Bom Meledak Saat Pertandingan Sepak Bola Berlangsung di Stadion Pakistan, 3 Orang Terluka

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 31 Jul 2022, 11:03 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 18:10 WIB
Ilustrasi ledakan (pixabay)
Perbesar
Ilustrasi ledakan (pixabay)

Liputan6.com, Turbat - Sedikitnya tiga orang terluka dalam ledakan di kota Turbat di provinsi Balochistan barat daya Pakistan, lapor media lokal pada Sabtu malam.

Menurut polisi, insiden itu terjadi ketika sebuah alat peledak improvisasi (IED) meledak selama pertandingan sepak bola.

Dikutip dari laman Xinhua, Minggu (31/7/2022) ledakan terjadi di sebuah stadion sepak bola di dekat area Bandara Chowk di Turbat, yang berada di distrik Kech di provinsi tersebut.

Setelah ledakan itu, kepanikan terjadi di antara masyarakat di lokasi, kata media lokal.

Media tersebut juga menambahkan bahwa pasukan keamanan telah mengepung daerah itu.

Menteri Dalam Negeri Provinsi Zia Ullah Langau mengutuk serangan itu dan mengarahkan aparat penegak hukum untuk segera menangkap para penyerang.

Ledakan di Sekolah Afghanistan

Tiga ledakan mengguncang sebuah sekolah menengah di Kabul barat pada Selasa (19/4/2022), menewaskan beberapa orang. Demikian menurut pejabat keamanan dan kesehatan Afghanistan.

Mengutip NDTV, banyak penduduk di lingkungan itu berasal dari komunitas Syiah Hazara, minoritas etnis dan agama yang sering menjadi sasaran kelompok teroris Sunni, termasuk ISIS.

"Tiga ledakan telah terjadi ... di sebuah sekolah menengah, ada beberapa korban dari orang-orang Syiah kami," kata Khalid Zadran, juru bicara komandan Kabul.

Kepala departemen perawatan rumah sakit, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan setidaknya empat orang tewas dan 14 terluka dalam ledakan itu.

Laporan Gulf News mengatakan, sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menyusul jeda kekerasan selama bulan-bulan musim dingin dan setelah pasukan asing mundur tahun lalu.

Taliban mengatakan mereka telah mengamankan negara itu sejak mengambil alih kekuasaan pada Agustus 2021, tetapi para pejabat dan analis internasional mengatakan bahwa risiko kebangkitan militan tetap ada dan kelompok militan ISIS telah mengklaim beberapa serangan besar.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Masjid di Kabul Afghanistan Terkena Serangan Granat, ISIS-K Dalangnya?

(ilustrasi) Tentara Afghanistan saat melaksanakan operasi militer melawan ISIS di Provinsi Nangarhar, Afghanistan pada 2016 (sumber: Sputnik News Agency)
Perbesar
(ilustrasi) Tentara Afghanistan saat melaksanakan operasi militer melawan ISIS di Provinsi Nangarhar, Afghanistan pada 2016 (sumber: Sputnik News Agency)

Sebelumnya, sedikitnya enam orang terluka dalam ledakan granat di sebuah masjid di daerah padat penduduk di ibu kota Afghanistan, Kabul, kata polisi, beberapa menit setelah jemaah shalat zuhur.

Serangan terhadap sasaran publik sebagian besar telah berkurang sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus tahun lalu, tetapi afiliasi ISIL (ISIS) terus beroperasi di beberapa bagian negara itu. Demikian seperti dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis (7/4/2022)

"Kami telah selesai sholat dan sedang menuju keluar dari masjid ketika ledakan terjadi," kata jemaah Mohammed Yasin kepada kantor berita AFP.

Juru bicara polisi Kabul Khalid Zadran mengatakan kepada AFP sebuah granat dilemparkan ke masjid Pul-e-Khisti dan seorang tersangka ditangkap di tempat kejadian. Masjid ini terletak di daerah padat penduduk Kabul dan dikelilingi oleh toko-toko dan pasar yang sibuk.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, tetapi kelompok ISIS Provinsi Khorasan (ISKP, ISIS-K) telah melakukan serangan baru-baru ini di Kabul dan kota-kota lain.


Serangan ISKP Sebelumnya

Illustrasi serangan militer di Afghanistan yang menewaskan bos ISIS di sana. (BBC)
Perbesar
Illustrasi serangan militer di Afghanistan yang menewaskan bos ISIS di sana. (BBC)

ISKP mengklaim serangan terhadap sebuah rumah sakit militer di Kabul pada November yang menewaskan 19 orang. Kelompok itu juga mengklaim serangan bunuh diri Oktober di sebuah masjid Syiah di Kandahar yang menewaskan sedikitnya 60 orang.

Para pejabat Taliban bersikeras pasukan mereka telah mengalahkan kelompok itu, tetapi para analis mengatakan ISKP adalah tantangan keamanan utama bagi penguasa baru Afghanistan.

Dalam serangan terpisah pada hari Minggu, setidaknya satu orang tewas dan 59 lainnya terluka dalam ledakan di pasar penukaran uang terbesar di negara itu, Sarai Shahzada – tidak jauh dari masjid yang diserang.


Menlu Retno Marsudi Minta Taliban Penuhi Janji Jika Ingin Dipercaya Dunia

Pasukan Keamanan Afghanistan
Perbesar
Pasukan keamanan Afghanistan saat melawan ISIS yang menduduki sebuah stasiun televisi di Kabul, 7 November 2017 . (AFP)

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pentingnya Taliban untuk memenuhi janji-janji yang telah disampaikan jika ingin mendapatkan kepercayaan dari dunia.

"Penting bagi Taliban untuk memenuhi janji-janjinya," ujar Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, Kamis (31/3/2022).

"Karena pemenuhan janji tersebut atau pemenuhan komitmen tersebut akan menciptakan enabling environment bagi dukungan internasional terhadap pembangunan ekonomi Afghanistan," tambahnya.

Menurutnya, penting membangun kepercayaan antara Taliban dengan dunia internasional.

"Saya sampaikan trust atau kepercayaan ini tidak jatuh dari langit. Namun harus dibangun dan dipelihara," ujar Retno Marsudi.

"Trust akan tercipta apabila Taliban melakukan langkah maju dan memenuhi semua komitmen yang telah disampaikan pada Agustus tahun lalu."

Infografis Kecaman Pemimpin Dunia untuk Bom Bandara Kabul Afghanistan
Perbesar
Infografis Kecaman Pemimpin Dunia untuk Bom Bandara Kabul Afghanistan (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya