China Niat Lakukan Upaya Damai dengan Taiwan, Benarkah?

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 21 Sep 2022, 14:30 WIB
Diperbarui 21 Sep 2022, 14:45 WIB
Xi Jinping
Perbesar
Xi Jinping menyampaikan pidato penting dalam upacara peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) di Beijing, ibu kota China, pada 1 Juli 2021. (Xinhua/Ju Peng).

Liputan6.com, Beijing - China bersedia melakukan upaya maksimal untuk mengupayakan "penyatuan kembali" secara damai dengan Taiwan, kata juru bicara pemerintah China pada Rabu (21 September), setelah berminggu-minggu manuver militer dan latihan perang oleh Beijing di dekat pulau itu.

Dikutip Channel News Asia, Rabu (21/9/2022), China mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri. Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan China dan mengatakan hanya penduduk pulau itu yang dapat memutuskan masa depan mereka.

China telah melakukan latihan di dekat Taiwan sejak awal bulan lalu setelah Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi mengunjungi Taipei, termasuk menembakkan rudal ke perairan dekat pulau itu.

Ma Xiaoguang, juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, mengatakan pada konferensi pers di Beijing bahwa China bersedia melakukan upaya terbesar untuk mencapai "penyatuan kembali" secara damai.

"Tanah air harus dipersatukan kembali dan pasti akan dipersatukan kembali," kata Ma.

Tekad China untuk melindungi wilayahnya tidak tergoyahkan, tambahnya.

China telah mengusulkan model "satu negara, dua sistem" untuk Taiwan, mirip dengan formula di mana bekas jajahan Inggris di Hong Kong kembali ke pemerintahan China pada 1997.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pihak Taiwan Menolak

Ilustarsi bendera Taiwan (AFP/Mandy Cheng)
Perbesar
Ilustarsi bendera Taiwan (AFP/Mandy Cheng)

Ma mengatakan Taiwan dapat memiliki "sistem sosial yang berbeda dari daratan" yang memastikan cara hidup mereka dihormati, termasuk kebebasan beragama, tetapi itu "di bawah prasyarat untuk memastikan kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan".

Semua partai politik utama Taiwan telah menolak proposal itu dan hampir tidak memiliki dukungan publik, menurut jajak pendapat, terutama setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong pada tahun 2020 setelah kota itu diguncang oleh anti-pemerintah dan anti-China yang terkadang disertai protes kekerasan. 


China Menolak Negosiasi dengan Taiwan

Dalam lawatannya ke Indonesia pada 2-3 Oktober 2013, Presiden Xi Jinping mengusulkan konsep Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 atau 21st Century Maritime Silk Road
Perbesar
Dalam lawatannya ke Indonesia pada 2-3 Oktober 2013, Presiden Xi Jinping mengusulkan konsep Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 atau 21st Century Maritime Silk Road

China juga tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya, dan pada tahun 2005 mengesahkan undang-undang yang memberi negara itu dasar hukum untuk tindakan militer terhadap Taiwan jika ia memisahkan diri atau tampaknya akan melakukannya.

China telah menolak untuk berbicara dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen sejak dia pertama kali menjabat pada tahun 2016, dengan keyakinan bahwa dia adalah seorang separatis. Dia telah berulang kali menawarkan untuk berbicara atas dasar kesetaraan dan saling menghormati.

Namun pendahulu Tsai, Ma Ying-jeou mengadakan pertemuan penting dengan Presiden China Xi Jinping di Singapura pada tahun 2015.


Masih Berlawanan

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memakai masker di kantor kepresidenan di Taipei.
Perbesar
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memakai masker di kantor kepresidenan di Taipei. Dok: Kantor Kepresidenan Republik China (Taiwan)

Berbicara pada konferensi pers yang sama, Qiu Kaiming, kepala departemen penelitian di Kantor Kerja Taiwan, mengatakan pertemuan Xi-Ma menunjukkan "fleksibilitas strategis" mereka terhadap Taiwan.

Itu "menunjukkan kepada dunia bahwa orang-orang China di kedua sisi Selat benar-benar bijaksana dan cukup mampu memecahkan masalah kita sendiri", tambahnya.

Pemerintah Taiwan mengatakan bahwa karena pulau itu tidak pernah diperintah oleh Republik Rakyat China, klaim kedaulatannya tidak berlaku. 

Infografis 12 Cara Sehat Hadapi Stres Era Pandemi Covid-19
Perbesar
Infografis 12 Cara Sehat Hadapi Stres Era Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya