2 Orang Tewas Usai Ledakan di Kabul Afghanistan, ISIS Klaim Bertanggung Jawab

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 07 Agu 2022, 12:02 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 17:35 WIB
Ilustrasi ledakan (pixabay)
Perbesar
Ilustrasi ledakan (pixabay)

Liputan6.com, Kabul - Dua orang dipastikan tewas dan 22 lainnya cedera dalam ledakan yang mengguncang tepi barat ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Sabtu kemarin.

Hal ini dikonfirmasi oleh juru bicara kepolisian Kabul Khalid Zadran di media sosial, seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (7/8/2022).

Ledakan itu terjadi di daerah Pul-e-Sokhta di Distrik Polisi 6, kata Zadran.

Menurut petugas, alat peledak itu ditempatkan di dalam vas.

Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu.

Pada Jumat kemarin, ledakan lain menewaskan delapan orang dan melukai 18 lainnya di distrik yang sama di Kabul.

Ledakan Bom di Sebuah Rumah Afghanistan Tewaskan 8 Orang

Sebuah ledakan terjadi saat berkumpulnya komunitas Syiah di Kabul, ibu kota Afghanistan, pada Jumat 5 Agustus 2022 sore. Sedikitnya delapan orang tewas dan 18 lainnya luka-luka.

"Setidaknya delapan orang tewas dan 18 lainnya terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis, ketika bom meledak di sebuah rumah di lingkungan Sar-e-Karez di Kabul. Yang terluka dipindahkan ke rumah sakit setempat untuk perawatan," ujar Khalid Zadran, juru bicara Kepolisian Kabul kepada Anadolu Agency yang dikutip Sabtu (6/8/2022).

Sumber-sumber lokal mengatakan para wanita berkumpul di rumah itu untuk meratapi kesyahidan Hazrat Imam Hussain, cucu Nabi Muhammad, yang sedang diratapi oleh Muslim Syiah di seluruh dunia selama 10 hari pertama bulan kalender Islam Muharam.

Khalid Zadran tidak memberikan informasi lain terkait insiden tersebut, namun menurut sumber setempat, mereka yang tewas dan terluka semuanya perempuan dan anak-anak.

Kemudian pada hari Jumat, kelompok teror ISIS/Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan bom di Kabul melalui akun media sosialnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ledakan Bom di Masjid Kabul Afghanistan Saat Salat Jumat

Sebuah ambulans mengangkut korban luka-luka pasca ledakan di sebuah masjid di Kabul, Afghanistan Jumat (29/4).
Perbesar
Sebuah ambulans mengangkut korban luka-luka pasca ledakan di sebuah masjid di Kabul, Afghanistan Jumat (29/4). (AFP)

Sebelumnya sebuah bom meluluhlantakkan satu masjid di ibu kota Afghanistan, Kabul, yang sedang dipadati jemaah yang melakukan salat Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Puluhan orang tewas dan luka-luka akibat ledakan tersebut.

Para pejabat mengatakan pemerintah berkuasa Taliban mengukuhkan sedikitnya 10 orang tewas. Tetapi imam salat di Masjid Khalifa Sahib, Sayed Fazil Agha, mengatkaan lebih dari 50 orang tewas.

Ledakan bom itu dilaporkan telah menghancurkan bagian atap masjid.

Agha mengatakan seseorang yang diyakini sebagai pelaku bom bunuh diri ikut berkumpul bersama jemaah lain dan kemudian meledakkan bom.

"Asap hitam membubung ke mana-mana. Jasad di mana-mana,” ujarnya, seraya menambahkan keponakan laki-lakinya termasuk di antara mereka yang tewas seperti dalam laporan VOA Indonesia, yang dikutip Sabtu (30/4/2022).

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengutuk serangan itu. "Dengan izin Allah SWT pelaku kejahatan semacam ini akan segera ditemukan dan dihukum," cuitnya.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Pekan lalu sebuah bom meledak di saat salat Jumat di masjid Kota Kunduz, menewaskan sedikitnya 33 jemaah.

Sehari sebelumnya ledakan menghantam dua kendaraan penumpang di Kota Mazar-e-Sharif, di utara Afghanistan, menewaskan sedikitnya sembilan orang. ISIS-Khorasan mengklaim tanggungjawab sebagai pihak yang merencanakan bom yang membunuh warga Hazara-Afghanistan itu.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


33 Orang Tewas dalam Insiden Ledakan Bom Masjid di Afghanistan Utara

Jejak Invasi Amerika Serikat ke Afghanistan
Perbesar
Beberapa ledakan mengguncang posisi Al-Qaeda di pegunungan Tora Bora setelah serangan pesawat tempur Amerika Serikat di Tora Bora, Afghanistan, 14 Desember 2001. Triliunan dana dihamburkan dalam apa yang sebagian besar dianggap sebagai proyek pembangunan bangsa yang gagal. (ROMEO GACAD/AFP)

Sementara itu, sedikitnya 33 orang tewas dan 43 lainnya luka-luka setelah ledakan mengguncang sebuah masjid di provinsi Kunduz, Afghanistan utara, Jumat (22/4) kata kepala juru bicara pemerintah sementara pimpinan Taliban Zabihullah Mujahid.

"Kami sedih mengetahui bahwa ledakan terjadi di distrik Imam Sahib provinsi Kunduz sore ini. Akibatnya 33 penduduk desa, termasuk beberapa anak, tewas dan 43 luka-luka," tulis juru bicara itu di media sosial.

Dia mengutuk kejahatan itu, mengatakan bahwa pelaku di balik serangan itu akan dibawa ke pengadilan.

Ledakan terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat di Masjid Mullah Sikandar di Imam Sahib, seorang saksi mengatakan kepada Xinhua secara anonim, demikian dikutip dari laman Xinhua, Sabtu (23/4/2022).

Insiden itu terjadi tak lama setelah salat Jumat ketika sekelompok jamaah sedang melakukan ritual Zikir, sebuah praktik keagamaan khusus, untuk merayakan bulan suci Ramadhan.

Sifat ledakan yang merusak bangunan itu tidak segera diketahui.

Selain itu, sedikitnya satu orang terluka di ibu kota negara Kabul dalam ledakan bom pinggir jalan yang terjadi beberapa jam setelah ledakan Kunduz di Distrik Polisi 7 kota itu, menurut sumber keamanan.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pada Kamis sebelumnya, 34 orang tewas dan lebih dari 100 terluka dalam beberapa ledakan, termasuk ledakan yang menargetkan sebuah masjid di kota Mazar-i-Sharif, ibu kota provinsi Balkh utara.

Infografis Kejatuhan dan Kebangkitan Taliban di Afghanistan. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Kejatuhan dan Kebangkitan Taliban di Afghanistan. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya