Koalisi Partai Anti-Imigrasi Unggul di Pemilu Swedia, PM Magdalena Andersson Mundur

Oleh Tommy Kurnia pada 15 Sep 2022, 07:30 WIB
Diperbarui 15 Sep 2022, 07:46 WIB
Hidup Tanpa Lockdown Corona di Swedia
Perbesar
Orang-orang duduk di tangga Royal Dramatic Theatre dengan menjaga jarak di Stockholm, Rabu (22/4/2020). Swedia belum memberlakukan lockdown, namum pemerintah memberikan tanggung jawab yang besar kepada penduduknya untuk membantu mengurangi penyebaran virus corona. (Janerik Henriksson / TT via AP)

Liputan6.com, Stockholm - Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson dari Partai Sosial Demokrat mundur setelah kekalahan di pemilihan umum 2022. Koalisinya Magdalena Andersson kalah tipis dari koalisi yang didukung sayap kanan.

Dilansir BBC, Kamis (15/9/2022), koalisi Andersson yang beraliran kiri-tengah diprediksi kalah tiga kursi di parlemen, yakni 176-173. Sudah ada 99 persen suara yang dihitung.

Pemimpin Partai Moderat Ulf Kristersson kini berpotensi membentuk pemerintahan yang baru. Blok ini juga terdiri dari partai sayap kanan Demokrat Swedia yang berkampanye soal penembakan geng yang semakin marak.

Partai Demokrasi Swedia terkenal anti-imigrasi. Pendukung partai itu mengaitkan kasus geng dengan imigrasi. Kini, partai itu memenangkan 20 persen suara.

Sebelumnya partai Demokrat Swedia disebut berasal dari gerakan neo-Nazi pada akhir 1980-an. Kini, partai itu berusaha memperbaiki citra mereka.

Magdalena Andersson berkata menyadari masyarakat khawatir tentang bangkitnya partai tersebut.

"Saya melihat kekhawatiran anda dan saya merasakannya," ujarnya.

Magdalena Andersson berkata akan tetap mundur pada Kamis ini meski perhitungan final belum selesai. Ia mengakui partai rival telah mendapat suara mayoritas, meski tipis.

"Ini adalah mayoritas yang tipis, tetapi ini adalah mayoritas," ujar PM wanita pertama Swedia itu. Partai Sosial Demokrat telah mendominasi perpolitikan Swedia sejak 1930-an.

Di lain pihak, Ulf Kristersson berkata siap membentuk pemerintahan.

"Saya siap untuk melakukan segala yang saya bisa untuk membentuk pemerintahan yang baru, stabil, dan bersemangat untuk seluruh Swedia dan rakyatnya," ujar Kristersson.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Penembakan di Mal Swedia Tewaskan 1 Orang, Pengunjung Panik Dengar 20 Tembakan

Ilustrasi Bendera Swedia (iStockphoto via Google Images)
Perbesar
Ilustrasi Bendera Swedia (iStockphoto via Google Images)

Sebelumnya dilaporkan, insiden penembakan terjadi di sebuah tempat publik di Swedia.

"Seorang pria tewas dan seorang wanita dirawat di rumah sakit setelah penembakan di sebuah pusat perbelanjaan di Swedia," kata polisi seperti dikutip dari BBC, Sabtu (20/8).

Orang-orang di Emporia shopping mall di kota selatan Malmo melarikan diri dengan panik setelah mendengar sekitar 20 tembakan dilepaskan, kata outlet Swedia TV4.

Polisi telah menangkap seorang remaja laki-laki dan meyakini penembakan di mal Swedia itu terkait dengan ketegangan geng.

Insiden penembakan mal ini terjadi ketika Swedia bersiap untuk pemilihan umum bulan depan, di mana kekerasan geng menjadi perhatian utama pemilih.

Swedia masih memiliki salah satu tingkat pembunuhan senjata tertinggi di Eropa.

Sebuah laporan resmi pemerintah Swedia yang diterbitkan tahun lalu menyatakan bahwa empat dari setiap juta penduduk meninggal dalam penembakan setiap tahun di Swedia. Di Eropa rata-rata adalah 1,6 orang per juta penduduk.

Penembakan tahun ini juga telah menyebar di luar kota-kota utama negara itu, karena kekerasan geng - yang menurut polisi sering dikaitkan dengan penembakan itu - menyebar lebih jauh.

Integrasi imigran yang buruk, kesenjangan yang melebar antara yang kaya dan miskin, dan meningkatnya penggunaan narkoba adalah apa yang dikatakan polisi sebagai akar penyebab kekerasan.

Awal tahun ini Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson juga mengatakan kurangnya integrasi telah menyebabkan kekerasan geng.


Kekerasan Geng Jadi Sorotan di Swedia

Magdalena Andersson, PM Baru Swedia. (AP)
Perbesar
Magdalena Andersson, PM Baru Swedia. (AP)

Setelah serentetan penembakan baru-baru ini di kota kecil Orebro, kepala polisi setempat mengatakan mereka sekarang memiliki lebih banyak geng - dan mereka menjadi lebih kejam.

"Di mana mungkin 10 tahun yang lalu mereka memukuli seseorang, mereka kemudian saling menembak di kaki," kata Mattias Forssten kepada Reuters. "Sekarang mereka saling menembak di kepala."

Masalah ini menjadi sangat penting bagi pemilih Swedia, dengan 41% dari mereka mengatakan kejahatan adalah perhatian terbesar mereka, menurut Lembaga Masyarakat, Opini, dan Media Universitas Gothenburg, yang dikutip oleh Reuters.

Ini bisa menjadi masalah bagi Sosial Demokrat yang berkuasa, yang menurut para kritikus telah gagal menghentikan peningkatan kejahatan geng selama delapan tahun berkuasa.

Partai yang berkuasa, bagaimanapun, mengatakan langkah-langkah tambahan yang menargetkan geng-geng kriminal serta perluasan bantuan kepolisian akan mengatasi masalah tersebut.


Masuk NATO

Ilustrasi bendera NATO
Perbesar
Ilustrasi bendera NATO (Wikipedia/Public Domain)

Pada pemerintah Andersson, Swedia juga mengambil langkah untuk masuk NATO. AS termasuk anggota NATO yang mendukung kedua negara tersebut. Mengutip DW Indonesia, Kamis (4/8), Presiden Joe Biden memuji pemungutan suara itu sebagai momen "bersejarah."

Senat Amerika Serikat pada Rabu 3 Agustus menyetujui rencana masuknya Finlandia dan Swedia ke NATO.

Sebelumnya negara-negara Nordik itu telah lama mempertahankan netralitasnya pada isu geopolitik. Kedua negara meluncurkan tawaran untuk bergabung dengan aliansi 30-anggota sehubungan dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Pemungutan suara pada Rabu dengan mudah melampaui mayoritas dua pertiga yang diperlukan untuk mendukung ratifikasi dokumen aksesi, dengan 95 senator memberikan suara untuk mendukung. Hanya satu senator Republik, Josh Hawley, yang menentang pencalonan dua negara Eropa tersebut.

"Pemungutan suara bersejarah ini mengirimkan sinyal penting dari komitmen bipartisan AS yang berkelanjutan untuk NATO, dan untuk memastikan Aliansi kami siap menghadapi tantangan hari ini dan besok," kata Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan.

Infografis Presiden Ukraina Geram Ditolak NATO
Perbesar
Infografis Presiden Ukraina Geram Ditolak NATO (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya