BTS Diundang ke Gedung Putih, Ini Misinya

Oleh Liputan6.com pada 27 Mei 2022, 10:32 WIB
Diperbarui 27 Mei 2022, 10:38 WIB
BTS. (Twitter/ bts_bighit)
Perbesar
BTS. (Twitter/ bts_bighit)

Liputan6.com, Seoul - Kelompok K-pop terkenal BTS diundang Gedung Putih. Mereka bakal datang minggu depan untuk berdialog dengan Presiden Amerika Joe Biden.

Kedatangan mereka guna mengatasi kejahatan rasial yang menarget orang-orang Asia dan warga keturunan orang Asia.

"Biden akan menjadi tuan rumah bagi kelompok musik yang mendunia itu Selasa mendatang (31/5) dan akan membahas dilibatkannya dan ditampilkannya orang-orang Asia," demikian pernyataan Gedung Putih pada Kamis 26 Mei 2022 waktu setempat seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (27/5/2022).

"Acara itu untuk mengatasi kejahatan bermotif kebencian dan diskriminasi anti-Asia yang telah semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini."

Tujuh anggota kelompok K-pop asal Korea Selatan – yang dikenal dengan lagu dan tarian yang penuh semangat itu, serta memiliki basis penggemar setia di seluruh dunia – telah memenangkan anugrah IFPI Global Recording Artist of the Year pada Februari lalu, untuk tahun kedua berturut-turut.

IFPI atau International Federation of the Phonographic Industry adalah badan yang mengevaluasi artis rekaman dengan kinerja terbaik berdasarkan penjualan album, unduhan musik, streaming dan penjualan album dalam format fisik.

Pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan BTS yang dilangsungkan pada bulan pengakuan warisan budaya orang-orang Amerika keturunan Asia dan Penduduk Asli Hawaii/Kepulauan Pasifik (AANHPI).

Citra BTS

BTS dikenal menggunakan lirik dan melakukan kampanye sosial untuk memberdayakan anak-anak sejak memulai debut mereka tahun 2013 lalu.

"Biden dan BTS juga akan membahas pentingnya keragaman dan inklusivitas, serta platform BTS sebagai duta muda yang menyebarluaskan pesan harapan dan hal-hal positif ke seluruh dunia," tambah pernyataan Gedung Putih itu.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kejahatan Terhadap Warga AS Keturunan Asia Meningkat Setahun Terakhir

Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)
Perbesar
Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)

Dalam setahun terakhir, kejahatan terhadap warga Amerika keturunan Asia meningkat tajam. Serangan terhadap orang-orang keturunan Asia telah meningkat ketika sejumlah politisi dan pakar yang menyalahkan China atas perebakan luas pandemi Virus Corona, di tengah isu-isu panas lainnya.

Awal bulan ini seorang laki-laki didakwa menembak tiga perempuan keturunan Asia di sebuah salon rambut di Dallas, Texas. Sementara seorang laki-laki lain di California dituduh membunuh satu orang dan melukai lima lainnya dalam penembakan di sebuah gereja yang kerap didatangi jemaat Amerika keturunan Taiwan minggu lalu.

Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam insiden penembakan itu. Pihak berwenang menyelidiki kedua insiden itu sebagai potensi kejahatan bermotif kebencian.

 


BTS Diundang PBB

BTS di PBB. (Twitter/ bts_bighit)
Perbesar
BTS di PBB. (Twitter/ bts_bighit)

Jelang akhir tahun 2021, BTS kembali "manggung", tapi bukan di stadium maupun venue konser. Mereka membawakan lagu "Permission to Dance" di tempat istimewa, yakni markas PBB di New York, Amerika Serikat.

Ya, video rekaman penampilan mereka sempat ditampilkan di depan para perwakilan negara dan pemimpin dunia dalam Sustainable Development Goals Moment (SDG Moment), salah satu agenda di Sidang Umum PBB ke-76 di New York, Senin (20/9/2021).

Jungkook dkk. tak hanya hadir untuk bernyanyi. Sebagai utusan khusus Presiden Korea Selatan Moon Jae In, mereka di sana juga berpidato, mewakili suara para generasi muda.

Pada agenda itu, tidak seperti tahun sebelumnya, yakni pidato disampaikan hanya oleh leader BTS, RM, kali ini setiap member diberi kesempatan berbagi pemikiran mereka. Meski tujuan utama pidato BTS adalah menyebarkan harapan, mereka tidak segan mengangkat topik penting terkait pandemi.


BTS Diundang Jadi Voter Grammy Awards

BTS di Karpet Merah Grammy
Perbesar
Boyband Korea Selatan, Bangtan Boys alias BTS menghadiri perhelatan Grammy Awards 2019 di Staples Center, Los Angeles, Minggu (10/2). Beberapa member seperti J-Hope, Suga, Jin dan Jongkook memilih mengenakan dasi kupu-kupu. (Jordan Strauss/Invision/AP)

Kiprah BTS terus mendapat pengakuan dunia. Kali ini, datang dari penyelenggara Grammy Awards, The Recording Academy.

Dilansir dari Billboard, Sabtu (8/6/2019), The Recording Academy mengirim 1.340 undangan kepada sejumlah musikus dan pekerja musik dunia, untuk bergabung menjadi anggota. BTS, termasuk salah satu musikus yang diundang oleh The Recording Academy.

Tak hanya RM dkk, Soompi melaporkan bahwa Bang Shi Hyuk, pendiri Big Hit Entertainment yang menaungi BTS, juga diundang menjadi salah satu anggota organisasi ini. Mereka dianggap memiliki kualifikasi sebagai pembuat musik maupun pebisnis profesional dalam bidangnya. 

BTS disebutkan menerima undangan sebagai anggota voters. Artinya, mereka dapat memberikan suara untuk menentukan pemenang Grammy Awards 2020.

Sementara itu Bang Shi Hyuk mendapat undangan sebagai anggota profesional. Ini, adalah tipe keanggotaan untuk para eksekutif, manajer, publisis, agen, maupun pekerja musik lainnya, untuk mendukung para pencipta musik.

Billboard melaporkan bahwa The Recording Academy memang tengah memperkaya keragaman anggotanya, mulai dari segi usia, ras, hingga gender. Hal inilah yang membuat BTS masuk dalam musikus yang diundang menjadi anggota organisasi ini.


Jadi Bintang Tamu Talk Show Populer AS, BTS Tampil Layaknya The Beatles

BTS
Perbesar
BTS menghadiri American Music Awards (AMAs) 2021. (dok. Twitter @bts_bighit/https://twitter.com/bts_bighit/status/1462661453622562819/photo/1)

BTS juga pernah tampil dalam sebuah talk show populer Amerika Serikat, The Late Show With Stephen Colbert, yang ditayangkan pada Kamis (16/5/2019) ini. Istimewanya, BTS membawa penonton kembali ke tahun 1964, saat The Beatles baru saja debut di Amerika Serikat. 

Dilansir dari E! News, BTS tak hanya didandani dengan setelah jas ala The Beatles. Rekaman penampilan BTS juga dibuat dalam nuansa hitam putih. Bahkan dihadirkan pula penonton yang berteriak, dengan dandanan persis para penggemar The Beatles yang histeris saat menonton debut John Lennon dkk di The Ed Sullivan Show pada 9 Februari 1964. 

Colbert memang merekam acaranya di Ed Sullivan Theater di Manhattan, jadi dandanan istimewa BTS ini memang terbilang pas.

"Dan sekarang, di panggung yang sama 50 tahun kemudian, ditambah 5 tahun, 3 bulan, 6 hari, kumpulan para pencuri hati telah mendarat," kata narator dalam pembukaan video.

Stephen Colbert yang tampil ala Ed Sullivan, termasuk dalam perilakunya, memperkenalkan BTS dalam sebuah video hitam putih di mana mereka semua menyebutkan nama dan pesan pribadi mereka.

Infografis Pesona K-Pop Mendamaikan Korea
Perbesar
Infografis Pesona K-Pop Mendamaikan Korea
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya