Harga Mi Instan Diprediksi Naik, Indonesia Pengonsumsi Terbanyak Kedua di Dunia

Oleh Tanti Yulianingsih pada 10 Agu 2022, 19:10 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 19:10 WIB
Ilustrasi Mi Instan
Perbesar
Ilustrasi mi instan. (dok. Pixabay.com/digitalphotolinds)

Liputan6.com, Jakarta - Perang Rusia Ukraina yang masih berlangsung disebut-sebut telah menghambat pengiriman ratusan juta ton gandum dari kedua negara yang merupakan penghasil gandum terbesar dunia.

Menteri Pertanian Indonesia Syahrul Yasin Limpo pun mengungkapkan kemungkinan harga mi instan naik imbas perang Rusia-Ukraina.

Indonesia ternyata masuk daftar negara pengonsumsi mi instan terbanyak di dunia. Menurut data dari instantnoodles.org yang dikutip Rabu (10/8/2022), berada di posisi kedua setelah China/Hong Kong.

Informasi bertajuk Global Demand of Instant Noodles Top 15 itu menyuguhkan data dari 2017 hingga 2021.

Daftar tersebut merinci China/ Hong Kong mengonsumsi 43.990 juta porsi per tahun, sementara Indonesia 13.270 juta porsi per tahun.

Lima negara di Asia terpantau masuk dalam data tersebut, berikut ini rinciannya: 

  1. China 43.990 juta porsi per tahun
  2. Indonesia 13.270 juta porsi per tahun
  3. Vietnam 8.560 juta porsi per tahun
  4. India 7.560 juta porsi per tahun
  5. Jepang 5.850 juta porsi per tahun

Sebelumnya, Menteri Syahrul memprediksi harga mi instan bisa naik tiga kali lipat karena mahalnya harga gandum sebagai bahan baku, yang masih dipasok melalui impor.

"Belum selesai dengan climate change, kita dihadapi dengan Perang Ukraina-Rusia, di mana ada 180 juta ton gandum nggak bisa keluar, jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya (naik) 3x lipat," ujar Menteri Syahrul, dalam webinar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, dikutip hari Rabu.

"Ada gandum tapi harganya mahal banget. Sementara kita impor terus," pungkasnya. 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


10 Besar Negara Pengonsumsi Mi Instan Terbanyak Sedunia

Ilustrasi mi instan
Perbesar
Ilustrasi mi instan. (Photo jcomp Copyright by Freepik)

Menurut data dari instantnoodles.org tahun 2021, berikut ini daftar 10 negara pengonsumsi mi instan terbanyak sedunia:

  1. China/Hong Kong 43.9902 juta porsi per tahun
  2. Indonesia 13.2703 juta porsi per tahun
  3. Vietnam 8.5604 juta porsi per tahun
  4. India  7.5605 juta porsi per tahun
  5. Jepang 5.8506 juta porsi per tahun
  6. AS 4.9807 juta porsi per tahun
  7. Filipina 4.4408 juta porsi per tahun
  8. Korea Selatan 3.7909 juta porsi per tahun
  9. Thailand 3.63010 juta porsi per tahun
  10. Brasil 2.850 juta porsi per tahun

Menurut daftar tersebut, ada delapan negara Asia yang tercatat mengonsumsi mi instan terbanyak.

Berikut ini daftar selengkapnya:

  1. China/Hong Kong 43.990 juta porsi per tahun
  2. Indonesia 13.270 juta porsi per tahun
  3. Vietnam 8.560 juta porsi per tahun
  4. India 7.560 juta porsi per tahun
  5. Jepang 5.850 juta porsi per tahun
  6. AS 4.980 juta porsi per tahun
  7. Filipina 4.440 juta porsi per tahun
  8. Korea Selatan 3.790 juta porsi per tahun
  9. Thailand 3.630 juta porsi per tahun
  10. Brasil 2.850 juta porsi per tahun
  11. Nigeria 2.620 juta porsi per tahun
  12. Rusia 2.100 juta porsi per tahun
  13. Nepal 1.590 juta porsi per tahun
  14. Malaysia 1.580 juta porsi per tahun
  15. Meksiko 1.360 juta porsi per tahun
  16. Taiwan 900 juta porsi per tahun
  17. Arab Saudi Myanmar 850 juta porsi per tahun
  18. Australia 760 juta porsi per tahun
  19. Bangladesh 450 juta porsi per tahun
  20. Inggris 430 juta porsi per tahun
  21. Kamboja 430  juta porsi per tahun
  22. Afrika Selatan 410 juta porsi per tahun
  23. Mesir 400 juta porsi per tahun
  24. Jerman 390 juta porsi per tahun
  25. Ukraina 350  juta porsi per tahun
  26. Turki 340 juta porsi per tahun
  27. Polandia 330 juta porsi per tahun
  28. Kazakhstan 320 juta porsi per tahun
  29. Guatemala 270 juta porsi per tahun
  30. Pakistan 230 juta porsi per tahun
  31. Uzbekistan 210 juta porsi per tahun
  32. Kanada 200 juta porsi per tahun
  33. Sri Lanka 190 juta porsi per tahun
  34. Peru 170 juta porsi per tahun
  35. Singapura 130 juta porsi per tahun
  36. Ethiopia 130 juta porsi per tahun
  37. Kenya 100 juta porsi per tahun
  38. Prancis 100 juta porsi per tahun
  39. Selandia Baru 90 juta porsi per tahun
  40. Spanyol 90 juta porsi per tahun
  41. Republik Ceko 70 juta porsi per tahun
  42. Swedia 60 juta porsi per tahun
  43. Iran 60 juta porsi per tahun
  44. Belanda 50 juta porsi per tahun
  45. Chile 50 juta porsi per tahun
  46. Serbia 50 juta porsi per tahun
  47. Hungaria 40 juta porsi per tahun
  48. Italia 30 juta porsi per tahun
  49. Denmark 30 juta porsi per tahun
  50. Kolombia 20 juta porsi per tahun
  51. Belgia 20 juta porsi per tahun
  52. Argentina 20 juta porsi per tahun
  53. Finlandia 20 juta porsi per tahun
  54. Kosta Rika 20 juta porsi per tahun
  55. Swiss 10 juta porsi per tahun

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Pantauan Harga Mi Instan

Ilustrasi mi instan
Perbesar
Ilustrasi mi instan. (Photo KamranAydinov Copyright by Freepik)

Berdasarkan pantauan pada Rabu 10 Agustus 2022 di platform e-commerce Tokopedia, harga mi instan dijual di kisaran Rp 2 ribu per bungkus.

Ada juga yang menjual produk mi instan Indomie varian Mi Goreng original seharga Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu.

Sementara di  platform e-commerce Shopee, harga produk Indomie dijual di kisaran Rp 3.500 hingga Rp 4 ribu per bungkus.

Adapun situs klik Indomaret, di mana harga Indomie varian Ayam Bawang dan Mi Goreng dibandrol seharga Rp 3.000 per bungkusnya.


Mendag Bantah Harga Mi Instan Naik: September Trennya Turun

Ilustrasi mi instan
Perbesar
Ilustrasi mi instan. (Photo Copyright by Freepik)

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membantah kenaikan harga mi instan imbas dari kenaikan harga gandum. Ia menyebut, suplai dari beberapa negara akan membanjiri, sehingga berpengaruh pada harga produknya.

Menurutnya, dengan adanya panen dari sejumlah negara, selain Ukraina, akan berpengaruh pada harga gandum kedepannya. Artinya, ia juga membantah adanya kenaikan harga bagi produk olahan gandum seperti mi instan.

"Enggak (tidak akan naik harga), mudah-mudahan nanti kan, ini sudah (melimpah suplai gandum)," kata dia kepada wartawan di Kementerian Perdagangan, Rabu (10/8/2022).

Ia menyebut, suplai gandum akan melimpah menyusul adanya panen di Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Artinya, dengan peningkatan suplai, akan membuat tren harga gandum menurun.

Di sisi lain, Ukraina sendiri disebut telah membuka akses ekspor gandum yang dihasilkannya. Menyoal, Ukraina menjadi salah satu pemasok gandum terbesar di dunia.

"Dulu kan gagal panennya di Australia, Kanada gagal, Amerika ya, sekarang perannya sukses, apalagi sekarang Ukraina sudah mulai jual," ujarnya.

Dengan pemenuhan suplai tersebut, Mendag Zulkifli menaksir tren harga gandum, maupun produk turunannya seperti mi instan akan turun pada September mendatang.

"Mungkin September trennya akan turun," tukasnya.

Pernyataan ini berbeda dengan yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu. Dengan tersendatnya akses logistik gandum, maka, harganya akan semakin naik. Dimana berpengaruh juga pada harga mi instan.

Selengkapnya di sini...

INFOGRAFIS JOURNAL_Konflik Ukraina dan Rusia Ancam Krisis Pangan di Indonesia?
Perbesar
INFOGRAFIS JOURNAL_Konflik Ukraina dan Rusia Ancam Krisis Pangan di Indonesia? (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya