8 Agustus Jadi Hari Kucing Sedunia, Apa Maknanya?

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 08 Agu 2022, 13:32 WIB
Diperbarui 08 Agu 2022, 13:32 WIB
Ilustrasi Kucing
Perbesar
Ilustrasi Kucing (pixabay.com)

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahun, Hari Kucing Internasional diperingati pada tanggal 8 Agustus.

Badan Amal Internasional untuk Kesejahteraan Hewan mendirikan acara tersebut pada tahun 2002 untuk menghargai dan menghormati kucing.

Bagaimanapun, makhluk kecil berbulu ini telah memikat umat manusia selama ribuan tahun. Hari Kucing Internasional ini guna merayakan salah satu teman manusia, seperti dikutip dari firstpost, Senin (8/8/2022).

Makhluk kecil tapi pintar ini telah lama hidup sebagai anggota keluarga dengan manusia. Mereka juga membuat kita semua tertawa dengan aksi lucu dan menggemaskan mereka. Untuk menghargai teman-teman kecil berbulu ini, Hari Kucing Internasional ditandai dengan sejumlah aktivitas di mana-mana.

Sejarah Awal

Awalnya, Hari Kucing Internasional didirikan oleh IFAW atau Badan Amal Internasional untuk Kesejahteraan Hewan guna menghormati dan menghargai kucing pada tahun 2002. Perayaan ini diumumkan untuk menyoroti metode tentang melindungi kucing dari kekerasan.

Hari Kucing Internasional diteruskan ke Badan Perawatan Kucing Internasional pada tahun 2020. Organisasi ini adalah kelompok nirlaba Inggris yang telah bekerja untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kucing domestik di seluruh dunia sejak tahun 1958.

Makna Hari Kucing Internasional

Hari Kucing Internasional memiliki banyak arti penting bagi pecinta kucing. Tidak semua kucing cukup beruntung untuk tinggal di rumah mewah, tidur di sofa empuk, dan mendapatkan makanan enak.

Ada banyak kucing liar yang tidak diperlakukan dengan baik dan bahkan mengalami pelecehan.

Jadi, hari ini memiliki arti penting tidak hanya bagi pecinta kucing, tetapi semua pecinta hewan sejati. Hari Kucing Internasional adalah kesempatan besar bagi mereka yang ingin melindungi dan memberikan kenyamanan bagi makhluk-makhluk ini.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tema Tahun Ini

Bulu Kucing Persia
Perbesar
Bulu Kucing Persia (Sumber: Pixabay)

Cat friendly resources adalah tema Hari Kucing Internasional 2022.

Cara merayakan:

Anda dapat merayakan Hari Kucing Internasional dengan mengadopsi kucing liar atau kucing dari tempat penampungan setempat.

Ada banyak anak kucing malang yang tidak mendapatkan makanan selama berhari-hari. Banyak dari kucing-kucing ini mati karena kurangnya perlindungan dari kondisi cuaca ekstrem atau pelecehan oleh manusia.

Untuk melindungi teman berbulu Anda, cukup mengadopsi mereka. Anda juga dapat membeli mainan baru untuk kucing.

Juga, jangan lupa untuk memberi mereka waktu bermain dan perhatian.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Studi: Kucing Lebih Beresiko Terjangkit COVID-19 Daripada Anjing

Ilustrasi kucing mandi
Perbesar
Ilustrasi kucing mandi (dok. Pexels/Pixabay/Brigitta Bellion))

Penelitian untuk lebih memahami SARS-CoV-2 terus berlanjut. Sebuah studi baru menyoroti seberapa besar kemungkinan hewan peliharaan terinfeksi. Khususnya, penelitian menemukan bahwa kucing lebih rentan daripada anjing terhadap virus yang menyebabkan COVID-19, demikian dilansir dari laman Science Alert, Sabtu (24/7/2021).

Para ilmuwan menganalisis serum darah dari 239 kucing dan 510 anjing peliharaan yang dikumpulkan antara pertengahan April dan pertengahan Juni 2020, untuk mencari antibodi yang mengindikasikan infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya.

Hasil penelitian menunjukkan 8% kucing terindikasi memiliki antibodi terinfeksi SARS-CoV-2, tetapi kurang dari 1% anjing tertular COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa virus dapat ditularkan antar spesies, dan kucing lebih berpotensi tertular dan terinfeksi daripada anjing.

“Karena hewan pendamping dapat menjadi sumber berbagai penyakit menular, menentukan seberapa rentan dua spesies hewan peliharaan paling populer di Amerika Serikat terhadap SARS-CoV-2 – dan seberapa lazim penyakit itu di antara mereka – dapat memiliki dampak yang signifikan untuk kesehatan manusia dan hewan,” ujar ahli biologi molekuler Hinh Ly dari University of Minnesota.

Temuan ini hanyalah sebagian dari gambaran besar yang mulai dikumpulkan para peneliti menyangkut hewan dan COVID-19. Meskipun diketahui hewan peliharaan dapat terinfeksi, kemungkinan mereka menjadi sakit tampaknya rendah.

“Saya masih sedikit terkejut bahwa kucing sangat mudah terinfeksi dan jarang menunjukkan tanda-tanda penyakit," kata peneliti biomedis, Angela Bosco-Lauth, dari Colorado State University, yang tidak terlibat dalam studi baru tersebut, kepada New York Times.


Kita Mungkin Menularkan COVID-19 ke Peliharaan

Ilustrasi peliharaan anjing dan kucing (pixabay)
Perbesar
Ilustrasi peliharaan anjing dan kucing (pixabay)

Tampaknya tidak mungkin hewan dapat menularkan SARS-CoV-2 ke manusia. Di sisi lain, kita justru mungkin dapat menularkan virus ke hewan peliharaan saat sedang berada di dekat mereka. Jadi, memeluk kucing atau anjing saat sedang terinfeksi COVID-19 adalah ide yang buruk.

Dalam studi baru ini, para peneliti tidak dapat melihat secara rinci mengapa kucing mungkin lebih rentan terhadap infeksi daripada anjing. Protein ACE2 pada kucing – yang lebih mirip dengan protein ACE2 manusia daripada yang setara dengan anjing – dapat bertindak sebagai reseptor untuk virus COVID-19 dan menjadi alasannya.

Serum darah yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan secara anonim, sehingga para peneliti tidak dapat melihat faktor-faktor seperti apakah hewan tersebut sebagian besar hidup di luar ruangan atau di dalam ruangan, atau apakah ada bukti penularan antar hewan peliharaan.

Tim saat ini sedang mengerjakan studi lanjutan mencakup bulan-bulan terakhir tahun 2020, ketika jumlah kasus COVID-19 pada manusia di daerah tersebut jauh lebih tinggi. Studi ini akan memberikan banyak data yang berguna tentang bagaimana SARS-CoV-2 dapat menyebar, dan bagaimana hal itu dapat dikendalikan dengan lebih baik di masa depan.

"Hasilnya akan membantu memperjelas prevalensi penularan lintas spesies Virus Corona COVID-19 ini di antara hewan peliharaan dan pemiliknya," kata ahli virologi molekuler Yuying Liang, dari University of Minnesota.

Infografis Ragam Tanggapan Pengendalian PMK dan Vaksinasi Hewan Ternak. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ragam Tanggapan Pengendalian PMK dan Vaksinasi Hewan Ternak. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya