29 September 2009: Gempa M 8 Picu Tsunami Menyapu Pesisir Samoa, 189 Orang Tewas

Oleh Liputan6.com pada 29 Sep 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 11:36 WIB
Tsunami menerjang Kepulauan Samoa dan mengakibatkan kerusakan parah. (WikiImedia/Pixabay)
Perbesar
Tsunami menerjang Kepulauan Samoa dan mengakibatkan kerusakan parah. (WikiImedia/Pixabay)

Liputan6.com, Apia - Bumi pernah berguncang dahsyat hingga memicu tsunami di antara kepulauan Polinesia paling Barat, menelan seratusan korban jiwa. Saat itu, Selasa, 29 September 2009 pukul 06.52 waktu Samoa Amerika, gempa bumi berkekuatan magnitudo 8.0 melanda.

Menurut data awal, gempa yang berpusat di 195 km Barat Daya Pantai Samoa, diikuti tsunami dengan tinggi nyaris 3 meter -- diukur dari puncak ke palung -- di Pantai Ewa, Hawaii, kata Direktur Pusat Peringatan Tsunami Pasifik, Chip McCreery.

Pukul 15.00 waktu Samoa Amerika, Letnan Gubernur Faoa Sunia saat itu mengumumkan bahwa tsunami telah menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur kelistrikan.

Dikutip dari samoanews.com saat itu, tsunami tersebut diketahui mengakibatkan kerusakan generator utama listrik yang terletak di Satala, Samoa. Dari desa di bagian tengah, Fagaalu sampai ke timur di Onenoa.

Hal ini berdampak pada pemadaman listrik dan kerusakan sistem penyediaan air bersih.

Pembangkit listrik Satala saat itu diprediksi mati selama sebulan dan American Samoa Power Authority (ASPA) telah menyatakan listrik padam tanpa batas waktu.

Bahkan ASPA water division harus mengirim pasokan air ke desa-desa dengan truk karena saluran air di daerah timur terputus. Orang-orang diperingatkan untuk merebus dan menghemat semua air sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Laporan dari Pulau Ofu di Samoa menyebut tidak ada listrik dan pesawat pemerintah telah dikerahkan untuk mengakses lokasi terdampak gempa dan tsunami.

Masyarakat diimbau untuk membatasi perjalanan agar kru dan kendaraan darurat dapat berfungsi.

Orang-orang dari luar pulau yang mencari informasi tentang keluarga terdampak gempa Samoa mulai menghubungi Palang Merah.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Korban

Ilustrasi Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi Gempa Bumi (Liputan6.com/Sangaji)

Menurut laporan BBC, seluruh pemukimam di pesisir Kepulauan Samoa dilaporkan hancur.

Saat itu, di Samoa, terdapat 77 korban meninggal dan 150 orang luka-luka.

Sejumlah orang dilaporkan hilang, dan para pejabat memperingatkan bahwa jumlah korban kemungkinan akan bertambah lagi. Ada empat pengunjung luar negeri di antara korban tewas.

Banyak dari korban dilaporkan tewas oleh gelombang tsunami kedua setelah mereka pergi untuk mengumpulkan ikan yang hanyut akibat gelombang pertama.

Di Samoa Amerika, 25 orang dilaporkan meninggal dan 50 orang luka-luka.

Enam warga Tonga dilaporkan meninggal, dan empat orang lainnya luka-luka. Namun penjabat Perdana Menteri Selandia Baru Bill English mengutip pejabat Tonga, mengatakan ada sejumlah orang tersapu ke laut.

Wilayah yang paling parah terdampak disebutkan Bill Englis, adalah pulau utara Niuatoputapu.

Seiring dengan pencarian korban,pada 2 Oktober 2009, situs The Guardian melaporkan 189 kematian; 149 di Samoa, 31 Samoa Amerika, 9 Tonga.

Selama proses evakuasi, pemerintah bersama dengan the Red Cross (palang merah) saling bekerja sama. Mereka menghimbau masyarakat untuk membatasi perjalanan agar tim dan kendaraan darurat dapat bekerja maksimal. 


Tsunami Berdampak ke Negara Tetangga

Seorang warga mencari korban di reruntuhan bangunan pasca diguncang Gempa berkekuatan 7,8 SR, Kota Manta, Ekuador, Sabtu (16/4).Kabarnya gempa yang terjadi di lepas pantai Pasifik itu berpotensi menimbulkan tsunami. (REUTERS/Paul Ochoa)

Sejumlah negara telah dilanda tsunami yang dipicu oleh gempa kuat di Pasifik Selatan, tepatnya di Samoa. Di antaranya adalah Samoa Amerika, Tonga, Kepulauan Cook, Fiji, Jepang, dan AS.

"Hati saya tertuju kepada orang-orang yang ada di Samoa, selama berjuang menghadapi tragedi mengerikan yang telah merenggut korban jiwa dan harta benda. Doa Hawaii untuk Samoa," ujar Senator Daniel K. Inouye.  

Dilansir dari news.bbc.co.uk, Barack Obama, Presiden Amerika Serikat saat itu menyebut tsunami yang juga berdampak ke Samoa Amerika sebagai bencana besar. Memungkinkan dana federal tersedia untuk membantu para korban.

Gelombang tsunami yang terjadi di Samudra Pasifik ini juga sampai ke beberapa negara sekitar. Berikut di antaranya:

  • Fiji melaporkan terjadi gelombang besar, namun tak ada laporan kerusakan akibat terjangannya
  • Ombak "lebih besar dari biasanya" juga dilaporkan melanda Kepulauan Cook sehingga sekolah dan kantor pemerintah diliburkan sebagai tindakan pencegahan. Wilayah ini adalah negara yang berpemerintahan sendiri dalam asosiasi bebas dengan Selandia Baru.
  • Badan Meteorologi Jepang mengatakan ombak tsunami lemah dilaporkan mencapai Pulau Hachijojima, Jepang. Tidak ada laporan cedera atau kerusakan.
  • Ombak besar dan berbahaya dilaporkan mencapai Hawai, California, hingga Washington. Namun, diperkirakan tidak ada banjir besar, kata para pejabat AS saat itu.

 


Cincin Api Pasifik

Cincin Api Pasifik
Perbesar
Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. (Public Domain)

Di antara negara yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik dan kerap terjadi gempa adalah Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi bagian jalur gempa teraktif dunia yang biasa disebut cincin api Pasifik atau ring of fire. Indonesia menjadi bagian dari 35 negara yang rawan bencana termasuk gempa. Pada Juli 2019, rentetan gempa kecil terjadi setiap hari selama dua pekan.

"Kalau gempanya sangat kecil, seperti magnitudo 5 atau 6, itu tidak signifikan melepaskan energi gempa yang lebih besar. Kecuali kalau rentetan gempa magnitudo 7 atau 8, itu baru signifikan. Kalau skala 5 itu jauh sekali, kita butuh ribuan gempa skala 5 untuk melepaskan energi gempa besar yang belum terjadi," ujar Irwan kepada Liputan6.com, Senin (27/7/2019).

(Reporter: Safinatun Nikmah)

 

Infografis Rentetan Gempa di Cincin Api Pasifik
Perbesar
Infografis Rentetan Gempa di Cincin Api Pasifik. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya