Vidio Optimistis Bisa Bersaing dengan Netflix hingga Disney Plus

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 28 Sep 2022, 17:30 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 21:57 WIB
Managing Director Emtek dan CEO SCM, Sutanto Hartono menjadi pembicara di APOS Summit in Singapore, Rabu (28/9/2022). (Dok. Vidio)
Perbesar
Managing Director Emtek dan CEO SCM, Sutanto Hartono menjadi pembicara di APOS Summit in Singapore, Rabu (28/9/2022). (Dok. Vidio)

Liputan6.com, Singapura - Vidio merupakan salah satu lini bisnis di bawah Emtek Group yang telah menjadi platform layanan media OTT (over the top) berbayar yang sukses di bidangnya. Terkenal dengan konten olahraga yang menjadi daya tarik utamanya, Vidio kini juga menggaet penonton dan subscriber dengan konten lokal yang berkualitas.

Hal itu diungkap Managing Director Emtek Sutanto Hartono yang juga CEO PT Surya Citra Media Tbk (SCM) saat menjadi pembicara dalam acara APOS 2022 di Singapura, Rabu (28/9/2022).. 

"Bagi kami yang terpenting karena ada strategi berlangganan, jadi kami harus memastikan bahwa kualitas drama kami lebih baik daripada yang mereka lihat di TV secara gratis," ujarnya. 

Ia juga membandingkan program drama TV yang terdiri dari ratusan, bahkan hingga ribuan episode membuat alur ceritanya kian berantakan.

Berawal dari hal tersebut, dengan mengadopsi siaran dari Amerika Serikat, konten drama di Vidio kini dibuat semakin efisien menjadi 6, 8 atau hanya 10 episode. Dengan itu, kualitas yang disiarkan pun akan menghasilkan alur cerita lebih baik daripada yang disiarkan di TV. 

Untuk konten premium seperti itu, Vidio bekerja sama dengan sejumlah Production House yang otomatis membantu secara pendanaan juga konten berkualitas yang dihasilkan. 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Vidio Optimistis Bersaing dengan OTT Global

Direktur Utama PT Surya Citra Media Tbk (SCM) Sutanto Hartono menjadi pembicara dalam acara  APOS 2022 di Singapura, Rabu (28/9/2022).
Perbesar
CEO PT Surya Citra Media Tbk (SCM) Sutanto Hartono menjadi pembicara dalam acara APOS 2022 di Singapura, Rabu (28/9/2022).

Persaingan di industri media digital sangatlah ketat, terlebih ketika pesaing dengan nama besar OTT global seperti Amazon, Disney Plus, dan Netflix juga masuk ke pasar Indonesia. Sutanto pun telah menduga hal ini akan terjadi, dan telah memiliki strategi untuk mengantisipasinya. 

"Kami selalu mengantisipasi di masa lalu bahwa pasar global pada akhirnya akan datang ke Indonesia karena ini adalah pasar yang besar, tetapi kami percaya beberapa hal, salah satunya adalah kami tidak berpikir bahwa pemenang mengambil semuanya, semua orang akan membutuhkan lebih dari satu OTT yang akan memiliki banyak konten," ujarnya lagi.

"Jadi kami percaya bahwa kami berada dalam posisi yang baik karena kami memiliki proposisi konten yang cukup kuat," tambahnya. 

Menurutnya, Vidio memiliki konten yang strategis, yakni kombinasi antara olahraga, drama lokal dan konten lainnya. 


Konten Lokal Jadi Poin Utama

Vidio logo
Perbesar
Vidio, sebuah platform Over-The-Top (OTT) terkemuka karya anak bangsa. (Istimewa)

Sutanto menyatakan, konten lokal saat ini menjadi daya tarik lainnya bagi pengguna Vidio. 

Menurut data, tingkat konsumsi konten lokal Indonesia di Asia Tenggara merupakan yang tertinggi, yakni sekitar 25%.

Hal itu pun menguntungkan Vidio dan bisa menjadi kekuatan utama bagi Vidio. 

"Sebenarnya ini juga dipercepat akibat pandemi, karena kita mengejar kelompok orang yang kita sebut movie goers," tambahnya. 


Tayangkan Premier League

Michael Owen
Perbesar
Mantan striker Liverpool dan Manchester United, Michael Owen, bersama CEO Vidio, Sutanto Hartono, dan Managing Director Vidio, Monika Rudijono, dalam sesi jumpa pers tayangan Premier League di Vidio yang berlangsung di SCTV Tower, Sabtu (20/8/2022) sore WIB. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Sutanto mengatakan pihaknya ingin memperbarui diri dengan benar, karena memiliki bisnis yang autentik saat ini tidak cukup hanya dengan pertumbuhan pelanggan, atau jumlah durasi dan juga profitabilitas.

"Jadi jalan menuju profitabilitas harus dimulai dengan memiliki ARPU (average revenue per user) yang lebih sehat. Dan seperti yang Anda tunjukkan dengan benar, Indonesia adalah pasar yang besar, tetapi tantangan terbesarnya adalah ARPU yang rendah," katanya.

Maka dari itu, ia mengatakan bahwa Liga Premier menjadi lingkungan yang menghasilkan tempat berlangganan yang tinggi. 

"Jadi itulah mengapa kami percaya bahwa kami membutuhkannya ke dalam ekosistem kami. Dan terbukti begitu kami meluncurkan EPL, maka kami juga mengubah strategi kami," Sutanto menjelaskan.

 

Infografis 6 Cara Jaga Anak Aman Berinternet Saat Pandemi Covid-19
Perbesar
Infografis 6 Cara Jaga Anak Aman Berinternet Saat Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya