Monkeypox atau Cacar Monyet Bisa Menular Lewat Seks

Oleh Tommy Kurnia pada 20 Mei 2022, 13:31 WIB
Diperbarui 20 Mei 2022, 13:31 WIB
Monkeypox atau penyakit cacar monyet.
Perbesar
Monkeypox atau penyakit cacar monyet. (www.imagepicweb.com)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah penyakit hepatitis misterius, kini masyarakat sedang fokus kepada monkeypox (cacar monyet) yang bisa berasal dari hewan. Penyakit ini bisa menular antar manusia saat berhubungan seks atau kontak dekat.

Berdasarkan informasi European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), Jumat (20/5/2022), sudah ada kasus bermunculan di Portugal dan Inggris. Ada setidaknya tujuh kasus di Inggris dan lima kasus di Portugal. Ada juga 20 kasus suspek di Portugal. Kasus yang tercatat sejauh ini menimpa laki-laki muda. Dan ada delapan suspek di Spanyol. 

"Monkeypox (cacar monyet) adalah penyakit menular. Tranmisi antara manusia dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau manusia, atau dengan zat tubuh manusia yang mengandung virusnya. Penularan antar manusia seringnya terjadi lewat droplet pernapasan yang besar," tulis ECDC, dikutip Jumat (20/5/2022).

Turut dijelaskan bahwa droplet tidak bisa menular jarak jauh, sehingga penularan via droplet butuh tatap muka yang panjang. Penularan juga bisa terjadi via cairan-cairan tubuh, luka, dan kontak tak langsung dengan luka tersebut.

Penyakit ini bisa berbahaya. Gejalanya adalah:

- Demam

- Sakit kepala

- Nyerit otot

- Nyeri punggung

- Pembengkakan kelenjar getah bening

- Menggigil

- Kelelahan

Beberapa kasus terkini dari laki-laki gay yang tertular muncul luka cacar di bagian kelamin. Monkeypox ini awalnya mirip cacar air atau sipilis, sebelum membentuk scab, dan akhirnya lepas.

Bedanya dengan sipilis adalah kasus cacar monyet punya masa inkubasi hingga 21 hari. Penyakit ini dinyatakan tidak lagi menular ketika scab di tubuh sudah terlepas.

Sejak 2018, ada tujuh kasus monkeypox di Inggris, terutama orang-orang yang punya riwayat perjalanan ke negara-negara endemi, seperti Afrika Barat dan Tengah. Namun, kasus terbaru ini tak punya riwayat perjalanan ke negara-negara tersebut. 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kapan Bisa Sembuh?

Ilustrasi monyet
Perbesar
Ilustrasi monyet (Dok. Unsplash)

Penularan cacar monyet di antara manusia dinyatakan moderat. Salah satu caranya adalah melalui hubungan seks. Hal ini terjadi ketika kuliat bersentuhan dengan bagian yang terkena cacar monyet. Penularan ini diduga menjadi pemicu sejumlah pria gay tertular di Inggris.

Penularan melalui hubungan seks lantas sedang dianggap tinggi karena kasus yang terjadi baru-baru ini. Sementara, penularan jika tak saling dekat-dekat terbilang rendah.

Wilayah Uni Eropa masih belum tahu seluas apa penularan penyakit ini, namun solusi awal adalah melakukan tes kepada sejumlah individu dengan tanda-tanda medis penyakit ini.

Rekomendasi lainnya adalah memperluas tes bagi orang-orang yang punya banyak pasangan seks, kelompok gay, maupun orang yang baru melakukan hubungan seks secara kasual.

Tingkat kematian dari penyakit ini adalah 3,6 persen. Namun, bagi anak-anak, dewasa muda, dan individu yang punya masalah imun menghadapi risiko lebih tinggi.

Mayoritas waktu penyembuhan adalah beberapa minggu.


Pertama Muncul di Afrika

[Fimela] Ilustrasi rumah sakit
Perbesar
ilustrasi rumah sakit | pexels.com/@oles-kanebckuu-34911

Monkeypox atau penyakit cacar monyet adalah virus zoonosis (virus yang ditularkan ke manusia dari hewan) dengan gejala yang sangat mirip dengan pasien cacar, meskipun secara klinis tidak terlalu parah.

Dengan pemberantasan cacar pada 1980 silam dan penghentian selanjutnya dari vaksinasi cacar, monkeypox telah muncul sebagai orthopoxvirus yang paling penting bagi kesehatan masyarakat.

"Cacar monyet terutama terjadi di Afrika Tengah dan Barat, seringkali di dekat hutan hujan tropis dan semakin sering muncul di daerah perkotaan. Hewan inang termasuk berbagai hewan pengerat dan primata non-manusia," begitu penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melansir laman resmi WHO, Jumat (20/5/2022).

Dijelaskan WHO, virus cacar monyet atau Monkeypox adalah virus DNA beruntai ganda yang termasuk dalam gen Orthopoxvirus dari bagian keluarha Poxviridae.

"Ada dua clade genetik yang berbeda dari virus monkeypox – clade Afrika Tengah (Congo Basin) dan clade Afrika Barat. Clade Cekungan Kongo secara historis menyebabkan penyakit yang lebih parah dan dianggap lebih menular," papar WHO.

"Pembagian geografis antara dua clades sejauh ini berada di Kamerun, satu-satunya negara di mana kedua clades virus telah ditemukan," sambung WHO.

Menurut WHO, masa inkubasi (interval dari infeksi hingga timbulnya gejala) cacar monyet biasanya dari 6 hingga 13 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari.


Muncul di Kongo

Waspada Cacar Monyet Yang Ditularkan Hewan Liar
Perbesar
Waspada Cacar Monyet Yang Ditularkan Hewan Liar

Monkeypox atau penyakit cacar monyet pada manusia pertama kali teridentifikasi 1970 silam di Republik Demokratik Kongo.

Penyakit itu ditemukan pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di wilayah, di mana, cacar telah berhasil dimusnahkan pada 1968.

"Sejak itu, sebagian besar kasus telah dilaporkan dari pedesaan, daerah hutan hujan di Cekungan Kongo, khususnya di Republik Demokratik Kongo dan kasus manusia semakin banyak dilaporkan dari seluruh Afrika Tengah dan Barat," terang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melansir laman resminya www.who.int.

Sejak 1970, lanjut WHO, kasus cacar monyet telah dilaporkan pada manusia di 11 negara Afrika – Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone , dan Sudan Selatan.

"Beban sebenarnya dari monkeypox tidak diketahui. Misalnya, pada 1996–1997, wabah dilaporkan di Republik Demokratik Kongo dengan rasio kematian kasus yang lebih rendah dan tingkat serangan yang lebih tinggi dari biasanya," ucap WHO.

Wabah cacar air secara bersamaan (disebabkan oleh virus varicella, yang bukan merupakan orthoopoxvirus) dan cacar monyet ditemukan yang dapat menjelaskan perubahan nyata atau nyata dalam dinamika penularan dalam kasus ini.

"Sejak 2017, Nigeria telah mengalami wabah besar, dengan lebih dari 500 kasus yang dicurigai dan lebih dari 200 kasus yang dikonfirmasi dan rasio kematian kasus sekitar 3%. Kasus terus dilaporkan hingga hari ini," papar WHO.

WHO menyebut, cacar monyet adalah penyakit yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat global karena tidak hanya menyerang negara-negara di Afrika Barat dan Tengah, tetapi juga di seluruh dunia.

Infografis 5 Cara Cegah Covid-19 Saat Berolahraga di Gym. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Cara Cegah Covid-19 Saat Berolahraga di Gym. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya