Boris Johnson Baru Mau Mundur Sebagai PM Inggris pada Oktober 2022

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 07 Jul 2022, 17:02 WIB
Diperbarui 07 Jul 2022, 18:55 WIB
Kemunculan Pertama PM Inggris
Perbesar
PM Inggris, Boris Johnson selesai memberikan pernyataan pada hari pertamanya kembali bekerja setelah pulih dari virus Corona di Downing Street, London, Senin (27/4/2020). Ini menjadi kemunculan pertama PM Johnson di depan publik setelah hampir sebulan terinfeksi COVID-19. (AP/Frank Augstein)

Liputan6.com, London - Boris Johnson belum mau mundur sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris sampai musim gugur, sekitar Oktober 2022.

Dikutip dari laman BBC, Kamis (7/7/2022) PM Boris Johnson disebutkan telah mundur dari posisinya sebagai pemimpin Partai Konservatif Inggris. Hal ini menyusul pengunduran diri sejumlah menterinya pagi hari ini waktu Inggris.

Johnson disebutkan telah meninggalkan situasi luar biasa di mana negara itu menghadapi krisis biaya hidup serta perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

Ada pertanyaan nyata atas konstitusi--dengan pemerintah Skotlandia menuntut referendum lain tentang kemerdekaan.

Analis Nick Eardley menduga alasan Johnson ingin tetap menjadi perdana menteri sampai musim gugur adalah untuk mencoba dan menyelesaikan beberapa masalah itu.

Kemudian untuk mencoba dan mengatakan "ada hal-hal yang ingin ia sampaikan sebelum pergi".

Dituntut meminta maaf ke Ratu Elizabeth II

"PM Inggris harus minta maaf kepada Ratu," kata mantan menteri George Freeman.

"Ada lebih banyak reaksi terhadap pengunduran diri Boris Johnson sebagai pemimpin Konservatif dari para menteri yang telah memintanya untuk pergi dalam 24 jam terakhir."

George Freeman, yang mengumumkan pengunduran dirinya sebagai menteri sains pagi ini, mengatakan Johnson harus meminta maaf kepada Ratu dan menyarankannya untuk segera memanggil Perdana Menteri Inggris sementara.

Seperti yang dilaporkan editor politik BBC Chris Mason, Johnson berencana untuk tetap pada jabatannya sebagai perdana menteri hingga musim gugur sehingga kontes kepemimpinan Konservatif dapat diadakan dan penggantinya dikonfirmasi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Gelombang Suara Minta Boris Johnson Mundur

FOTO: Boris Johnson Naik Sepeda Kunjungi Pasar Makanan dan Minuman Inggris
Perbesar
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengendarai sepeda saat kunjungannya ke pasar Makanan dan Minuman Inggris yang didirikan di Downing Street, London, 30 November 2021. Sebanyak 12 bisnis dari seluruh Inggris memiliki kios untuk memamerkan produk mereka. (JUSTIN TALLIS/AFP/POOL)

Gelombang pengunduran diri yang diajukan untuk Boris Johnson terus mengalir dari pemerintah atas kepemimpinannya, sehingga dia memutuskan untuk mundur.

Anggota senior kabinetnya, termasuk kanselir Nadhim Zahawi, mendesaknya untuk mengundurkan diri dan "pergi dengan bermartabat".

Johnson diperkirakan akan memberikan pernyataan pengunduran diri di luar No 10 Downing Street nanti.

Boris Johnson mundur dari jabatannya sebagai pemimpin Partai Konservatif Inggris setelah kehilangan dukungan dari para menteri dan anggota parlemennya, penyataan resminya akan disampaikan segera.

Kontes kepemimpinan Partai Konservatif akan berlangsung musim panas ini dan perdana menteri baru akan menggantikan posisinya pada waktunya untuk konferensi partai pada bulan Oktober.

Sementara itu, Johnson akan terus menjabat sebagai perdana menteri, demikian dikutip dari laman BBC, Kamis (7/7/2022).


Terlibat Skandal

Kemunculan Pertama PM Inggris
Perbesar
PM Inggris, Boris Johnson selesai memberikan pernyataan pada hari pertamanya kembali bekerja setelah pulih dari virus Corona di Downing Street, London, Senin (27/4/2020). Ini menjadi kemunculan pertama PM Johnson di depan publik setelah hampir sebulan terinfeksi COVID-19. (AP/Frank Augstein)

Perdana Menteri Boris Johnson terlibat skandal saat merayakan ulang tahun ketika ada lockdown pandemi COVID-19. Kejadian itu berlangsung di kantor perdana menteri Inggris di Downing Street pada Juni 2020. 

Namun, pihak staf berdalih hanya berkumpul kurang dari 10 menit saja.

Menurut laporan ITV, ada 30 orang yang hadir di acara ultah Boris Johnson, padahal saat itu aturan kumpul-kumpul terbatas menjadi dua orang saja. 

Pesta ulang tahun ini disebut adalah kejutan usai PM Johnson berkunjung ke sekolah di Hertfordshire. Para staf mengaku hanya makan kue. 

Namun, sore harinya PM Johnson dilaporkan kembali merayakan ulang tahun di kediamannya. Namun, hal itu dibantah pihak PM Johnson yang berkata hanya mengundang sedikit anggota keluarga. 

BBC melaporkan, Selasa (25/1/2022), bahwa sore itu PM Johnson menggelar pesta barbeque. 

Selain itu, Menteri Lingkungan George Eustice juga pasang badan dan menyebut kurang dari 10 orang yang hadir di pesta di Downing Street.


Dituntut Mundur

PM Inggris Boris Johnson
Perbesar
PM Inggris Boris Johnson. (Xinhua/Downing Street No. 10/Andrew Parsons)

Tokoh Partai Buruh menuntut PM Johnson agar mundur karena tidak mengikuti aturan yang dibuatnya sendiri. 

"Ini satu lagi bukti bahwa kita memiliki perdana menteri yang percaya bahwa aturan-aturan yang ia buat tidak diterapkan kepada dirinya sendiri," ujar Sir Keir Stamer, pemimpin Partai Buruh. 

Saat ini, ada laporan yang sedang disusun terkait pelanggaran PM Johnson. Laporan itu disusun oleh Sue Gray, seorang PNS senior yang mengumpulkan laporan pelanggaran-pelanggaran COVID-19 di area kantor pemerintah di saat ada pembatasan. 

Saat ini, ada laporan yang sedang disusun terkait pelanggaran PM Johnson. Laporan itu disusun oleh Sue Gray, seorang PNS senior yang menjabat di Kantor Kabinet.

Gray mengumpulkan laporan pelanggaran-pelanggaran COVID-19 di area kantor pemerintah di saat ada pembatasan.

Beberapa anggota parlemen dari Partai Konservatif sedang menanti rilisnya laporan Sue Gray untuk memutuskan apakah ikut meminta agar PM Johnson lengser. 

Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-India. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-India. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya