Wanita di Taiwan Divonis Penjara Seumur Hidup Akibat Kebakaran

Oleh Tommy Kurnia pada 05 Agu 2022, 20:10 WIB
Diperbarui 05 Agu 2022, 20:10 WIB
Kebakaran Dahsyat Landa Gedung di Taiwan, 46 Orang Tewas
Perbesar
Api dan asap keluar dari sebuah bangunan di Kaohsiung, Taiwan selatan, Kamis (14/10/2021). Penyebab kebakaran sejauh ini belum dapat dipastikan, kendati demikian penyidik sudah berada di lokasi. (EBC via AP )

Liputan6.com, Kaohsiung - Api asmara benar-benar memicu kebakaran besar di Taiwan dan membuat seorang wanita dipenjara seumur hidup. Kasus kebakaran terjadi di Kaohsiung pada Oktober 2021 lalu. Akibatnya, 46 orang meninggal dunia. 

Menurut laporan ABS-CBN, Jumat (5/8/2022), pihak berwenang menyebut kebakaran terjadi usai wanita bernama Huang Ke (51) meninggalkan abu dupa yang belum padam di sofa. Jaksa menyebut ia sengaja melakukan hal tersebut karena ingin membuat kekasih malu. 

Huang kesal karena curiga pacarnya selingkuh, namun pacarnya tidak menunjukkan rasa penyesalan. Tindakannya itu justru membuat satu gedung kebakaran besar. 

Selain 46 orang meninggal, ada 51 lainnya yang terluka. Mayoritas korban tewas adalah lansia berusia 60 tahun ke atas.

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di sebuah gedung di Kaohsiung, Taiwan selatan, Kamis (14/10/2021). Pemadam kebakaran mengatakan kepada BBC bahwa 79 orang telah dibawa ke rumah sakit, termasuk 14 di antaranya dalam kondisi serius. (EBC via AP )

Ketika diperiksa, Huang Ke memberikan pernyataan-pernyataan yang tidak konsisten. Ia mengaku menyalakan dupa cendana untuk mengusir nyamuk. Ia juga mengatakan membuang dupa itu ke tempat sampah, namun ia juga mengaku lupa apa yang terjadi.

Huang awalnya terancam hukuman mati, akan tetapi hukumannya diringankan menjadi hukuman seumur hidup karena ia disebut tak punya niat membunuh atau melukai para penghuni bangunan. 

"Terdakwa tidak memiliki motif untuk merugikan kepada penghuni-penghuni lain di bangunan," tulis pernyataan pengadilan.

Kebakaran di Kaohsiung pada Oktober 2021 itu adalah insiden kebakaran terparah di Taiwan sejak 1995 ketika lokasi karaoke kebakaran. Lebih dari 60 orang tewas. 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kebakaran di Thailand

Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/Bedneyimages)
Perbesar
Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/Bedneyimages)

Beralih ke Thailand, kebakaran berkobar di sebuah kelab malam di Thailand. Sejumlah pengunjung dilaporkan tewas.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari di kelab malam Mountain B, sebuah gedung berlantai satu di Distrik Sattahip Provinsi Chonburi, tenggara Bangkok, kata polisi.

Sattahip berjarak sekitar 30 kilometer selatan Kota Pattaya, tujuan wisata yang populer.

Kolonel Polisi Wuttipong Somjai mengatakan kepada CNN bahwa kebakaran terjadi saat pertunjukan musik live.

Dia mengatakan luka bakar berkisar dari "ringan hingga serius," dan penyelidikan penyebab kebakaran sedang berlangsung.

Semua korban adalah warga negara Thailand, katanya.

Tayangan TV lokal menunjukkan orang-orang yang melarikan diri dari kebakaran dan pekerja darurat memadamkan api dan memeriksa tempat yang terbakar. Sepatu dan botol terlihat berserakan di tanah.

Seorang saksi yang bernama Nana mengatakan kepada TV lokal bahwa dia bersama lima temannya saat kebakaran terjadi di tempat tersebut.

"Saya melihat api di atas panggung, di sisi kanan. Saya pikir itu sekitar waktu yang sama ketika penyanyi di atas panggung melihatnya juga dan dia berteriak 'api!' dan melemparkan mikrofon ke sana," katanya kepada penyiar PPTV seperti dikutip dari The Straits Times.

"Saya melihat banyak penjaga pub terjebak api di dalam."

"Sedikitnya 13 orang tewas dan 35 lainnya luka-luka setelah kebakaran terjadi pada Jumat (5/8/2022) dini hari di sebuah kelab malam di Thailand," kata polisi seperti dikutip dari CNN.


Baru Buka

Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden)
Perbesar
Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden)

Mountain B baru dibuka lebih dari sebulan sebelum kejadian, menurut media setempat seperti dikutip dari The Straits Times.

Tempat berlantai satu ini terletak di Sukhumvit Road, jalan raya terkenal yang menghubungkan Bangkok ke daerah-daerah ke kota resor Pattaya dan dihuni oleh sejumlah bar dan hotel.

Insiden itu terjadi 13 tahun setelah kembang api mulai berkobar di pesta Tahun Baru di klub malam Santika yang ramai di Bangkok, menewaskan 66 orang. Investigasi terhadap kebakaran itu menemukan beberapa pelanggaran utama di klub, korupsi dan abai  terhadap keselamatan di tempat-tempat hiburan pada saat itu jadi biang.

Kekhawatiran telah lama muncul tentang pendekatan Thailand yang lemah terhadap kesehatan dan keselamatan, terutama di banyak bar dan kelab malamnya.


PM Thailand Akan Beri Bantuan ke Korban

PM Thailand Semprot Wartawan dengan Disinfektan
Perbesar
PM Thailand, Prayut Chan-O-Cha menyemprotkan pembersih tangan ke wartawan untuk menghindari pertanyaan perombakan kabinet selama konferensi pers di Bangkok, Selasa (9/3/2021). Sebelum menyemprot, Prayuth mengatakan kepada wartawan untuk mengurus urusan mereka sendiri. (HO/ROYAL THAI GOVERNMENT/AFP)

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha pada hari Jumat meyakinkan keluarga korban bahwa mereka akan menerima bantuan dari pihak berwenang.

Selain itu, ia juga mendesak tempat-tempat hiburan di seluruh negeri untuk memastikan mereka memiliki pintu keluar darurat dan langkah-langkah keamanan yang tepat.

Baru-baru ini, empat orang tewas dalam kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik di sebuah kelub di pulau liburan Phuket, magnet bagi turis asing. Sebuah catatan kelam pada tahun 2012.

Infografis 5 Tips Cegah Jerawat Saat Pakai Masker Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis 5 Tips Cegah Jerawat Saat Pakai Masker Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya