Respons Ekspansi NATO, Rusia Akan Bangun 12 Pangkalan Militer Baru

Oleh Hariz Barak pada 21 Mei 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 23 Mei 2022, 07:33 WIB
Ilustrasi bendera Rusia (pixabay)
Perbesar
Ilustrasi bendera Rusia (pixabay)

Liputan6.com, Moskow - Rusia akan mendirikan 12 pangkalan militer baru di barat negara itu sebagai tanggapan terhadap Swedia dan Finlandia yang mengajukan keanggotaan NATO.

Menteri Pertahanan Sergei Shoigu membuat pengumuman pada hari Jumat, mengatakan bahwa pangkalan baru akan berdiri "pada akhir tahun" 2022, demikian seperti dikutip dari Euronews, Sabtu (21/5/2022).

Dia mengatakan "12 pangkalan dan unit militer akan dikerahkan di Distrik Militer Barat", mengatakan kepada pejabat senior kementerian dan militer bahwa ada "pertumbuhan ancaman militer di perbatasan Rusia", menyalahkan NATO dan Amerika Serikat.

Kantor berita Rusia Interfax melaporkan bahwa Moskow mengambil "tindakan balasan yang memadai" sebagai tanggapan terhadap "ancaman militer" yang dirasakan di barat.

Pekan ini Finlandia dan Swedia secara resmi mengajukan keanggotaan NATO, sebuah langkah yang tidak terpikirkan sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

Finlandia berbagi perbatasan darat sepanjang 1.300 km dengan Rusia, sementara pulau Gotland di Swedia secara strategis penting di Laut Baltik, dan hanya 300 km dari eksklave Rusia yang dimiliterisasi Kaliningrad.

Sebagai tanda kebutuhan mendesak Kremlin untuk meningkatkan upaya perangnya di Ukraina, parlemen Rusia mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya akan mempertimbangkan ruu untuk memungkinkan orang Rusia berusia di atas 40 tahun dan orang asing berusia di atas 30 tahun untuk mendaftar ke militer.

Situs web Duma Negara, majelis rendah parlemen, mengatakan langkah itu akan memungkinkan militer untuk memanfaatkan keterampilan para profesional yang lebih tua.

"Untuk penggunaan senjata presisi tinggi, operasi senjata dan peralatan militer, spesialis yang sangat profesional diperlukan. Pengalaman menunjukkan bahwa mereka menjadi seperti itu pada usia 40-45," katanya.

Sebelumnya hanya orang Rusia berusia 18-40 tahun dan orang asing berusia 18-30 tahun yang dapat menandatangani kontrak pertama dengan militer.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 


Sah, Parlemen Finlandia Dukung Gabung ke NATO

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Mikhail Klimentyev/Pool Photo via AP)
Perbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin (Mikhail Klimentyev/Pool Photo via AP)

Para anggota parlemen Finlandia telah mengambil suara untuk mendukung bergabungnya negara mereka ke North Atlantic Treaty Organisation (NATO). Langkah Finlandia ini terjadi di tengah invasi Rusia ke Ukraina yang bertujuan agar Ukraina tidak masuk NATO.

Dilaporkan media Finlandia YLE News, Rabu (18/5/2022), sebanyak 188 anggota parlemen mendukung masuknya Finlandia ke NATO. Sebanyak tiga anggota lain absen.

Pada hari Minggu lalu (16/5), Presiden Finlandia Sauli Niinistö dan Perdana Menteri Sanna Marin telah menegaskan bahwa negaranya akan berusaha bergabung ke aliansi NATO. Sebelum voting, ada debat yang panjang di parlemen Finlandia.

Totalnya ada 212 pidato selama sesi pleno parlemen Finlandia. Ada tiga orang yang menolak dan menuntut agar Finlandia tetap netral.

Persetujuan parlemen ini berarti presiden dan pemerintah Finlandia bisa secara resmi mendaftar ke NATO secepatnya.

Sama seperti Ukraina, wilayah Finlandia juga berbatasan dengan timur laut Rusia. Perbatasan Rusia-Finlandia mencapai 1.300 kilometer. Batas itu lebih panjang ketimbang Pulau Jawa.

Pemerintah Amerika Serikat juga telah memberikan respons positif terhadap rencana bergabungnya Finlandia dan Swedia ke NATO. Rencananya, Presiden AS Joe Biden akan bertemu Presiden Finlandia Sauli Niinistö dan PM Swedia Magdalena Andersson pada Kamis, 19 Mei 2022.

"Para pemimpin akan membahas pendaftaran Finlandia dan Swedia ke NATO dan keamanan Eropa, serta memperkuat kemitraan dekat terhadap berbagai isu-isu global dan dukungan untuk Ukraina," demikian pernyataan jubir baru Gedung Putih, Karine Jean-Pierre.

 


Putin Sebut Tak Masalah

Vladimir Putin terlihat menggigit bibirnya pada misa tengah malam di Moskow. foto: AFP
Perbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin terlihat menggigit bibirnya pada misa tengah malam di Moskow. (AFP)

Akibat serangan Vladimir Putin, NATO bakal kedatangan dua anggota baru yang kaya raya: Finlandia dan Swedia. Kedua negara itu juga punya perbatasan dengan Rusia.

Rusia sempat memberi ancaman-ancaman jika Finlandia-Swedia masuk NATO, kini Presiden Vladimir Putin mulai memberikan nada berbeda. Ia mengaku tidak masalah jika dua negara itu bergabung ke NATO.

Dilaporkan The Financial Times, Selasa (17/5), Presiden Vladimir Putin berkata bahwa "tidak masalah" jika Finlandia-Swedia masuk NATO. Ia pun berkata penambahan anggota NATO "tidak memberikan ancaman langsung ke Rusia".

Namun, Vladimir Putin berkata bahwa ekspansi infrastruktur militer kedua daerah itu bisa memicu respons dari Rusia.

Finlandia dan Rusia memiliki perbatasan darat. Selama puluhan tahun, Finlandia memilih netral dengan tidak masuk NATO, namun posisi itu berubah usai Rusia menginvasi Ukraina.

The Wall Street Journal menyebut sejak tahun 1990-an, Finlandia telah melatih militernya agar bisa beroperasi dengan NATO.

Survei di Finlandia oleh YLE juga menyebut 76 persen warga Finlandia mendukung agar masuk NATO. Padahal, jumlah yang mendukung baru 53 persen dari Februari lalu. 

Infografis Reaksi Global terhadap Serbuan Rusia ke Ukraina. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Reaksi Global terhadap Serbuan Rusia ke Ukraina. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya