Efek Kunjungan Nancy Pelosi, Taiwan Hadapi Pembatasan Impor Buah dan Ikan dari China

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 03 Agu 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 03 Agu 2022, 21:00 WIB
Warga Belanja Kebutuhan Imlek di Taiwan
Perbesar
Pembeli mencicipi kue kering untuk perayaan tahun Baru Imlek di pasar Dihua Street, Taipei di Taiwan, Selasa (22/1/2020). Pembeli mulai berburu makanan lezat, kue kering, barang-barang murah lainnya di pasar menjelang Imlek yang akan berlangsung pada 25 Januari mendatang. (AP Photo/Chiang Ying-ying)

Liputan6.com, Taiwan - China meluncurkan pembatasan impor buah dan ikan dari Taiwan pada Rabu (3/8) sambil menghentikan pengiriman pasir ke pulau itu setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

Perjalanan Nancy Pelosi telah memicu badai api diplomatik, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (3/8/2022).

Dia mendarat pada Selasa malam setelah peringatan yang semakin keras dari China, yang menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya yang bisa dengan paksa mereka ambil jika perlu.

Administrasi Bea Cukai China mengatakan, mereka akan menangguhkan beberapa impor buah jeruk dari Taiwan atas dugaan deteksi "berulang" dari residu pestisida yang berlebihan.

China juga menyebut, akan ada lebih banyak gangguan pada perdagangan, pertanian dan pasokan makanan yang terjadi dalam beberapa hari mendatang, tambahnya.

"Ketika ketegangan diplomatik atau perdagangan semakin tinggi, regulator China biasanya mengambil pendekatan yang sangat ketat terhadap kepatuhan," katanya kepada AFP.

China adalah mitra dagang dan pasar ekspor terbesar Taiwan, dengan perdagangan bilateral tumbuh 26 persen per tahun menjadi US$328 miliar pada 2021, menurut data resmi.

Ini bukan pertama kalinya Beijing membidik ekspor pulau itu.

China melarang impor nanas pada Maret 2021, mengutip penemuan hama.

Sementara itu, China juga akan mengambil tindakan disipliner terhadap dua yayasan Taiwan, melarang mereka bekerja sama secara finansial dengan perusahaan dan individu, kata juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, Rabu.

Beijing telah meningkatkan tekanan pada Taiwan sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada tahun 2016, karena ia memandang pulau itu sebagai negara berdaulat de facto dan bukan bagian dari "satu China".

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Nancy Pelosi Tiba di Taiwan

Dalam foto yang dirilis Kementerian Luar Negeri Taiwan ini, Ketua DPR AS Nancy Pelosi disambut oleh Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu saat tiba di Taipei pada 2 Agustus 2022. (Kementerian Luar Negeri Taiwan via AP)
Perbesar
Dalam foto yang dirilis Kementerian Luar Negeri Taiwan ini, Ketua DPR AS Nancy Pelosi disambut oleh Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu saat tiba di Taipei pada 2 Agustus 2022. (Kementerian Luar Negeri Taiwan via AP)

Ketua DPR AS Nancy Pelosi telah tiba di Republik China (Taiwan). Politikus wanita berusia 82 tahun itu tiba dengan pakaian serba pink. Ia tetap mengunjungi Taiwan meski ada ancaman-ancaman China yang melarangnya datang. 

Melalui Twitternya, Nancy Pelosi berkata kunjungannya menegaskan relasi dengan Taiwan sebagai negara demokrasi. 

"Kunjungan kami menegaskan bahwa Amerika berdiri bersama Taiwan: sebuah demokrasi kokoh yang cemerlang dan partner penting di Indo-Pasifik," ujar Nancy Pelosi, dikutip Selasa (2/8/2022).

Video-video di media sosial menunjukkan bahwa rombongan Nancy Pelosi berada di Hotel Grand Hyatt yang berlokasi di Taipei.

Pada Selasa malam, media pemerintah China melaporkan bahwa jet tempur China telah melewati Selat Taiwan. Pihak Kementerian Pertahanan menyebut bahwa militer sedang dalam posisi "high alert."

"Kementerian Pertahanan China berkata sedang high alert dan akan meluncurkan serangkaian operasi-operasi militer bertarget sebagai tindakan balas, dan secara tegas mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayah setelah kedatangan Ketua DPR AS Nancy Pelosi di wilayah China di Taiwan," tulis People's Daily.

Republik Rakyat China menegaskan bahwa Taiwan adalah isu yang sangat sensitif. Partai Komunis China (PKC) terus menolak upaya kemerdekaan Taiwan, namun saat ini Taiwan dikuasai partai yang berlawanan dengan PKC.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Ancaman China

Bendera Taiwan bersanding dengan bendera Amerika Serikat (AFP)
Perbesar
Bendera Taiwan bersanding dengan bendera Amerika Serikat (AFP)

Sebelumnya dilaporkan, Gedung Putih telah memperingatkan bahwa China dapat menanggapi kunjungan kontroversial Nancy Pelosi ke Taiwan dengan provokasi militer.

Dilansir BBC, Selasa (2/8/2022), ancamannya bisa termasuk menembakkan rudal di dekat Taiwan, atau kegiatan udara atau angkatan laut skala besar, kata juru bicara John Kirby.

Saat ini Pelosi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, sedang melakukan perjalanan keliling Asia.

Media Taiwan dan AS mengatakan dia berencana untuk mengunjungi Taipei, tetapi ini belum dikonfirmasi oleh pemerintah AS.

Taiwan adalah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri, tetapi diklaim oleh China, yang melihatnya sebagai provinsi yang memisahkan diri - Beijing telah memperingatkan "konsekuensi serius" jika Pelosi pergi ke sana.

Sementara AS mempertahankan apa yang disebutnya "hubungan tidak resmi yang kuat" dengan Taiwan, AS memiliki hubungan diplomatik formal dengan China, dan bukan Taiwan.  

Pada hari Senin, utusan China untuk PBB Zhang Jun memperingatkan kunjungan itu akan merusak hubungan antara Beijing dan Washington, kantor berita Reuters melaporkan.

Ada dukungan bipartisan yang kuat untuk Taiwan di antara publik Amerika dan di Kongres AS. Dan Pelosi, seorang tokoh senior di Partai Demokrat, telah lama menjadi kritikus vokal terhadap kepemimpinan China, mencela catatan hak asasi manusianya. 

Dia sebelumnya telah bertemu dengan para pembangkang pro-demokrasi dan mengunjungi Lapangan Tiananmen untuk memperingati para korban pembantaian 1989.

 


Media China: Ketua DPR AS Nancy Pelosi Aneh dan Egois

Infografis Perang Dagang AS-China Segera Berakhir
Perbesar
Infografis Perang Dagang AS-China Segera Berakhir. (Liputan6.com/Trieyasni)

Media pemerintah China terus melancaran serangan kepada Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang berencana mengunjungi Taiwan. China menganggap kunjungan Pelosi sebagai hal sensitif secara politik. 

Global Times menyebut Nancy Pelosi sebagai sosok yang eksentrik hingga egois. Pelosi disebut tidak mau mendengar saran orang lain, termasuk Presiden Joe Biden yang menurut pihak China akan mencoba menasihati Pelosi. 

"Pelosi adalah orang yang eksentrik dan bigot dalam bertindak, dan dia tidak peduli tentang pemikiran-pemikiran orang lain. Ia juga punya kemauan kuat untuk mengubah kebijakan lama Gedung Putih terkait China, terutama dalam pertanyaan Taiwan," ujar seorang pakar hubungan internasional yang dikutip Global Times secara anonim, Sabtu (30/7).

Lebih lanjut, Nancy Pelosi dianggap sedang berusaha menggenjot suara untuk Partai Demokrat pada pemilihan legislatif AS pada akhir tahun ini.

Presiden Joe Biden dan Nancy Pelosi sama-sama berasal dari Partai Demokrat. Gedung Putih telah berkata Nancy Pelosi memiliki keputusan sendiri untuk pergi ke Taiwan, namun pakar dari China tidak percaya. 

"Perjalanan Pelosi tidak akan mungkin tanpa bantuan otoritas administrasi," ujar Lu Xiang, pakar studi AS di Chinese Academy of Social Sciences.

Sebagai ketua DPR AS, status Nancy Pelosi berada di nomor dua di lini penerus kepresidenan di AS pada situasi darurat jika presiden tak bisa melangsungkan kekuasaan.

Infografis Amerika Serikat dan China Terancam Perang Dingin? (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Amerika Serikat dan China Terancam Perang Dingin? (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya