28 September 1975: Staf Restoran Italia Disandera 3 Pria Bersenjata di London

Oleh Liputan6.com pada 28 Sep 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 19:07 WIB
Ilustrasi polisi dan perampok. (mohamed_hassan/Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi polisi dan perampok. (mohamed_hassan/Pixabay)

Liputan6.com, London - Pada tahun 1975, di tanggal yang sama dengan hari ini, ada kejadian yang cukup menggemparkan di London, yaitu penyanderaan karyawan perusahaan restoran Italia Spaghetti House di Knightsbridge.

Penyanderaan ini bermula ketika sembilan karyawan Italia tersebut sedang berkumpul di salah satu restoran untuk mengumpulkan pendapatan dalam seminggu terakhir yang berkisar Rp 189 juta, demikian dikutip dari laman BBC, Rabu (28/9/2022).

Tiga pria bersenjata menyerbu masuk ke restoran dan menyandera sembilan karyawan tersebut ke ruang penyimpanan makanan di bawah tanah.

Salah seorang karyawan berhasil kabur dan melaporkan kejadian itu ke polisi. Komandan Polisi Metropolitan Christopher Payne bergegas mengirimkan pasukan untuk mengepung tempat kejadian.

Kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Franklyn Davies ini mengaku sebagai Black Panther pecahan dari Black Liberation Army, kelompok yang melakukan perlawanan terhadap kapitalisme dan penindasan kaum kulit hitam.

Mereka meminta satu pesawat dan perjalanan yang aman ke Jamaika. Namun, permintaan ini ditolak oleh Komisaris Polisi Metropolitan Sir Robert Mark setelah merujuk kepada Menteri Dalam Negeri Roy Jenkins. Beberapa hari berikutnya, mereka diberikan radio, kopi, dan rokok stelah membebaskan dua sandera yang sakit.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Berhasil Membebaskan Sandera

Banyak Perampokan di Kolombia, Tentara Dikerahkan di Jalan-Jalan
Perbesar
Tentara polisi militer Kolombia memeriksa sebuah mobil saat mereka berpatroli di sebuah pos pemeriksaan di Bogota (15/9/2021). Ratusan tentara telah berpatroli di jalan-jalan untuk mengendalikan gelombang perampokan dengan kekerasan. (AFP/Juan Barreto)

Selama pengepungan, polisi menggunakan kamera fiber optik mini untuk memantau situasi di ruang sandera yang dimasukkan melalui lubang yang mengarah ke ruangan tersebut.

Sampai akhirnya polisi berhasil membebaskan enam sandera yang tersisa di hari kelima penyanderaan, 3 Oktober 1975. Mereka adalah Mario Roscelli, Enrico Mainini, Gino Barni, Bruno, Renato Nasta and Giovanni Scrano. Usai dibebaskan, mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. 

Dua pria bersenjata yang mengaku West Indian: Wesley Dick (24 tahun) dan Anthony Gordon Munroe, ditahan di Kantor Polisi Cannon Row. Sedangkan Davies, seorang mahasiswa Nigeria, diinterogasi di Rumah Sakit St. George setelah terkena luka tembak.

Pihak kepolisisan mendapatkan berbagai pujian atas tindakan pengepungan tersebut. Empat ratus polisi yang bertugas mendapatkan penghargaan dari Sir Robert saat konferensi pers di Scotland Yard.

Konsulat Jenderal Italia Mario Manca mendapatkan lencana penghargaan dari Polisi Metropolitan atas tindakannya di puncak pengepungan dengan menawarkan diri menjadi pengganti sandera yang sakit.


Pasca Pembebasan

Ilustrasi Penyanderaan
Perbesar
Ilustrasi Penyanderaan

Selain pihak kepolisian, ada beberapa pihak lain yang juga banyak dipuji karena telah mendukung keberhasilan pembebasan ini.

Salah seorang sandera berhasil mendekati Davies saat kejadian tersebut, bahkan ia juga mengunjunginya saat di penjara.

Selain itu, ada Peter Scott sebagai psikiater yang membantu menenangkan sandera. Media berita juga berperan menekan kepercayaan diri kelompok tersebut dengan menyiarkan laporan radio bahwa pihak berwenang tidak akan memberikan konsesi.

Pers juga membantu dalam pelaporan situasi yang cermat di media sehingga dapat menenangkan kerabat dan keluarga sandera.

Seusai kejadian tersebut, Spaghetti House baru buka kembali setelah empat hari berlalu. Sedangkan sidang keputusan untuk kelompok tersebut dibuka pada Juni 1976.

Saat itu mereka menolak tuduhan yang diberikan (perampokan) dan membawa poster yang berisi tulisan perlawanan. Bagaimanpun, mereka tetap terbukti bersalah dengan dakwaan melakukan percobaan perampokan dengan sejata api yang bertujuan untuk merampok dan menyandera delapan karyawan. Mereka dihukum 22 tahun kurungan penjara untuk Davis, kemudian 18 tahun untuk Dick, dan 17 tahun untuk Munroe.

(Reporter: Safinatun Nikmah)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya