut putri mereka, Lilibet "Lili" Diana Mountbatten-Windsor, ke dunia.

Lili lahir pada Jumat, 4 Juni 2021 pukul 11:40 waktu setempat dalam perawatan terpercaya dari para dokter dan staf di Rumah Sakit Santa Barbara Cottage di Santa Barbara, California.

Baik ibu dan anak sehat dan baik-baik saja, dan menetap di rumah, demikian dikutip dari laman Metro.co.uk, Senin (7/6/2021).

Lili dinamai dari nama nenek buyutnya, Ratu Elizabeth punya nama panggilan di keluarganya, yaitu Lilibet.

Nama tengahnya, Diana, dipilih untuk menghormati mendiang nenek tercintanya, The Princess of Wales atau yang dikenal dengan Putri Diana.

Pasangan ini sudah menjadi orang tua dari Archie Harrison Mountbatten-Windsor yang berusia dua tahun, tetapi dia tidak memiliki gelar kerajaan sendiri.

Kenapa Archie tidak memiliki gelar, dan apakah putri mereka akan menerimanya?

Pasangan itu akan mengikuti aturan konvensi kerajaan saat ini yang ditetapkan oleh Surat Paten monarki.

Surat Paten itu merupakan perintah atau keputusan resmi yang dapat dikeluarkan oleh seorang raja untuk mengubah tradisi atau norma yang telah ada sebelumnya.

Pada tahun 1917, cucu Ratu Victoria (dan kakek ratu saat ini) Raja George V mengeluarkan Surat Paten baru yang membatasi gelar HRH untuk anak-anak penguasa.

Gelar akan hanya diberikan pada cucu di garis laki-laki, dan putra tertua dari Prince of Wales (yang sekarang Pangeran William). Berarti hanya anak-anak dari William saja yang memperoleh gelar itu.

Itulah sebabnya Archie saat ini tidak memiliki gelar kerajaan.

Di bawah aturan ini, cicit lainnya dari raja di garis keturunan laki-laki akan dianggap sebagai putra dan putri yang lebih muda dari seorang Duke. Itulah sebabnya Archie dapat menggunakan status sebagai Earl of Dumbarton -- yang kemudian ditolak oleh Meghan dan Harry.

Archie dan saudara perempuannya akan menerima status HRH begitu Charles, kakek dari pihak ayah, menjadi Raja.

Selengkapnya di sini...


Sebelum Pangeran Harry, 4 Bangsawan Inggris Ini Lepaskan Gelar Kerajaan

Pangeran Harry dan Meghan Markle Ungkap Wajah Lilibet Pertama Kali Lewat Kartu Liburan Terbaru
Perbesar
Kartu liburan terbaru keluarga Meghan Markle dan Pangeran Harry. (dok. Instagram @alexilubomirski/https://www.instagram.com/p/CX1ANa6OTCU/Dinny Mutiah)

Pencopotan gelar kerajaan bukan baru terjadi di Denmark saja, akan tetapi beberapa tahun lalu, Pangeran Harry dan Meghan Markle atau Duke dan Duchess of Sussex telah mengumumkan bahwa mereka mundur dari peran sebagai anggota senior Keluarga Kerajaan.

Pengumuman Pangeran Harry dan Meghan melepaskan takhta Inggris sejatinya setelah "berbulan-bulan refleksi dan diskusi internal".

Pasangan dan putra mereka Archie sekarang akan membagi waktu mereka antara Inggris dan Amerika Utara, dan bekerja untuk menjadi "mandiri secara finansial". Mereka mengatakan langkah itu adalah upaya untuk "memberi keluarga kami ruang untuk fokus pada bab berikutnya".

Pangeran Harry bukan anggota keluarga kerajaan pertama yang berhenti dari tugas formalnya, melepaskan takhta kerajaan Iggris. Sebelumnya sudah ada beberapa bangsawan yang masuk daftar tersebut, berikut ini di antaranya yang dikutip dari Standard.co.uk dan sejumlah sumber lain, Kamis (9/1/2019):

1. Edward VIII

Paman buyut Harry, mantan Raja Edward VIII, turun tahta pada bulan Desember 1936 untuk menikahi janda asal Amerika Wallis Simpson.

Anggota kerajaan Inggris ini bertemu sosialita Wallis Simpson ketika dia masih menikah dengan suami keduanya Ernest pada tahun 1931. Mereka terlibat perselingkuhan, namun mengakhiri kisahnya dengan pernikahan.

Tetapi baik istana, pemerintah maupun gereja tidak terima seorang warga Amerika yang dua kali bercerai sebagai ratu.

Edward VIII mendorong untuk pernikahan morganatik, di mana istrinya tidak akan mengklaim hak-haknya tetapi pemerintah tidak akan menerimanya sehingga akhirnya raja memutuskan untuk turun tahta. Meninggalkan saudaranya Duke of York - ayah sang Ratu - untuk mengambil alih sebagai George VI.


Andrew, Sarah, dan Putri Diana

[Fimela] Potret Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle
Perbesar
(Alexi Lubomirski/Kensington Palace/AFP)

2. Pangeran Andrew

Paman Pangeran Harry, Duke of York mengumumkan tahun lalu ia menarik diri dari tugas publik di masa mendatang setelah penampilan di BBC Newsnight yang membawa bencana baginya.

Upaya Andrew menjelaskan hubungannya dengan pakar keuangan Jeffrey Epstein, yang bunuh diri di penjara pada awal 2019, Jeffrey Epstein menjadi bumerang. Ia dikritik habis-habisan karena menunjukkan kurangnya empati terhadap korban (Epstein) dan penyesalan atas persahabatannya.

Hal itu diumumkan Istana Buckingham pada Rabu, 20 November 2019, dengan mengatakan bahwa skandal itu menjadi "gangguan besar" bagi tugas keluarga Kerajaan Inggris dan bagi badan amal yang terkait Pangeran Andrew, salah satu ahli waris takhta dalam garis suksesi Kerajaan Inggris dan adik laki-laki dari Pangeran Charles.

Dalam pernyataannya, Andrew menjelaskan ia meminta izin kepada Ratu Elizabeth II untuk "mundur dari tugas publik" dan Ratu pun mengizinkan, demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis, 21 November 2019.

3. Sarah, Duchess of York

Mantan istri Andrew, Duchess of York dilaporkan telah dibekukan dari keluarga kerajaan ketika pernikahan mereka gagal.

Tapi Sarah Ferguson masih terlihat secara teratur di acara bersama putri mereka Beatrice dan Eugenie seperti Royal Ascot. Dia juga terlihat menghadiri pernikahan Harry dan Meghan pada 2018.

4. Putri Diana

Ibunda Pangeran Harry, Lady Di, Princess of Wales mengatakan pada tahun 1993 bahwa dirinya mengurangi keterlibatan resmi dan akan menjalani kehidupan yang lebih pribadi. Setelah pengumuman tahun sebelumnya dia dan Charles akan berpisah secara damai.

Selengkapnya di sini...

Infografis Raja Malaysia Turun Takhta demi Cinta
Perbesar
Infografis Raja Malaysia Turun Takhta demi Cinta. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya