Tak Ada Meja Panjang Saat Pertemuan Jokowi-Vladimir Putin di Rusia, Ini Alasannya?

Oleh Tanti Yulianingsih pada 01 Jul 2022, 07:54 WIB
Diperbarui 01 Jul 2022, 09:14 WIB
Kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia bertemu Vladimir Putin. (Kremlin)
Perbesar
Kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia bertemu Vladimir Putin. (Kremlin)

Liputan6.com, Moskow - Pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin sudah berlangsung pada Kamis 30 Juni 2022.

Berdasarkan siaran pers Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi ke Rusia dan dikabarkan tiba di Istana Kremlin sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Ia pun langsung melakukan pertemuan Tete-a-Tete dengan Presiden Vladimir Putin di Ruang Upacara Kenegaraan Istana Kremlin.

Usai pertemuan, kedua pemimpin baru menggelar keterangan pers bersama di ruang Ekaterina Istana Kremlin.

"Saya sangat senang melihat Anda di Rusia, di Moskow. Selamat datang, Tuan Presiden! Saya tahu ini adalah kunjungan pertama Anda ke negara kita," demikian kata sambutan Vladimir Putin dalam pertemuan dengan Jokowi seperti dikutip dari situs pemerintah Kremlin, Jumat (1/7/2022).

"Indonesia adalah salah satu negara di mana kita telah mengembangkan hubungan yang sangat baik setelah menjalin hubungan diplomatik selama beberapa dekade. Yang penting, kita mengembangkan hubungan di semua bidang, seperti ekonomi, politik dan keamanan dan, tentu saja, upaya untuk melawan ancaman terorisme," sambung Presiden Rusia tersebut.

Ada hal yang mencuri perhatian dalam pertemuan Presiden Jokowi dan Vladimir Putin. Keduanya terlihat akrab berdiskusi membahas sejumlah hal, terpampang dari sejumlah foto dari Kremlin yang beredar.

Tak ada meja panjang yang memisahkan keduanya saat berdiskusi, seperti saat Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kremlin ke Rusia, Senin, 7 Februari 2022. Hanya meja kecil bertahtakan bunga yang memisahkan Jokowi dan Vladimir Putin. Pertanda apa?

Dalam pertemuan dengan Macron awal Februari lalu, meja panjang berhias sebuket bunga yang memisahkan Putin jadi perbincangan.

Sebuah meja justru menarik perhatian dunia saat kedua pemimpin negara bertemu. Meja yang jadi perbincangan itu tampak dalam pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kremlin, Rusia, Senin, 7 Februari 2022.

Keduanya duduk di kursi warna putih dan berada di ujung meja untuk menjaga jarak fisik.

Pertemuan mereka menarik pemberitaan sejumlah media internasional dan menerka-nerka berapa panjang meja tersebut. Sydney Morning Herald, misalnya, menyebut panjang meja tersebut empat meter.

"Mereka duduk di ujung meja sepanjang empat meter untuk membahas krisis Ukraina," tulis media Australia tersebut, Jumat, 11 Februari 2022. "Tapi, meja itu sendiri menarik perhatian secara signifikan, dengan panjangnya yang mengejutkan banyak pengamat dan memicu gelombang meme di internet," tulis CNN tentang pertemuan Macron dan Putin.

Sementara media Rusia, The Moscow Times menulis meja tersebut memiliki panjang 20 kaki atau setara enam meter. Forbes lebih lanjut menuliskan, meja tersebut jadi tempat saat Putin menerima Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban pada pertemuan minggu lalu. 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ini Jawaban Kremlin

Perbandingan saat pertemuan Vladimir Putin dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Indonesia Joko Widodo. (Sputnik/AFP/Kremlin/Fotoram.io)
Perbesar
Perbandingan saat pertemuan Vladimir Putin dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Indonesia Joko Widodo. (Sputnik/AFP/Kremlin/Fotoram.io)

Mengutip situs Rfel.org, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada 11 Februari bahwa keputusan untuk menempatkan Emmanuel Macron ke meja besar dibuat setelah pemimpin Prancis itu menolak untuk mengikuti tes Virus Corona COVID-19 yang dilakukan oleh petugas medis Kremlin.

Pejabat tamu lainnya, termasuk Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban dan Presiden Iran Ebrahim Raisi juga telah ditempatkan jauh dari Putin karena protokol COVID-19.

"Pembicaraan dengan beberapa dilakukan di meja panjang, jaraknya (melintasi meja) sekitar 6 meter," kata Peskov.

"Itu terkait dengan fakta bahwa beberapa mengikuti aturan mereka sendiri, mereka tidak bekerja sama dengan pihak tuan rumah," katanya.

Dalam kasus seperti itu, katanya, Kremlin harus mengambil "protokol sanitasi tambahan untuk melindungi kesehatan presiden kita dan tamunya."

Sementara Forbes mengutip Reuters dari sumber dekat Presiden Prancis menyebut, Macron menolak untuk tes PCR COVID-19 yang dikelola Rusia karena khawatir akan akses Rusia ke DNA-nya.


Upaya Menjembatani Perdamaian Jokowi untuk Rusia dan Ukraina

Presiden Jokowi Bertemu Vladimir Putin
Perbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) usai menyampaikan pernyataan bersama di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis (30/6/2022). Pertemuan ini merupakan bagian dari safari diplomasi Jokowi untuk mendesak perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang masih terus berperang. (FOTO: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kunjungan Jokowi ke Rusia telah rampung, Presiden RI telah menggelar konferensi pers bersama dengan Presiden Negeri Beruang Merah tersebut di Istana Kremlin.

"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Putin yang sudah menerima kunjungan saya di Moskow," ujar Jokowi dalam pernyataan pers bersama Presiden Putin, di Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis (30/06/2022) seperti dikutip dari situs Setkab.go.ri.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan telah membahas sejumlah hal dengan Vladimir Putin.

"Yang pertama, bahwa isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Konstitusi Indonesia mengamanatkan agar Indonesia selalu berusaha berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia. Dalam konteks inilah, saya melakukan kunjungan ke Kiev dan ke Moskow," jelas kepala negara Indonesia itu.

Yang kedua, sebagaimana yang saya sampaikan di Kiev, sambung Jokowi, walaupun situasi saat ini masih sangat sulit namun saya tetap menyampaikan bahwa penyelesaian damai penting untuk terus di kedepankan dan juga ruang-ruang dialog terus bisa dibuka.

"Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin, dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara kedua pemimpin tersebut."

"Yang ketiga, saya tadi banyak berdiskusi dan menekankan bahwa pangan dan pupuk adalah masalah kemanusiaan, merupakan kepentingan masyarakat dunia, dan ratusan juta orang terdampak dengan terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk terutama di negara-negara berkembang."

"Saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk baik dari Rusia maupun dari Ukraina. Ini sebuah berita yang baik."


Reintegrasi Komoditi hingga Investasi

Presiden Jokowi Bertemu Vladimir Putin
Perbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) menyampaikan pernyataan bersama di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis (30/6/2022). Setibanya Jokowi di Istana Kremlin langsung melakukan pertemuan tete-a-tete dengan Presiden Putin di Ruang Upacara Kenegaraan. (FOTO: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kemudian yang keempat, Jokowi menyatakan dukungan langkah PBB untuk reintegrasi komoditi pangan dan pupuk Rusia dan Ukraina.

"Demi kemanusiaan, saya juga mendukung upaya PBB untuk reintegrasi komoditi pangan dan pupuk Rusia dan komoditi pangan Ukraina untuk masuk lagi dalam rantai pasok dunia. Dan khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, tadi sekali lagi Presiden Putin sudah memberikan jaminannya," jelas Jokowi.

Selain  itu, Jokowi juga mengatakan telah membahas sejumlah investasi dengan Putin.

"Dan yang kelima, tadi kami berdiskusi panjang mengenai kerja sama antara Rusia dan Indonesia baik di bidang investasi, di bidang perdagangan, maupun di bidang turisme, yang akan kita tindaklanjuti dengan membentuk tim agar bisa membahasnya secara detail."

Pada penutup, Jokowi pun menyampaikan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun, kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk, energi dapat segera diperbaiki karena ini menyangkut kehidupan ratusan juta orang bahkan miliaran manusia.

"Saya mengajak seluruh pemimpin dunia untuk bekerja sama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai, dan semangat kerja sama. Hanya dengan spirit itulah perdamaian dapat dicapai," pungkas Jokowi. 

Infografis Dukungan & Harapan Rencana Kunjungan Jokowi ke Ukraina-Rusia
Perbesar
Infografis Dukungan & Harapan Rencana Kunjungan Jokowi ke Ukraina-Rusia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya