Sydney Australia Masih Digenangi Banjir, 50 Ribu Warga Diminta Mengungsi

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 05 Jul 2022, 14:33 WIB
Diperbarui 05 Jul 2022, 14:33 WIB
Penampakan Banjir yang Melanda Sydney
Perbesar
Sebuah kendaraan darurat memblokir akses ke Jembatan Windsor yang banjir di pinggiran Sydney, Australia, Senin (4/7/2022). Ratusan rumah terendam di dalam dan sekitar kota terbesar Australia itu dalam keadaan darurat banjir yang berdampak pada 50.000 orang, kata para pejabat. (AP Photo/Mark Baker)

Liputan6.com, Sydney - Sungai-sungai yang diguyur hujan menumpahkan air berwarna cokelat lumpur di sebagian besar wilayah Sydney pada Selasa (5/7), membanjiri rumah-rumah dan jalan-jalan sambil memaksa ribuan orang mengungsi.

Layanan darurat sekarang telah menginstruksikan sekitar 50.000 orang untuk mengungsi atau bersiap untuk melarikan diri dari air yang naik di New South Wales, kata para pejabat.

Pekerja darurat melakukan 22 penyelamatan banjir di Sydney semalam, kata mereka, dengan dukungan 100 tentara yang dikerahkan ke negara bagian itu.

Banjir, hujan lebat dan angin kencang menyebabkan pemadaman listrik untuk 19.000 rumah, kata para pejabat.

Australia berada di ujung tajam perubahan iklim, dengan kekeringan, kebakaran hutan yang mematikan, peristiwa pemutihan di Great Barrier Reef dan banjir menjadi lebih umum dan intens seiring perubahan pola cuaca global.

Suhu yang lebih tinggi berarti atmosfer menahan lebih banyak kelembaban, melepaskan lebih banyak hujan.

"Sydney tidak keluar dari bahaya, ini bukan waktunya untuk berpuas diri," kata komisaris Layanan Darurat Negara Bagian Carlene York dalam konferensi pers.

"Di luar sana berisiko."

Ahli meteorologi memperkirakan front cuaca akan bergerak ke utara di sepanjang pantai timur setelah menurunkan hujan di Sydney selama empat hari.

Pemerintah federal telah mengumumkan bencana alam di 23 bagian yang banjir di New South Wales, membuka pembayaran bantuan kepada penduduk yang terkena bencana.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penyelamatan

Penampakan Banjir yang Melanda Sydney
Perbesar
Sebuah bangunan dibanjiri air di ujung Jembatan Windsor di Windsor di pinggiran Sydney, Australia, Selasa (5/6/2022). Ratusan rumah terendam di dalam dan sekitar kota terbesar Australia itu dalam keadaan darurat banjir yang berdampak pada 50.000 orang, kata para pejabat. (AP Photo/Mark Baker)

Ada 83 penyelamatan banjir oleh layanan darurat dalam 24 jam terakhir saja, katanya.

"Sayangnya ini menunjukkan bahwa orang-orang tidak selalu mengindahkan saran yang terus kami keluarkan beberapa kali sehari sehubungan dengan peristiwa banjir ini," kata Cooke.

"Saya dengan hormat meminta orang-orang untuk menghindari perjalanan yang tidak penting saat ini."

Para ahli mengatakan keadaan darurat banjir telah diperburuk oleh perubahan iklim dan fenomena cuaca La Niña. La Niña berkembang ketika angin kencang meniup air permukaan Pasifik yang hangat menjauh dari Amerika Selatan dan menuju Indonesia. Sebagai gantinya, air yang lebih dingin muncul ke permukaan.

Di Australia, La Niña meningkatkan kemungkinan hujan, topan, dan suhu siang hari yang lebih dingin.

Frustrasi membengkak di beberapa pinggiran kota di barat kota terbesar Australia setelah banjir merendam rumah, pertanian dan jembatan di sana, beberapa untuk ketiga kalinya tahun ini.

"Ini sangat menghancurkan. Kami tidak percaya," kata Walikota Camden Theresa Fedeli.

"Sebagian besar dari mereka baru saja keluar dari banjir terakhir, mendapatkan rumah mereka kembali ke tempatnya, bisnis mereka kembali ke tempatnya dan sayangnya kami mengatakan itu terjadi lagi."

Sebuah operasi sedang dilakukan untuk menyelamatkan 21 anggota awak dari sebuah kapal kargo, yang kehilangan daya di selatan Sydney dan berisiko tersapu ke darat, media lokal melaporkan.


Rekaman di Media Sosial

Penampakan Banjir yang Melanda Sydney
Perbesar
Orang-orang memandangi Jembatan Windsor yang banjir di Windsor di pinggiran Sydney, Australia, Selasa (5/6/2022). Ratusan rumah terendam di dalam dan sekitar kota terbesar Australia itu dalam keadaan darurat banjir yang berdampak pada 50.000 orang, kata para pejabat. (AP Photo/Mark Baker)

Rekaman di media sosial menunjukkan pompa bensin, rumah, mobil, dan rambu-rambu jalan sebagian di bawah air sementara tempat sampah mengapung di jalan yang banjir. Kendaraan militer terlihat pergi ke jalan-jalan yang banjir untuk mengevakuasi keluarga yang terdampar.

Beberapa kota pedalaman, termasuk Picton, sekitar 90 km barat daya Sydney, berjajar di jalan-jalan utama dengan karung pasir.

Sekitar 100 mm hujan bisa turun dalam 24 jam ke depan di lebih dari 300 km di sepanjang pantai New South Wales dari Newcastle ke selatan Sydney, kata Biro Meteorologi.

"Kami memperkirakan hujan akan turun lagi mulai sore ini," kata ahli meteorologi biro Jonathan How.

Lebih dari 200mm hujan telah turun di banyak daerah, dengan beberapa terkena sebanyak 350mm sejak Sabtu.

Cuaca dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor, dengan daerah tangkapan sungai sudah mendekati kapasitas penuh setelah fenomena La Nina, biasanya terkait dengan peningkatan curah hujan, melanda pantai timur Australia selama dua tahun terakhir.

Perubahan iklim secara luas diyakini sebagai faktor yang berkontribusi terhadap peristiwa cuaca buruk yang sering terjadi, kata Dewan Iklim, seraya menambahkan Australia "kurang siap".


Cara Jepang Ciptakan Rumah Tahan Banjir

Banjir dan Tanah Longsor Melanda Jepang
Perbesar
Jalan terendam air setelah hujan deras di Takeo, prefektur Saga, barat daya Jepang, Minggu (15/8/2021). Hujan deras mengguyur barat daya Jepang sejak pekan lalu. (Kyodo News via AP)

Saat berbagai negara di belahan dunia mengalami banjir, Jepang punya rencana kesiapan yang sangat luar biasa.

Pengembang perumahan Jepang Ichijo Komuten baru-baru ini meluncurkan “rumah tahan banjir” yang tidak hanya tahan air selama banjir, tetapi juga mengapung dari tanah.

Apakah Anda percaya pada perubahan iklim atau tidak, hilangnya perumahan karena banjir adalah masalah yang tidak dapat disangkal di seluruh dunia.

Sementara para insinyur dan arsitek telah berusaha mencari solusi, hanya sedikit yang benar-benar terbukti efektif, demikian dikutip dari laman Oddity Central, Senin (27/6/2022).

Sekarang, pengembang perumahan Jepang yang memecahkan rekor mengklaim telah menemukan jawaban untuk menjaga rumah orang dari banjir dan juga hanyut oleh banjir. “Rumah tahan banjir” baru mereka baru-baru ini ditampilkan di acara TV Jepang yang populer dan sejak itu mendapat banyak perhatian online.

Stasiun TV TBS Jepang baru-baru ini mengunjungi salah satu lokasi uji Ichijo di mana rumah tahan banjir baru milik perusahaan sedang menjalani simulasi banjir.

Meskipun tampak seperti rumah biasa ketika pengujian dimulai, pada saat air mulai naik di sekitarnya, pemirsa dapat melihat bangunan tersebut meninggalkan tanah dan akhirnya mengapung beberapa inci di atasnya.

Kita semua pernah melihat rumah terapung yang tersapu banjir besar, tetapi penemuan terbaru Ichijo menampilkan sistem yang mencegah hal itu.

Infografis Cuaca Ekstrem, Jakarta Siaga Banjir Besar? (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Cuaca Ekstrem, Jakarta Siaga Banjir Besar? (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya