Kisah TKI di AS Kerja Santai dan Jaga Kucing, Digaji hingga Rp 1,5 Juta Per Malam

Oleh Liputan6.com pada 25 Sep 2022, 18:35 WIB
Diperbarui 25 Sep 2022, 18:35 WIB
Ilustrasi uang dolar Amerika Serikat. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)
Perbesar
Ilustrasi uang dolar Amerika Serikat. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)

Liputan6.com, New York - Momen musim gugur di Amerika Serikat (AS) menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk menambah penghasilan. Dengan kerja yang konon diceritakan santai, gaji yang diberikan cukup memuaskan. 

Mulai 22 September, Amerika memasuki musim gugur. Itu adalah musim yang sibuk, sekaligus musim panen, bagi mereka yang berprofesi sebagai penjaga rumah dan perawat kucing. Pekerjaan yang membawa berkah tambahan bagi sejumlah TKI.

Dibayar untuk bersantai sambil bermain-main dengan kucing, begitu para TKI yang terjun ke pekerjaan itu mengisahkan kegiatan mereka. Berikut ini kisah dari sejumlah warga Indonesia yang berkecimpung di industri tersebut, mengutip VOA Indonesia, Minggu (25/9/2022). 

"Enak banget sih sebetulnya sebab enggak ngapa-ngapain. Datang, tidur," ujar Daden.

"Cuma pindah tidur doang tapi dibayar," kata Juju.

Itulah gambaran Daden dan Juju tentang profesi yang telah mereka lakoni belasan tahun. Mereka adalah profesional penjaga rumah, disebut house sitter, sekaligus pengasuh kucing atau cat sitter.

Menurut definisinya, house sitter adalah orang yang dipercaya menjaga rumah agar tidak dimasuki maling selagi pemiliknya pergi. Mereka juga membersihkan rumah, menyiram tanaman, memastikan surat-surat tidak menumpuk di kotak surat, dan, yang terpenting, mengurusi hewan peliharaan. Berapa lama mereka bertugas?

“Beda-beda. Ada yang minta dua minggu. Ada yang seminggu. Kadang-kadang sebulan," ungkap Daden.

Untuk jasa mereka, Daden dan Juju menerima hingga $100 USD atau sekitar Rp 1,5 juta semalam.

"Jaga rumah itu kan enggak ditentuin. Kita enggak kasih harga ke mereka. Cuma, mereka kasih paling kecil 50 (dolar) sekitar Rp 755 ribu semalam. Kadang-kadang ada yang 75 (sekitar Rp 1,1 juta), ada yang ngasih 100 sekitar Rp 1,5 juta semalam.”

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Di Luar Uang Makan

[fimela] ilustrasi dolar
Perbesar
ilustrasi uang | pexels.com/@natasha-che-2900496

Itu di luar uang makan. Pemilik rumah kerap menyiapkan bahan pangan, aneka permainan, dan akses ke hiburan di TV supaya house sitter tidak bosan.

“Disediakan bunga-bunga supaya kita gak bosan,” kata Juju.

Bagaimana kalau ada hewan peliharaan yang harus diurus?

"Kalau ada binatang, lebih. Dikasih lagi. Karena, kalau binatang kan ekstra," tukas Daden.

 Daden dan Juju juga menerima jasa mengurus kucing. Tugas yang gampang, cetus mereka. Hanya kasih makan sesuai diet, pastikan tempat makan dan air minum ada isinya, dan bersihkan kotoran. Tidak sampai satu jam, tugas tuntas.

Susie Jaiman memberi jasa sebagai cat sitter. Ia mengurusi kucing yang sehat maupun yang sakit dengan… "(menyediakan) Makannya kucing, buang kotorannya, sediakan obatnya, dan memvakum pasir yang berserak," ujarnya.

Tugas itu diselesaikan Susie dalam 30 menit. Dalam 10 kali kerja, dia menerima rata-rata $500 (sekitar Rp 7,5 juta) atau $100 (sekitar Rp 1,5 juta) per jam. Beberapa kali, ia menerima lebih dari itu.

Asalkan kita sayang kucing dan tidak keberatan membersihkan kotoran, ini pekerjaan gampang dengan bayaran yang lumayan, kata Susie yang menyediakan jasa ini sebagai pekerjaan sambilan. Kerja hanya dengan modal tenaga ringan, cetusnya.

 


Tidak Menuntut Keterampilan Khusus, Modal Kepercayaan dan Rekomendasi Berantai

(Foto: Ilustrasi dolar AS, investasi, uang. Dok Unsplash/Pepi Stojanovski)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi dolar AS, investasi, uang. Dok Unsplash/Pepi Stojanovski)

Kembali ke house sitter, total 17 rumah secara bergilir dijaga Daden dan Juju. Rata-rata, lima rumah mereka jaga pada waktu bersamaan, walaupun hanya dua rumah yang bisa mereka tinggali. Selebihnya, mereka gilir atau mereka datangi hanya untuk bersih-bersih dan mengurus hewan atau tanaman.

"Padahal kita sudah bilang, kita gak bisa karena sudah janjian dengan si ini, si ini. Tapi, tetap saja. Ya sudah, kamu check in saja ke sini. Itu dibayar juga. Sama," jelasnya.

Profesi ini, menurut Daden, tidak menuntut keterampilan khusus. Modalnya adalah kepercayaan dan rekomendasi berantai dari klien yang puas atas jasa mereka. Yang pasti, kata Daden, harus jujur. Dia menambahkan, dia tidak akan bermuka masam walau sedang ada masalah, dan memberi jasa ekstra untuk bersih-bersih.

 

 


Jika Si Empunya Rumah Puas, Bonus Pun Menanti

Ilustrasi pendanaan, investasi, dolar
Perbesar
Ilustrasi dolar. Kredit: pasja1000 from Pixabay

Ketika si empunya rumah pulang dan mendapati rumah bersih, tanaman terawat dan hewan peliharaan sehat, mereka tidak segan memberi bonus. Pada hari-hari besar, bonus mereka pun besar.

Menurut Zippia.com, situs pencari dan perekrut tenaga kerja, house sitter rata-rata dibayar $27 (sekitar Rp 408 ribu) per jam atau hampir $52 ribu (sekitar Rp 785 juta) per tahun.

Situs lain, Ziprecruiter.com, mencatat sampai 12 September 2022, gaji house sitter di negara bagian Maryland saja rata-rata lebih dari $68 ribu (sekitar Rp 1 miliar) per tahun atau hampir $33 (sekitar Rp 498 ribu) per jam.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya