Survei Ini Kuak Tren Remaja AS Tinggalkan Facebook, Beralih ke Medsos Berbagi Video

Oleh Liputan6.com pada 12 Agu 2022, 16:02 WIB
Diperbarui 12 Agu 2022, 16:02 WIB
Ilustrasi Facebook
Perbesar
Facebook (LOIC VENANCE / AFP)

Liputan6.com, New York - Data survei Pew Research Center yang dirilis pada Rabu 10 Agustus 2022 menunjukkan tren baru bahwa remaja di Amerika Serikat telah berbondong-bondong meninggalkan Facebook selama tujuh tahun terakhir. Mereka disebutkan lebih memilih untuk menghabiskan waktu di ranah media sosial berbagi video seperti YouTube dan TikTok.

"TikTok telah muncul sebagai platform media sosial teratas untuk remaja AS, sementara YouTube yang dikelola Google menonjol sebagai platform paling umum yang digunakan oleh remaja," menurut laporan tersebut seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (12/8/2022).

Data Pew tersebut muncul saat pemilik Facebook, Meta, sedang bertarung dengan TikTok untuk menjadi yang terdepan dalam ranah media sosial, dengan mencoba mempertahankan jumlah maksimum pengguna sebagai bagian dari bisnis bernilai miliaran dolar yang digerakkan oleh iklan itu.

Laporan itu menyebutkan bahwa sekitar 95 persen remaja yang disurvei mengatakan mereka menggunakan YouTube, dibandingkan dengan 67 persen yang mengatakan mereka adalah pengguna TikTok.

Hanya 32 persen remaja yang disurvei mengatakan mereka menggunakan Facebook – penurunan besar dari 71 persen yang melaporkan menjadi pengguna media sosial tersebut dalam survei serupa sekitar tujuh tahun lalu.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Facebook Platform bagi Orang Tua

WhatsApp, Facebook, Instagram, Hingga Google Terancam Diblokir, Ini Penjelasan Kominfo
Perbesar
Ilustrasi aplikasi media sosial. (Sumber foto: Pexels.com).

Facebook, yang dulu sempat dianggap tempat populer untuk berkumpul secara daring, kini telah dipandang sebagai platform bagi orang tua, sementara kawula muda tertarik pada jejaring sosial di mana mereka dapat mengekspresikan diri mereka dengan gambar dan cuplikan video.

Sekitar 62 persen remaja mengatakan mereka menggunakan Instagram, yang dimiliki oleh Meta, perusahaan induk Facebook, sementara 59 persen mengatakan mereka menggunakan Snapchat, kata para peneliti.

Laporan tersebut didasarkan pada survei terhadap 1.316 remaja AS, yang berusia mulai dari 13 hingga 17 tahun. Survei dilakukan dari pertengahan April hingga awal Mei tahun ini, menurut Pew.


Rusia Larang Facebook dan Instagram, Moskow: Perusahaan Ekstremis

Ilustrasi Facebook
Perbesar
Ilustrasi Facebook (Photo by Joshua Hoehne on Unsplash)

Bicara soal Facebook, pengadilan Moskow sempat memutuskan untuk melarang Facebook dan Instagram di Rusia, melabeli perusahaan induk dari dua jejaring sosial, Meta Platforms Inc. sebagai perusahaan "ekstremis."

Kantor Kejaksaan Agung Rusia mengatakan bahwa gugatan itu ditujukan untuk melindungi orang Rusia dari "pelanggaran hak-hak mereka," menurut media lokal, demikian dikutip dari laman Xinhua, Selasa (22/3/2022).

Meta mengizinkan penggunanya melakukan posting pidato kekerasan militer Rusia.

Pihak Metaverse diklaim Rusia telah mengabaikan lebih dari 4.500 permintaan untuk menghapus informasi palsu tentang operasi militer khusus Rusia.

Hal yang membuat Rusia geram yaitu, Meta mengizinkan penyebaran informasi soal seruan demonstrasi.

Putusan pengadilan akan segera berlaku tetapi tidak akan memengaruhi keberadaan WhatsApp.

Meta juga dilarang melakukan bisnis di Rusia karena Kantor Kejaksaan Agung dan Layanan Keamanan Federal Rusia menuduh perusahaan raksasa AS itu bertindak melawan Rusia dan angkatan bersenjatanya.

Selengkapnya di sini...


Facebook Ganti Nama Jadi Meta

Ilustrasi Facebook
Perbesar
Ilustrasi Facebook - Media sosial (Foto: Unsplash.com/Con Karampelas)

Sebagai informasi, Facebook mengubah nama mereka menjadi Meta. Dasar perubahan ini adalah fokus perusahaan ke bidang virtual reality. 

Dilaporkan AP News, Jumat (29/10/2021), perubahan ini diumumkan langsung oleh pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. 

Nama Facebook untuk media sosial akan tetap Facebook. Nama Meta ini hanya ditujukan untuk perusahaan induknya saja. 

Meta kini menjadi nama perusahaan pemilik brand Facebook, Messenger, WhatsApp, Instagram, dan Oculus.

Ini serupa dengan perusahaan induk Google yang dulu berganti nama menjadi Alphabet. 

Berkat media sosial, Mark Zuckerberg menjadi milenial terkaya di dunia.

Dalam perjalanan kariernya, Mark Zuckerberg mendapatkan pujian karena Facebook menjadi media sosial paling terkemuka di dunia, dan berhasil menggeser media sosial seperti MySpace. 

Namun, beberapa tahun terakhir Zuckerberg terjerat kontroversi karena dituding tidak tegas terhadap perilaku-perilaku negatif yang datang di dalam platform miliknya. 

Salah satunya adalah masalah privasi, yakni Cambridge Analytica. Akibat kontroversi itu, kesadaran mengenai data pribadi menjadi semakin meluas. 

Masalah lain yang mencuat adalah terkait ekstremisme di Facebook, seperti terkait kekerasan di Myanmar. 

Infografis Google dan Facebook (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Google dan Facebook (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor
Perbesar
Infografis Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya