Menlu Liz Truss Jadi Calon PM Inggris Gantikan Boris Johnson, Janji Akan Pangkas Pajak

Oleh Liputan6.com pada 12 Jul 2022, 09:08 WIB
Diperbarui 12 Jul 2022, 09:08 WIB
Menlu Inggris Liz Truss bersama para mitra gojek di Monas.
Perbesar
Menlu Inggris Liz Truss bersama para mitra gojek di Monas. (Dok: British Embassy)

Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mengundurkan dari jadi jabatannya. Boris Johnson akan tetap menjabat hingga terpilih PM baru penggantinya pada September 2022.

Menteri Luar Negeri Inggris Elizabeth 'Liz' Truss pun mencalonkan diri untuk menggantikan Boris Johnson. Liz Truss yang saat ini mengampu pekerjaan sebagai menteri di sejumlah departemen pemerintah termasuk perdagangan, keadilan, dan keuangan, berjanji bila menjadi PM Inggris akan memangkas pajak dan mempertahankan sikap keras Inggris terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya akan memimpin pemerintah yang berkomitmen pada prinsip-prinsip Konservatif inti: pajak rendah, pegangan kuat pada pengeluaran, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memberi orang kesempatan untuk mencapai apa pun yang ingin mereka capai," kata Liz Truss dalam video kampanye, dikutip Selasa (12/7/2022).

Kompetisi untuk melaju menjadi perdana menteri dilakukan menyusul periode paling luar biasa dalam sejarah politik Inggris modern, ketika lebih dari 50 menteri pemerintah mundur karena serangkaian skandal yang menyoroti karakter dan integritas Boris Johnson.

Keikutsertaan Truss dalam kompetisi menambah kandidat PM Inggris menjadi 11 orang, termasuk di antaranya mantan menteri keuangan Rishi Sunak, mantan menteri pertahanan Penny Mordaunt, jaksa agung Suella Braverman, ketua komite urusan luar negeri parlemen Tom Tugendhat, dan Menteri Transportasi Grant Shapps.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Janji Para Kandidat

Menlu Inggris Liz Truss.
Perbesar
Menlu Inggris Liz Truss. Dok: Twitter @trussliz

Isu pemotongan pajak dengan cepat menjadi pertempuran utama dalam persaingan dengan hampir semua kandidat berjanji untuk memotong pajak bisnis atau pribadi.

Menegaskan tawarannya kepada 200.000 anggota Partai Konservatif yang akan memutuskan hasil kontes, Liz Truss menyatakan akan membalikkan kenaikan kontribusi Asuransi Nasional yang ditetapkan baru-baru ini dan mengisyaratkan pemotongan pajak perusahaan.

Rekan pesaing Jeremy Hunt dan Sajid Javid keduanya berjanji untuk memotong pajak perusahaan, sementara Mordaunt telah berjanji untuk memotong bea bahan bakar.

Sunak adalah calon terdepan, tetapi dia adalah satu-satunya kandidat yang mengecilkan prospek pemotongan pajak yang akan segera terjadi, dengan mengatakan adopsi "dongeng yang menghibur" akan membuat generasi mendatang lebih buruk.


Boris Johnson Mundur

Ratu Elizabeth II dan Boris Johnson
Perbesar
Ratu Elizabeth II menyapa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson selama audiensi di Istana Buckingham di London pusat pada 23 Juni 2021. (Dominic Lipinski / POOL / AFP)

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dilaporkan telah menelepon Ratu Elizabeth II sebelum menyatakan mundur dari jabatannya. Baru-baru ini, Ratu Elizabeth II memang sedang tidak berada di Istana Buckingham, melainkan di Kastil Windsor yang berlokasi di luar London.

Mengutip ITV, Jumat (8/7/2022), percakapan telepon antara PM Boris Johnson dan Ratu Elizabeth II berupa ramah tamah, sekaligus menyampaikan niat Boris Johnson untuk mundur. Ia menelepon Ratu Elizabeth II sebanyak dua kali sebelum mengumumkan mundur. 

Ratu Elizabeth II tidak mengeluarkan pernyataan terkait mundurnya PM Johnson. Penguasa monarki di Inggris memiliki prinsip netralitas terhadap politik, meski PM membentuk pemerintahan atas nama penguasa monarki.

PM Boris Johnson berkata akan terus memegang jabatan hingga ada Partai Konservatif memilih perdana menteri yang baru. 

Politisi bernama lengkap Alexander Boris de Pfeffel Johnson itu merupakan perdana menteri ke-14 di rezim Ratu Elizabeth II. Ia adalah PM dari partai konservatif ketiga yang menjabat secara berturut-turut sejak 2010.

Boris Johnson menggantikan Theresa May yang mundur pada 2019. Mundurnya Boris Johnson terjadi setelah menteri di kabinet ramai-ramai mundur, termasuk Menteri Keuangan Rishi Sunak. 

Salah satu nama yang disorot berpotensi menggantikan Boris Johnson adalah Ben Wallace yang saat ini menjabat sebagai menteri pertahanan. Ben Wallace masih setia di kabinet Johnson. 

Sebelumnya Boris Johnson juga disukai oleh Mantan Presiden AS Donald Trump. Pada 2019, Trump berkata Johnson akan bekerja dengan hebat sebagai perdana menteri.


Infografis Negara Pertama Suntik Vaksin Covid-19, Inggris atau China

Infografis Negara Pertama Suntik Vaksin Covid-19, Inggris atau China? (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Negara Pertama Suntik Vaksin Covid-19, Inggris atau China? (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya