Menlu AS dan China Kembali Bertemu di Tengah Ketegangan Soal Isu Taiwan

Oleh Hariz Barak pada 24 Sep 2022, 12:30 WIB
Diperbarui 24 Sep 2022, 12:30 WIB
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan di Nusa Dua di Bali pada 9 Juli 2022. (Foto: AFP/Stefani Reynolds)
Perbesar
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan di Nusa Dua di Bali pada 9 Juli 2022. (Foto: AFP/Stefani Reynolds)

Liputan6.com, Taipei - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu di sela-sela KTT PBB di New York.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengadakan pembicaraan pada hari Jumat 23 September 2022 di sela-sela Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang saat ini sedang berlangsung di New York, demikian seperti dikutip dari MSN News, Sabtu (24/9/2022).

Para diplomat berjabat tangan dan bertukar basa-basi sebelum mereka duduk dengan para pembantu di sela-sela KTT tanpa menerima pertanyaan dari wartawan.

Keduanya terakhir kali bertemu pada Juli di Bali, Indonesia, di mana Blinken menekan China atas posisinya dalam perang Rusia di Ukraina.

Menjelang duduk bersama Wang, Blinken juga bertemu dengan rekan-rekannya dari Australia, Jepang, dan India, para pemimpin dari apa yang disebut pengelompokan Quad, yang dalam beberapa tahun terakhir telah bertemu lebih sering untuk pembicaraan langsung tentang masalah keamanan di Indo-Pasifik.

Beijing melihat Quad sebagai strategi Washington untuk mengepung China dengan sekutu AS.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


AS Minta China Jaga Perdamaian dan Stabilitas untuk Isu Taiwan

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kanan) dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara sebelum pertemuan di Nusa Dua, Bali pada 9 Juli 2022. (Foto: AFP/Stefani Reynolds)
Perbesar
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kanan) dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara sebelum pertemuan di Nusa Dua, Bali pada 9 Juli 2022. (Foto: AFP/Stefani Reynolds)

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah Blinken duduk bersama Wang, Departemen Luar Negeri AS mengatakan AS ingin menjaga saluran komunikasi tetap terbuka dengan China, dan menegaskan kembali bahwa Washington berkomitmen pada kebijakan 'Satu China'.

Blinken menekankan bahwa "menjaga perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan" sangat penting bagi keamanan regional dan global, kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Ned Price.

Diplomat top itu juga mengutuk invasi Rusia ke Ukraina, dan memperingatkan China tentang "implikasi" jika memberikan dukungan kepada Moskow dalam perang yang sedang berlangsung melawan Ukraina.

Dia juga menekankan AS terbuka untuk berkomunikasi dengan China untuk kepentingan selaras.

 


Desakan untuk Menjaga Komunikasi di Tengah Ketegangan Soal Taiwan

Taiwan Gelar Latihan Militer Tembak Langsung Anti Invasi China
Perbesar
Tentara militer Taiwan menembakkan howitzer 155 inci selama latihan anti-pendaratan langsung di daerah Pingtung, Taiwan selatan (9/8/2022). Taiwan mengadakan latihan militer tembakan langsung, yang mensimulasikan pertahanan pulau itu dari invasi China, ketika Beijing melakukan latihan militer baru di sekitar tetangganya. (AFP/Sam Yeh)

Sebuah pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa pertemuan itu adalah bagian dari upaya berkelanjutan Washington untuk "menjaga jalur komunikasi terbuka dan mengelola persaingan secara bertanggung jawab" dengan Beijing.

Ketegangan antara kedua negara melonjak setelah kunjungan ke Taiwan oleh Ketua DPR AS Nancy Pelosi bulan lalu dan janji eksplisit Presiden Joe Biden untuk membela pulau yang diperintah sendiri yang diklaim China sebagai wilayahnya.

Awal pekan ini, Biden telah mengatakan bahwa pasukan AS akan mempertahankan Taiwan jika terjadi invasi China, membuat Marah Beijing.

China menanggapi dengan mengatakan bahwa Washington seharusnya tidak mengirim "sinyal yang salah" yang berkaitan dengan "kemerdekaan" Taiwan.

Pekan ini Wang juga bertemu mantan Menteri Luar Negeri Henry Kissinger - pria yang dikenal sebagai arsitek hubungan AS dengan China komunis.

Menteri luar negeri China mengatakan dalam pertemuan itu bahwa "penyatuan kembali secara damai" dengan Taiwan adalah aspirasi Beijing.

Tetapi dia menambahkan bahwa kemungkinan resolusi damai berkurang oleh sentimen kemerdekaan Taiwan yang semakin "merajalela".

 


China Masih Marah pada AS Soal Isu Taiwan

Taiwan Gelar Latihan Militer Tembak Langsung Anti Invasi China
Perbesar
Tentara militer Taiwan menembakkan howitzer 155 inci selama latihan anti-pendaratan langsung di daerah Pingtung, Taiwan selatan (9/8/2022). Latihan militer tersebut akan mencakup pengerahan ratusan tentara dan sekitar 40 meriam howitzer. (AFP/Sam Yeh)

Sesaat sebelum pembicaraannya dengan Blinken, Wang sekali lagi menyatakan kemarahannya atas dukungan AS untuk pulau itu.

"Pertanyaan Taiwan tumbuh menjadi risiko terbesar dalam hubungan China-AS. Jika salah penanganan, kemungkinan besar akan menghancurkan hubungan bilateral," kata Wang dalam pidatonya di Asia Society, sebuah kelompok cendekiawan yang berbasis di AS.

"Sama seperti AS tidak akan membiarkan Hawaii dilucuti, China memiliki hak untuk menegakkan penyatuan negara itu," tambahnya.

Dia juga mengkritik keputusan AS untuk "mengizinkan" kunjungan Taiwan oleh Pelosi.

Pembicaraan antara Blinken dan Wang diperkirakan akan meletakkan dasar bagi pertemuan yang diharapkan antara Biden dan Presiden China Xi Jinping, yang akan menjadi pertemuan tatap muka pertama mereka sejak Biden menjabat.

Pertemuan itu kemungkinan akan diadakan di Bali di sela-sela KTT G20 pada November mendatang.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya