Dirjen WHO Tedros Adhanom Puji Progres Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 20 Jun 2022, 20:10 WIB
Diperbarui 20 Jun 2022, 20:10 WIB
Dirjen WHO Tedros Adhanom memuji Indonesia yang baik dalam upaya penanganan COVID-19 (Kementerian Kesehatan)
Perbesar
Dirjen WHO Tedros Adhanom memuji Indonesia yang baik dalam upaya penanganan COVID-19 (Kementerian Kesehatan)

Liputan6.com, Yogyakarta - Dirjen WHO Tedros Adhanom memuji Indonesia yang baik dalam upaya penanganan COVID-19. Dalam kehadirannya di Yogyakarta dalam acara The 1st G20 HMM Press Conference ia juga menyinggung soal vaksinasi di Tanah Air.

"Saya sangat senang melihat bahwa kasus dan kematian yang dilaporkan dari COVID 19 di Indonesia sekarang berada pada tingkat yang sangat rendah," ujar Tedros Adhanom dalam pernyataannya di The 1st G20 HMM Press Conference yang disiarkan secara virtual, Senin (20/6/2022).

"Selamat Pak Menteri (Budi Gunadi Sadikin), dan lebih dari 60% penduduk sudah divaksinasi lengkap. Namun, hal itu tidak terjadi di setiap negara di dunia."

"Anda tahu, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara dengan penularan yang berkelanjutan, penurunan pengujian dan pengurutan, dan 40% dari populasi dunia masih belum divaksinasi."

Tedros Adhanom menyebut bahwa pandemi belum berakhir dan penting agar semua negara terus memvaksinasi, terutama yang paling berisiko, termasuk petugas kesehatan dan orang yang berusia di atas 60 tahun.

"Tentu saja dengan target 70%, saya yakin Indonesia bisa mencapai itu karena sudah 60%," kata Tedros Adhanom.

"Pada saat yang sama, kita semua harus mempelajari pelajaran menyakitkan yang diajarkan pandemi kepada kita. Dan itulah fokus diskusi kita pagi ini di Majelis Kesehatan Dunia."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dirjen WHO Tedros Adhanom Hadiri G20 1st Health Ministers Meeting (HMM) 2022

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus  memuji Indonesia yang saat ini mampu mengendalikan COVID-19. (Foto: tangkapan layar Youtube Kemenkes RI)
Perbesar
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji Indonesia yang saat ini mampu mengendalikan COVID-19. (Foto: tangkapan layar Youtube Kemenkes RI)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan dukungan bagi agenda The 1st Health Ministers Meeting atau pertemuan pertama Menteri Kesehatan G20 pada 21 Juni 2022 mendatang. Hal itu ditandai dengan Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus yang telah tiba di Yogyakarta, dikutip dari laman Sehatnegeriku.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, yang mengawali pertemuan dengan Thedros mengucapkan terima kasih atas kedatangan orang nomor satu di WHO tersebut.

Menurutnya, kedatangan Tedros Adhanom pada 1st G20 HMM menaruh harapan besar untuk mendukung pemulihan sistem kesehatan global yang lebih kuat dan tangguh pasca pandemi COVID-19.

“Dukungan dari WHO sangat luar bisa. Dengan beliau datang, harapan kami untuk Presidensi G20 bidang kesehatan bisa tercapai termasuk output dan outcomenya,” kata Kunta.

Kunta mengungkapkan Tedros dijadwalkan hadir pada pembukaan HMM pukul 09.00 WIB.

Lebih lanjut, Kunta menjelaskan bahwa pertemuan HMM akan dilanjutkan dengan diskusi untuk membahas lebih intens 3 agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia.

 


Banyak Undangan

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus
Perbesar
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus saat berpidato dalam acara 'Global Pandemic Preparedness Summit 2022' yang digelar 7-8 Maret 2022 di Oslo, Norwegia. (Dok Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI)

Diskusi turut melibatkan negara undangan khusus serta organisasi undangan khusus seperti CEO CEPI, Sekjen OECD, perwakilan World Bank, perwakilan GAVI, dan Direktur Eksekutif Global Fund dan GISAID.

Pertemuan ini akan dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

“Sebagai pimpinan Presidensi G20 bidang kesehatan, kita akan membahas 3 isu prioritas yakni resiliensi sistem kesehatan global, harmonisasi protokol kesehatan, pendanaan penanganan pandemi, dan sharing jejaring lab untuk genome sequensing,” ungkap Kunta.

Melalui pertemuan HMM, Kunta berharap tiga gagasan Indonesia untuk memperkuat arsitektur kesehatan global yang tangguh kuat dapat mendapatkan hasil yang baik untuk selanjutnya dibawa ke tingkat pertemuan yang lebih tinggi.

“Harapan kita, outcome dari presidensi G20 Indonesia terutama Kelompok Kerja Bidang Kesehatan bisa tercapai” pungkasnya.


Galang Dukungan Menteri Kesehatan G20

Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Perbesar
Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. Dok: Twitter @WHO

Sejumlah isu kesehatan akan dibahas dalam The 1st G20 Health Ministers Meeting (HMM) Tahun 2022. Juru Bicara Indonesia di G20 Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pertemuan ini merupakan yang pertama dilakukan Menteri Kesehatan Negara Anggota G20 (The 1st G20 Health Ministers Meeting).

Pertemuan akan dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 20 Juni 2022 secara hybrid dan dihadiri oleh Menteri Kesehatan negara anggota G20 serta undangan khusus seperti Direktur Jenderal WHO, CEO CEPI, Sekjen OECD, dan Direktur Eksekutif Global Fund dan GISAID.

 "Pertemuan pertama ini bertujuan untuk menggalang dukungan dari Menteri Kesehatan G20 dalam upaya memperkuat sistem Kesehatan global serta penggalangan dana untuk menghadapi pandemi selanjutnya," katanya, dalam keterangan pers, Sabtu (18/6/2022).

Hal ini sejalan dengan tema besar Presidensi G20 yakni “Strengthening Global Health Architecture, with Building Global Health System Resilience and Mutual Recognition for International Mobility, and Manufacturing Hub and Research”, yang menekankan pada tiga isu prioritas.

Adapun ketiga isu penting yang dibahas dalam HMM adalah pertama, membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun ketahanan sistem kesehatan global, baik melalui penggalangan sumber dana dengan pembentukan Financial Intermediary Fund (FIF), penggalangan sumber daya dengan mekanisme yang lebih permanen, serta berbagi informasi dan data melalui konsep model GISAID+ untuk patogen yang berpotensi menimbulkan pandemi.

Infografis Respons WHO Terkait Pencabutan Aturan Pembatasan Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Respons WHO Terkait Pencabutan Aturan Pembatasan Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya