Bagaimana Hubungan Inggris-Amerika di Bawah PM Liz Truss Usai Ratu Elizabeth II Meninggal?

Oleh Anissa Rizky Alfiyyah pada 22 Sep 2022, 12:01 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 12:01 WIB
Ratu Elizabeth II Wafat, Bendera Setengah Tiang Berkibar
Perbesar
Bendera Amerika berkibar setengah tiang di atas US Capitol, setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia, di Capitol Hill, Washington, Kamis (8/9/2022). Ratu Elizabeth merupakan penguasa terlama di Inggris dan pemimpin tertua di dunia. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Liputan6.com, London - Presiden Joe Biden menjadi salah satu pemimpin negara yang berada di London untuk memberikan penghormatan kepada Ratu Elizabeth II di tengah masa transisi dalam hubungan AS-Inggris, saat raja baru (Raja Charles III) dan perdana menteri baru (Liz Truss) mulai menjabat.

Pendekatan hawkish dari Perdana Menteri Liz Truss terhadap Rusia dan China menempatkannya pada posisi yang sama dengan Biden. Tetapi kehadiran Truss (47 tahun) yang pernah menyebut hubungan itu "istimewa tetapi tidak eksklusif," dapat menandai babak baru yang jelas dalam hubungan kerja sama trans-Atlantik di bidang perdagangan dan banyak lagi.

Hawkish di sini menggambarkan politikus atau pemerintah yang lebih suka menggunakan kekuatan untuk mencapai sesuatu, daripada menggunakan metode damai dan diplomatik.

Dikutip dari AP News, Kamis (22/9/2022), yang menjadi perhatian utama bagi para pejabat pemerintahan Biden di awal masa jabatan Truss adalah dukungannya terhadap undang-undang yang akan merusak bagian-bagian dari pengaturan perdagangan pasca-Brexit di Irlandia Utara.

Para analis mengatakan langkah itu dapat menyebabkan ketegangan yang berkepanjangan antara Inggris dan Uni Eropa, dan merusak perdamaian di Irlandia Utara.

Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan langkah itu "tidak akan menciptakan lingkungan yang kondusif" untuk menyusun kesepakatan perdagangan AS-Inggris yang telah lama ditunggu-tunggu dan didambakan oleh Truss dan Partai Konservatifnya.

"Dia mengisyaratkan bersedia sejalan dalam hal ini dan itu yang justru akan menyebabkan keretakan tidak hanya antara Inggris dan Uni Eropa, tetapi juga Inggris dan AS," kata Max Bergmann, direktur program Eropa di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington dan mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri dalam pemerintahan Obama. "Ini adalah salah satu yang akan membuat Gedung Putih terjaga di malam hari."

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Timbul Banyak Pertanyaan

Presiden Amerika Serikat Joe Biden (AP)
Perbesar
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (AP)

Biden tiba di London Sabtu malam (17/9) dan dijadwalkan bertemu dengan Truss pada hari Minggu, tetapi kantor perdana menteri mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka akan melewatkan acara akhir pekan itu, dan memilih untuk mengadakan pertemuan di New York pada Majelis Umum PBB pada hari Rabu (21/9) meskipun Truss masih berencana untuk bertemu dengan para pemimpin dunia lainnya yang berkumpul di London untuk menghadiri pemakaman kerajaan.

Gedung Putih mengkonfirmasi pertemuan PBB tepat saat presiden memasuki Air Force One.

Kedua sekutu dekat ini sekarang berada dalam periode ketidakpastian politik. Tidak berbeda dengan Biden yang septuagenarian (orang yg berumur tujuhpuluh tahun), Raja Charles III dihadapkan pada pertanyaan dari publik tentang apakah usianya akan membatasi kemampuannya untuk menjalankan tugas-tugas raja dengan setia.

Charles, 73 tahun, dan Biden, 79 tahun, telah mendiskusikan kerja sama global tentang krisis iklim tahun lalu saat keduanya menghadiri pertemuan puncak di Glasgow, Skotlandia. Mereka juga bertemu di Istana Buckingham pada Juni 2021 pada acara jamuan yang diselenggarakan ratu sebelum pertemuan puncak para pemimpin dunia di Cornwall.


Ada Kegelisahan

Ratu Elizabeth
Perbesar
Ratu Elizabeth membuat penampilan publik pertamanya sejak Juli yang sekaligus menjadi penampilan terakhir saat menyambut Perdana Menteri Liz Truss di Balmoral pada 6 September 2022 (Foto: Instagram @theroyalfamily)

Truss mendapati dirinya, seperti halnya Biden, dihadapkan pada pertanyaan tentang apakah dia memiliki apa yang diperlukan untuk memperbaiki negara yang dihantam oleh inflasi berkepanjangan akibat pandemi  yang juga diperburuk oleh invasi Rusia ke Ukraina yang memicu kekacauan di pasar energi global.

"Ini tentu saja merupakan masa perubahan dan transformasi di Inggris," kata Barbara A. Perry, direktur studi kepresidenan di Miller Center University of Virginia. Dia menambahkan, "Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa midterm kami. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada tahun 2024."

Truss, seorang mantan akuntan yang pertama kali terpilih menjadi anggota Parlemen pada tahun 2010, belum banyak berinteraksi dengan Biden.

Namun, Presiden AS meneleponnya awal bulan ini untuk mengucapkan selamat kepadanya.

Sekarang, pada minggu-minggu pertama masa kepemimpinan Truss, para pejabat pemerintahan Biden dengan hati-hati mengamati pemimpin baru Inggris itu. Para analis mengatakan ada beberapa kegelisahan dalam pemerintahan.


Pemimpin Dunia Berkumpul di Inggris

20170617-Kate Middleton di Parade Kerajaan-AFP
Perbesar
Keluarga kerajaan Inggris menyaksikan Trooping the Color Parade di balkon Istana Buckhingham, London, Sabtu (17/6). Trooping the Color Parade adalah acara tahunan untuk merayakan hari resmi ulang tahun Ratu Elizabeth. (CHRIS J RATCLIFFE / AFP)

Berbicara masalah hubungan antar pemimpin dunia dan negara, Senin 19 September 2022 merupakan masa pemakaman Ratu Elizabeth II, sejumlah tamu undangan dilaporkan telah hadir untuk mengikuti prosesi kenegaraan tersebut.

Mengutip VOA Indonesia, Senin (19/9/2022), Presiden AS Joe Biden dan ibu negara Jill Biden telah berada di London bersama ratusan pemimpin dunia lainnya. Ribuan masyarakat umum pun berbondong-bondong ke ibu kota Inggris, bergabung dalam antrean panjang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin kerajaan terlama di negara itu, mendiang Ratu Elizabeth II.

Biden menggambarkan Ratu Elizabeth II sebagai pribadi yang "baik, terhormat dan selalu mengutamakan pengabdiannya," ketika ia dan Ibu Negara Jill Biden menandatangani buku belasungkawa hari Minggu (18/9), sebelum pemakaman sang ratu hari Senin di Westminster Abbey, London.

"Kepada seluruh rakyat Inggris, semua orang di Inggris – kami turut berbelasungkawa," kata Biden setelah menuliskan pesan belasungkawa selama tiga menit di Lancaster House, yang merupakan properti kerajaan di dekat Istana Buckingham di London. "Dan Anda beruntung memilikinya selama lebih dari 70 tahun. Kita semua beruntung. Dunia ini lebih baik berkatnya."

Ia menambahkan, sang Ratu Elizabeth mengingatkannya pada mendiang ibunya sendiri, bahwa ketika mereka bertemu, “ia terus menawari saya lebih banyak makanan, dan saya terus menikmati semua yang ia sodorkan ke hadapan saya.”

Selengkapnya di sini...

Infografis Ratu Inggris Elizabeth II Meninggal Dunia. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Ratu Inggris Elizabeth II Meninggal Dunia. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya