KBRI Seoul: Belum Ada Laporan WNI Terdampak Banjir di Korea Selatan

Oleh Tanti Yulianingsih pada 09 Agu 2022, 09:46 WIB
Diperbarui 09 Agu 2022, 10:15 WIB
Sebuah kendaraan terendam di jalan yang banjir di Seoul, Senin, 8 Agustus 2022. Hujan lebat mengguyur ibu kota Korea Selatan, mengubah jalan-jalan Distrik Gangnam menjadi sungai. (Hwang Kwang-mo/Yonhap via AP) Baca Lebih Sedikit
Perbesar
Sebuah kendaraan terendam di jalan yang banjir di Seoul, Senin, 8 Agustus 2022. Hujan lebat mengguyur ibu kota Korea Selatan, mengubah jalan-jalan Distrik Gangnam menjadi sungai. (Hwang Kwang-mo/Yonhap via AP) Baca Lebih Sedikit

Liputan6.com, Seoul - Banjir melanda bagian selatan Seoul, Korea Selatan pada Senin 8 Agustus 2022 malam waktu setempat. Sedikitnya tujuh orang tewas dan daerah metropolitan semalam, kata pihak berwenang pada Selasa (9/8/2022), setelah hujan lebat mematikan aliran listrik dan membuat jalan-jalan dan kereta bawah tanah terendam banjir.

Di Distrik Gangnam yang mewah dan sangat terkonsentrasi, beberapa bangunan tanpa listrik dan telah terendam air, sementara mobil, bus, dan stasiun kereta bawah tanah terendam, membuat orang-orang terdampar. Beberapa toko juga terendam air.

Bagian selatan Seoul dilaporkan menerima lebih dari 100 mm (3,9 inci) curah hujan per jam pada Senin malam, dengan beberapa bagian kota telah menerima 141,5 mm curah  hujan, yang terburuk dalam 80 tahun, menurut media lokal mengutip Administrasi Meteorologi Korea (KMA).

Mengetahui kabar tersebut, KBRI Seoul bergegas mencari tahu apakah ada WNI yang terdampak banjir tersebut.

"Sejauh ini blm ada info WNI yang terdampak banjir,"ujar pihak KBRI Seoul kepada Liputan6.com melalui pesan singkatnya. 

"Sejauh ini belum ada laporan mengenai WNI terdampat banjir yang diterima bagian protokol konsuler kami," imbuh pihak KBRI Seoul.

 

 * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Status Darurat

Jalanan banjir di pusat Gangnam, Seoul. (Foto: Twitter/RYUCHE_)
Perbesar
Jalanan banjir di pusat Gangnam, Seoul. (Foto: Twitter/RYUCHE_)

Markas Besar Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Pusat Korea Selatan menaikkan peringatan krisis ke tingkat tertinggi dan meminta organisasi publik dan swasta untuk menyesuaikan jam kerja mereka.

KMA mengeluarkan peringatan hujan lebat di seluruh ibu kota dan wilayah metropolitan serta sebagian Provinsi Gangwon dan Chungcheong.

Peringatan tersebut dikeluarkan ketika curah hujan diprediksi melebihi 60 mm dalam rentang waktu tiga jam atau 110 mm dalam 12 jam.

KMA memperkirakan hujan lebat di bagian tengah negara itu akan berlanjut setidaknya hingga hari Rabu.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Jadi Sorotan Netizen

Kondisi Taman di Seoul yang Terendam Banjir
Perbesar
Sebuah taman di samping sungai Han terendam banjir menyusul hujan lebat di Seoul (11/8/2020). Musim hujan Korea Selatan, yang dimulai pada 24 Juni, menyamai rekor sebelumnya 49 hari yang ditetapkan pada 2013, kata Badan Meteorologi Korea. (AFP/Jung Yeon-je)

Wilayah Seoul dan Provinsi Gyeonggi dilanda banjir akibat hantaman hujan deras pada Senin malam (8/8/2022). Area dekat Stasiun Gangnam pun terendam air. 

Hal itu menjadi sorotan netizen di Twitter. Seoul dan Korea kini sedang menjadi trending topic.

Administrasi Meteorologi Korea (KMA) mengeluarkan peringatan hujan lebat di pagi hari di seluruh ibu kota dan kota pelabuhan barat Incheon serta bagian utara Provinsi Gyeonggi yang mengelilingi Seoul dan Provinsi Gangwon utara.

Peringatan tersebut dikeluarkan ketika curah hujan diprediksi melebihi 60 milimeter dalam rentang tiga jam atau 110 mm dalam 12 jam, seperti dikutip dari laman en.yna.co.kr, Senin (8/8/2022).

Di Yeoncheon, 62 kilometer utara Seoul, hujan turun pada pukul tiga sore waktu setempat. Serta banjir dengan ketinggian 87,9 mm di Incheon, kata KMA.

Di Seoul, curah hujan mengakibatkan banjir setinggi 60 mm, sedangkan curah hujan 78,5 mm di Cheorwon, dan sekitar 71 di timur laut Seoul.

 


Picu Pemadaman Listrik

Hujan deras melanda Seoul terutama di sore hari, menyebabkan banjir dan pemadaman listrik di beberapa daerah.

Sementara itu, penduduk di daerah dataran rendah mengungsi untuk alasan keselamatan. Bagian dari jalur kereta bawah tanah terpaksa berhenti akibat banjir.

Pada pukul 9 malam waktu setempat, beberapa toko di terminal bus ekspres di distrik Gangnam Seoul selatan juga ikut terendam air.

Tidak ada korban yang dilaporkan di daerah tersebut, tetapi kerusakan properti terjadi.

Pihak berwenang juga menerima banyak laporan tentang kendaraan dan lahan pertanian yang terendam, kerusakan jalan dan pohon tumbang juga dilaporkan dari daerah yang terkena hujan deras.

Badan cuaca di Seoul sebelumnya mengatakan wilayah tengah negara di Korsel dan Provinsi Gyeonggi utara diperkirakan akan mengalami hujan deras yang dikombinasikan dengan angin kencang, guntur dan kilat karena benturan massa udara dingin dan hangat menghasilkan front stasioner.

Infografis Wanti-Wanti Euforia Boleh Lepas Masker
Perbesar
Infografis Wanti-Wanti Euforia Boleh Lepas Masker (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya