Amerika Serikat Umumkan Tambahan Bantuan ke Ukraina Senilai 820 Juta Dolar AS

Oleh Liputan6.com pada 04 Jul 2022, 20:40 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 20:40 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky blusukan garis depan negaranya di tengah invasi Rusia.
Perbesar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky blusukan garis depan di daerah Odesa dan Mykolaiv di tengah invasi Rusia. Dok: Situs resmi Presiden Ukraina.

Liputan6.com, Washington D.C - Amerika Serikat, pada Jumat (1/7) lalu, mengumumkan bantuan tambahan sebesar US$ 820 juta untuk Ukraina, termasuk sistem rudal darat-udara baru dan radar kontra-artileri.

Paket bantuan militer AS ke-14 untuk Ukraina mencakup dua sistem pertahanan udara, yang dikenal sebagai NASAMS, yang bisa membantu pasukan Ukraina melawan rudal jarak jauh dan peralatan lainnya yang digunakan oleh Rusia.

Pentagon, pada Jumat, mengatakan pemerintahan Presiden Joe Biden sekarang telah mengirim US$7,6 miliar bantuan keamanan ke Ukraina, termasuk hampir US$7 miliar sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Senin (4/7/2022).

Dalam pidatonya Jumat malam, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada Amerika dan secara pribadi kepada Presiden Joe Biden atas dukungan baru itu.

“Saya sangat berterima kasih kepada Amerika Serikat dan secara pribadi kepada Biden atas paket dukungan baru untuk Ukraina yang diumumkan hari ini, yang mencakup sistem NASAMS yang sangat kuat. Ini adalah rudal anti-pesawat yang rumit dan secara signifikan akan memperkuat pertahanan anti-pesawat kami. Kami telah bekerja keras untuk mendapat pasokan ini. Secara total, paket ini bernilai 820 juta dolar dan, selain NASAMS, juga termasuk amunisi artileri dan radar," ujar Zelensky.

Terkait serangan rudal Rusia di wilayah Odesa, Ukraina, di mana setidaknya 21 orang tewas dan puluhan lainnya terluka, Zelensky mengatakan serangan itu adalah tindakan teror yang disengaja.

"Tempat perkemahan, objek yang benar-benar khas untuk daerah tepi laut, juga dihancurkan oleh serangan ini. Saya tekankan: ini adalah teror langsung Rusia yang disengaja, dan bukan kesalahan," tambahnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Serangan Rudal

Melihat Kota Mariupol Usai Digempur Rusia
Perbesar
Kendaraan yang rusak terlihat di Pabrik Metalurgi Illich Iron & Steel Works, saat asap mengepul dari Metallurgical Combine Azovstal selama pertempuran sengit, di daerah yang dikendalikan pasukan separatis yang didukung Rusia di Mariupol, Ukraina (19/4/2022). (AP Photo/Alexei Alexandrov)

Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Ukraina, Rudal itu menghantam sebuah gedung sembilan lantai di kota Bilhorod-Dnistrovskyi. Rusia membantah menargetkan warga sipil dalam serangan itu.

Rusia, pada Minggu (3/7), mengklaim telah merebut kota strategis Ukraina Lysychansk dan seluruh wilayah garis depan Lugansk sementara Wali Kota Lysychansk mengatakan enam orang tewas akibat serangan penembakan yang dilakukan pasukan Rusia ke wilayah barat kota tersebut.

Kemajuan yang diklaim oleh Rusia itu akan menjadi terobosan yang menentukan bagi pasukan Moskow yang ingin menguasai Ukraina timur, lebih dari empat bulan setelah invasi mereka dan setelah mengalihkan fokusnya dari ibu kota Kiev.

Vadym Lyakh, Walikota Sloviansk, yang terletak 75 kilometer di sebelah barat Lysychansk, melaporkan penembakan yang dilakukan pasukan Rusia berlangsung sangat lama. Ia juga mengatakan seorang anak termasuk di antara enam orang yang tewas, dengan 15 orang lainnya mengalami luka-luka dan terjadi 15 kebakaran.

"Ini adalah penembakan terbesar yang dialami kota ini baru-baru ini. Sekitar 15 kebakaran. Banyak yang tewas dan terluka. Mari bertahan. Kita bersatu" ujar Lyakh.

Rusia, pada Minggu, menuduh Ukraina menembakkan tiga kluster rudal di kota Belgorod, dekat perbatasan Ukraina. Sementara itu pada Sabtu malam, Belarusia mengatakan pihaknya berhasil mencegat rudal Ukraina.


Volodymyr Zelensky: Rusia Rebut 20 Persen Wilayah Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam kunjungan ke garis depan wilayah Odesa dan Mykolaiv.
Perbesar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam kunjungan ke garis depan wilayah Odesa dan Mykolaiv.  Dok: Situs resmi Presiden Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Rusia telah merebut 20 persen wilayahnya. Invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung sejak Februari 2022.

Dilaporkan BBC, Jumat (3/6/2022), hal itu diungkap Presiden Zelensky dalam video kepada anggota-anggota parlemen Luksemburg.

"Semua formasi-formasi militer Rusia yang siap tempur sedang terlibat di agresi ini," ujar Presiden Zelensky.

Ia menyorot serangan yang makin intensif di kota Severodonetsk di wilayah timur Donbas. Sementara, pejabat pertahanan Inggris berkata Rusia telah merebut banyak kota-kota dan terus unggul berkat konsentrasi berat artileri mereka.

Severodonetsk adalah kota Ukraina yang paling timur. Ukraina masih mencoba mempertahankan kendali di kota tersebut dari serangan Rusia dari berbagai penjuru.

Gubernur Serhiy Haidai yang memimpin Severodonetsk menyebut tentara Ukraina berusaha melakukan serangan balik dan mendapatkan tawanan. Namun, pertempuran di jalan yang sengit membuat evakuasi sulit dan sangat berbahaya. 

Volodymyr Zelensky berkata tak ada perubahan drastis di wilayah Donbas, tetapi ia berkata prajurit Ukraina mencetak sejumlah "keberhasilan" di pertempuran Severodonetsk. Masih ada 15 ribu orang yang terperangkap di kota itu. 

Sebelumnya, Presiden Ukraina menuduh Rusia melakukan "kegilaan" karena menyerang pabrik kimia Azot yang berukuran besar. Pabrik itu menjadi shelter bagi para pengungsi perang di Ukraina.

Di selatan, Wali Kota Mariupol Vadym Boychenko berkata Rusia mengeksekusi sejumlah warga sipil di Mariupol. Boychenko berhasil evakuasi sebelum kota itu jatuh ke tangan Rusia. 


Uni Eropa Sepakat Larang 90 Persen Impor Minyak Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi garis depan negaranya di tengah invasi Rusia.
Perbesar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi garis depan negaranya di tengah invasi Rusia. Dok: Situs resmi Presiden Ukraina.

Dalam upaya paling besar untuk menghukum Rusia atas serangannya di Ukraina, Uni Eropa setuju untuk melarang sebagian besar impor minyak Rusia setelah perundingan tegang yang menguji seberapa jauh blok itu bersedia untuk mengucilkan Moskow.

Dalam langkah yang tidak terpikirkan beberapa bulan lalu, para pemimpin Uni Eropa hari Senin malam setuju untuk memotong sekitar 90% dari semua impor minyak Rusia dalam enam bulan ke depan, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (2/6).

Uni Eropa menyetujui larangan yang mempengaruhi semua ekspor minyak Rusia melalui laut ke UE, tetapi tidak melalui jalur pipa utama ke beberapa negara Eropa Tengah dan Timur termasuk Hongaria. UE belum memberlakukan embargo terhadap gas Rusia.

Para pemimpin Uni Eropa hari Selasa (31/5) memusatkan perhatian pada bagaimana membantu Ukraina mengekspor jutaan ton biji-bijian yang terhambat oleh perang.

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa negara-negara UE membentuk dan sedang melakukan jalur solidaritas yang akan memungkinkan mereka mengekspor sebagian gandum itu melalui jalur darat dan kereta api menuju pelabuhan Uni Eropa.

"Khusus gas kini kami membentuk satuan tugas bersama untuk pembelian gas bersama, karena kekuatan pasar dari seluruh 27 negara anggota di Uni Eropa jauh lebih besar daripada setiap negara anggota dan kami akan mencapai kondisi yang lebih baik," ujar von der Leyen.

Infografis Rusia Serang Ukraina dan Dalih Vladimir Putin. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Rusia Serang Ukraina dan Dalih Vladimir Putin. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya