Pasukan Rusia Mulai Rekonstruksi di Mariupol, Tanda Damai dengan Ukraina?

Oleh Liputan6.com pada 03 Jul 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 03 Jul 2022, 17:00 WIB
Melihat Kota Mariupol Usai Digempur Rusia
Perbesar
Kendaraan yang rusak terlihat di Pabrik Metalurgi Illich Iron & Steel Works, saat asap mengepul dari Metallurgical Combine Azovstal selama pertempuran sengit, di daerah yang dikendalikan pasukan separatis yang didukung Rusia di Mariupol, Ukraina (19/4/2022). (AP Photo/Alexei Alexandrov)

DW - Militer Rusia telah mulai membangun apartemen tempat tinggal di Mariupol.

Kantor berita Associated Press pada Jumat (1/7) menunjukkan rekaman video pekerjaan yang sedang berlangsung di pinggiran Mariupol.

Pekerjaan pembangunan itu diawasi oleh perusahaan konstruksi militer Rusia.

Dilansir dari laman VOA Indonesia, Minggu (3/7/2022), seorang perwakilan perusahaan konstruksi militer Rusia, Oleg Pechenkin, mengajak wartawan Associated Press melihat unit contoh apartemen itu. Dia menunjukkan fasilitas yang ditawarkan bagi bakal calon penghuni.

"Pekerjaan sedang berlangsung di enam lokasi konstruksi. Kami berencana mulai bekerja di semua 12 lokasi konstruksi pada pertengahan bulan," katanya.

Pekerjaan sedang dilakukan "dengan fase yang dipercepat," kata Pechenkin. Setiap unit apartemen itu akan dilengkapi dapur, kamar mandi dan perlengkapannya, tambahnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Bom Rusia Hantam Kota Mykolaiv Ukraina

Gedung Pemerintah di Kota Mykolaiv Hancur Dirudal Rusia
Perbesar
Petugas pemadam kebakaran membawa mayat dari puing-puing gedung pemerintah yang terkena roket Rusia di Mykolaiv (29/3/2022). Serangan Rusia menghancurkan gedung pemerintah daerah di kota Mykolaiv, Ukraina selatan, pelabuhan utama yang diserang selama berminggu-minggu. (AFP/Bulent Kilic)

Sebelumnya, ledakan dahsyat mengguncang kota Mykolaiv di Ukraina pada Sabtu dini hari, kata wali kota itu, sehari setelah pihak berwenang mengatakan setidaknya 21 orang tewas ketika rudal Rusia menghantam sebuah gedung apartemen di dekat pelabuhan Odesa di Laut Hitam.

Sirene serangan udara berbunyi di seluruh wilayah Mykolaiv, yang berbatasan dengan pelabuhan ekspor vital Odesa, sebelum ledakan.

"Ada ledakan kuat di kota! Tetap di tempat penampungan!" Walikota Mykolaiv Oleksandr Senkevich menulis di aplikasi perpesanan Telegram, seperti dikutip dari MSN News, Sabtu (2/7/2022).

Tidak segera diketahui apa yang menyebabkan ledakan itu. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Ledakan meratakan bagian dari sebuah gedung apartemen sementara penduduk tidur pada hari Jumat, yang terbaru dalam serangkaian apa yang dikatakan Ukraina adalah serangan rudal Rusia yang ditujukan pada warga sipil.

Dalam pidato video malamnya pada hari Jumat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengecam serangan itu sebagai "teror Rusia yang sadar, sengaja ditargetkan dan bukan semacam kesalahan atau serangan rudal kebetulan."

Kyiv mengatakan Moskow telah mengintensifkan serangan rudal jarak jauhnya, mengenai target sipil yang jauh dari garis depan. Rusia mengatakan telah membidik situs militer. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengutip pernyataan Presiden Vladimir Putin "bahwa Angkatan Bersenjata Rusia tidak bekerja dengan target sipil".

Infografis Gejala dan Pencegahan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Gejala dan Pencegahan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya