Liz Truss Jadi PM Inggris ke-15 di Zaman Ratu Elizabeth II, Ini Daftar Selengkapnya

Oleh Tommy Kurnia pada 05 Sep 2022, 20:35 WIB
Diperbarui 06 Sep 2022, 10:07 WIB
Perdana Menteri Inggris Liz Truss.
Perbesar
Perdana Menteri Inggris Liz Truss. Dok: Twitter @trussliz

Liputan6.com, London - Liz Truss terpilih sebagai perdana menteri Inggris yang baru. Ia diumumkan menjadi pemimpin Partai Konservatif pada Senin (5/9/2022) setelah Boris Johnson mundur akibat skandal.

Sebagai pemimpin partai berkuasa, Liz otomatis menjadi PM Inggris, dan ia akan membentuk pemerintahan atas nama Monarki.

Elizabeth Truss adalah perdana menteri ke-15 di zaman Ratu Elizabeth II. Liz Truss adalah wanita ketiga yang menjabat sebagai PM Inggris dalam sejarah.

Ratu Elizabeth II naik takhta menjadi ratu Inggris sejak Februari 1952. Waktu itu, ia masih berusia 25 tahun. Perdana menterinya yang pertama adalah sosok Winston Churchill yang legendaris. 

Pada tahun 1979, Ratu Elizabeth II menyaksikan fenomena bersejarah saat wanita yang seumuran dengannya terpilih menjadi perdana menteri Inggris. Sosok itu adalah Margaret Thatcher yang dikenal sejarah sebagai The Iron Lady. 

Berikut daftar perdana menteri Inggris di era Ratu Elizabeth II: 

1. Sir Winston Churchill

Partai Konservatif (menjabat 1951-1955)

Winston Churchill adalah tokoh yang ikut aktif di Perang Dunia I dan II. Ia juga dekat dengan ayahanda Ratu Elizabeth: Raja George VI.

2. Anthony Eden

Partai Konservatif (menjabat 1955 - 1957)

Anthony Eden adalah murid politik dari Churchill. Pemerintahannya diguncang oleh Krisis Terusan Suez antara Inggris dan Mesir. Ia pun tak lama berkuasa, meski lama menanti di bayangan Churchill.

3. Harold Macmillan 

Partai Konservatif (menjabat 1957-1963)

Pemerintahan Harold Macmillan menjadi sorotan karena krisis akibat "Profumo affair". Saat itu, Menteri Luar Negeri Urusan Perang John Profumo ketahuan punya hubungan dengan Christine Keller, wanita yang juga berhubungan dengan perwira militer Rusia.

4. Alec Douglas-Home

Partai Konservatif (menjabat 1963-1964)

5. Harold Wilson

Partai Buruh (menjabat 1964-1970)

Harold Wilson menjadi politisi Partai Buruh pertama yang menjadi PM Inggris di era Ratu Elizabeth II. Meski sang Ratu terbiasa dengan Partai Konservatif, sejarah mencatat relasi Wilson dan Ratu Elizabeth II sangatlah hangat.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


PM Wanita

Mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher
Perbesar
Mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher (Chris Collins of the Margaret Thatcher Foundation)

6. Sir Edward Heath

Partai Konservatif (menjabat 1970-1974)

7. Harold Wilson

Partai Buruh (menjabat 1974-1976)

Kabinet Wilson jilid II hanya bertahan singkat. Ia mundur karena faktor kesehatan, salah satunya Alzheimer.

8. James Callaghan

Partai Konservatif (menjabat 1976-1979)

9. Margaret Thatcher

Partai Konservatif (menjabat 1979-1990)

Margaret Thatcher adalah PM wanita pertama dalam sejarah Inggris. Kepribadiannya yang berani dan tegas membuat Thatcher dijuluki The Iron Lady oleh Uni Soviet. Hingga kini, ia adalah PM Inggris dengan masa jabatan terlama di abad ke-20.

10. Sir John Major

Partai Konservatif (menjabat 1990-1997)

John Major menjadi perdana menteri usai mengumpulkan sekutu untuk melengserkan Margaret Thatcher. Thatcher menang dengan selisih empat suara dalam pemilihan di Partai Konservatif, namun Iron Lady akhirnya memilih mundur.


Tony Blair hingga Liz Truss

Menlu Inggris Liz Truss bersama para mitra gojek di Monas.
Perbesar
Menlu Inggris Liz Truss bersama para mitra gojek di Monas. Dok: British Embassy

11. Sir Tony Blair

Partai Buruh (menjabat 1997-2007)

Tony Blair adalah tokoh dari Partai Buruh yang memegang kekuasaan terlama di era Ratu Elizabeth II. Di bawah pemerintahannya, Inggris ikut terlibat pada War on Terror.

12. Gordon Brown

Partai Buruh (menjabat 2007-2010)

13. David Cameron

Partai Konservatif (menjabat 2010-2016)

Setelah lama tidak berkuasa, Partai Konservatif berhasil masuk lagi ke Downing Street dengan kemenangan David Cameron. Sejak Cameron berkuasa pada 2010, Partai Konservatif masih terus memegang kekuasaan di Britania Raya.

14. Theresa May

Partai Konservatif (menjabat 2016-2019)

Theresa May adalah wanita kedua yang menjadi PM Inggris di era Ratu Elizabeth II. Pemerintahannya terdampak krisis Brexit. Ia pun mundur pada 2019, meski tetap aktif di dunia politik.

15. Boris Johnson

Partai Konservatif (menjabat 2019-2022)

Boris Johnson adalah wajah lama di perpolitikan Inggris. Ia dulu adalah wali kota London dan pernah ke DKI Jakarta. Boris menjadi perdana menteri di tengah krisis pandemi COVID-19, namun berbagai skandal terjadi, salah satunya soal pesta saat lockdown. Kritikan publik pun tidak terbendung.

16. Liz Truss

Partai Konservatif (petahana)

Wanita ketiga yang menjadi perdana menteri Inggris. Usia Liz Truss baru 47 tahun, lebih muda dari usia Thatcher dan May sebelum mereka terpilih. Tiga wanita itu juga sama-sama lulusan Universitas Oxford.


Terpilih Jadi PM Inggris, Liz Truss Akan Temui Ratu Elizabeth II

Camilla, Pangeran Charles, Ratu Elizabeth II, Kate Middleton, Pangeran William, Pangeran George, Putri Charlote, dan Pangeran Louis
Perbesar
Camilla, Pangeran Charles, Ratu Elizabeth II, Kate Middleton, Pangeran William, Pangeran George, Putri Charlote, dan Pangeran Louis berdiri untuk menyaksikan flypast khusus dari balkon Istana Buckingham setelah Parade Ulang Tahun Ratu, Trooping the Colour, sebagai bagian dari perayaan ulang tahun platinum Ratu Elizabeth II, di London pada 2 Juni 2022. (DANIEL LEAL / AFP)

Liz Truss telah terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris menggantikan Boris Johnson. Hal ini telah diumumkan oleh Sir Graham Brady pada Senin (5/9).

Liz Truss PM Inggris yang baru, besok dia akan mengunjungi Ratu Elizabeth II di Balmoral untuk undangan dalam urusan membentuk pemerintahan Inggris. 

Sir Graham Brady mengatakan, Truss memenangkan 81.326 suara dibandingkan dengan bagian Sunak yang 60.399 suara.

Brady menambahkan ada jumlah pemilih 82,6% dalam proses pemungutan suara, demikian dikutip dari laman BBC, Senin (5/9).

Sejak awal, Liz Truss sudah diperkirakan akan mengalahkan Rishi Sunak dan diumumkan sebagai pemimpin baru Partai Konservatif.

Truss yang sejak awal menguasai jajak pendapat menjanjikan pembekuan tagihan energi untuk kesejahteraan masyarakat Inggris, demikian dikutip dari laman BBC, Senin (5/9/2022).

Di sisi lain, ia juga berjanji untuk mulai memotong pajak sejak hari pertama.

Boris Johnson dipaksa mundur pada 7 Juli 2022 usai pejabat pemerintah, yang memprotes kepemimpinannya dilanda skandal. Johnson terus menjabat sebagai perdana menteri sementara sampai ada pemimpin baru menggantikannya.

Johnson, yang meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum pada 2019, kehilangan dukungan setelah dia terjebak dalam serangkaian skandal, termasuk skandal Partygate dan skandal Chris Pincher.

Tetapi Johnson mempertahankan rekornya dalam penampilan terakhirnya di Pertanyaan Perdana Menteri di House of Commons pada Rabu sore, tak lama sebelum hasil pemungutan suara diumumkan. Anggota parlemen akan memulai reses musim panas mereka pada Kamis.

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya