Anggota Dewan Lembaga Australia-Indonesia Kunjungi Jakarta dan Semarang, Ini Misinya

Oleh Tanti Yulianingsih pada 16 Mei 2022, 20:33 WIB
Diperbarui 16 Mei 2022, 20:58 WIB
Bendera negara Australia - AFP
Perbesar
Bendera negara Australia - AFP

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Lembaga Australia-Indonesia (AII) mengunjungi Tanah Air hari ini. Kunjungan pertama mereka tepatnya ke Jakarta dan Semarang.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams menyambut kedatangan mereka.

Dalam kunjungan pertama mereka ke Indonesia sejak perbatasan dibuka, para anggota dewan berupaya memperluas dan membina kemitraan antara kedua negara kita.

“Kami sangat senang menerima anggota dewan AII kembali ke Indonesia, untuk melanjutkan pertemuan tatap muka dengan teman dan kolega Indonesia kami,” kata Duta Besar Williams seperti tertuang dalam keterangan tertulis dari Kedubes Australia di Jakarta, Senin (16/5/2022).

Dewan AII mengunjungi Jakarta dan Semarang minggu ini, melakukan serangkaian pertemuan dengan tokoh-tokoh penting pemerintah, bisnis, media dan budaya di Jakarta dan Semarang. Mereka juga akan menggelar Rapat Dewan AII di Jakarta.

“Walaupun kegiatan kelembagaan terus berlangsung secara virtual selama pandemi, kunjungan ini akan menjadi kesempatan penting untuk mempersiapkan dimulainya kembali program tatap muka."

"Ini termasuk Program Pertukaran Pemuda Australia-Indonesia (AIYEP), Program Pertukaran Muslim Australia-Indonesia (AIMEP), dan Program Kemitraan Sekolah Building Relationships throughIntercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE),” kata Duta Besar Williams.

Lembaga Australia Indonesia (AII) didirikan pada tahun 1989 untuk mempromosikan hubungan bilateral antar masyarakat.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Australia Mulai Terima Kedatangan Turis Asing Setelah 2 Tahun Tutup Pintu

Ilustrasi bendera Australia (pixabay)
Perbesar
Ilustrasi bendera Australia (pixabay)

Australia menyambut wisatawan internasional pada Senin (21/2/2022), setelah hampir dua tahun menutup perbatasannya, dengan mengandalkan tingkat vaksinasi COVID-19 yang tinggi untuk hidup dengan pandemi ketika infeksi menurun.

"Penantian sudah berakhir," Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pada pengarahan, Minggu 20 Februari di Bandara Internasional Melbourne.

Pembukaan Australia untuk turis adalah contoh paling jelas dari pergeseran pemerintah dari pendekatan ketat nol-COVID menjadi hidup dengan virus dan memvaksinasi masyarakat untuk meminimalkan kematian dan penyakit parah. Demikian seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (20/2/2022). 

Sebagian besar dari 2,7 juta infeksi virus corona di negara itu telah terjadi sejak varian Omicron muncul pada akhir November.

Tetapi dengan salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia - lebih dari 94 persen orang berusia 16 tahun ke atas menggunakan dosis ganda - hanya ada di bawah 5.000 kematian, sebagian kecil dari tingkat yang terlihat di banyak negara maju lainnya.


Perbatasan Australia Dibuka

Bendera Australia
Perbesar
Bendera Australia credit to https://pixabay.com/users/chickenonline

Australia melonggarkan pembatasan perbatasan internasional pada Senin (1/11) untuk pertama kalinya dalam pandemi. Pelonggaran aturan ini memungkinkan beberapa publik yang divaksinasi untuk bepergian dengan bebas dan banyak keluarga untuk bersatu kembali.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (1/11/2021), setelah 18 bulan dari beberapa kebijakan perbatasan virus corona paling ketat di dunia yang melarang warga kembali ke negara itu, dan meninggalkannya, kecuali diberikan pengecualian, jutaan warga Australia di Victoria, New South Wales, dan Canberra sekarang bebas bepergian.

Sebuah penerbangan dengan maskapai penerbangan Qantas Airways dari Los Angeles mendarat di Sydney pada pukul 6 pagi, kata maskapai terbesar Australia, yang pertama dalam beberapa bulan dan mengizinkan warga Australia yang divaksinasi COVID-19 turun dari pesawat tanpa dikarantina.

Pelancong internasional juga tiba di Sydney melalui Singapore Airlines pada Senin pagi.

Bendahara Australia Josh Frydenberg mengatakan kepada Australian Broadcasting Corp pada hari Senin bahwa perubahan perjalanan akan segera membantu perekonomian.

"Ini adalah hari untuk perayaan - fakta bahwa orang Australia dapat bergerak lebih bebas masuk dan keluar dari negara kita tanpa karantina rumah, jika mereka divaksinasi ganda," kata Frydenberg.


Kunjungan HMAS Canberra ke RI Bentuk Komitmen Australia dalam Perdamaian dan Stabilitas Kawasan

Bagi Australia, kerja sama pertahanan yang dilakukan selama pandemi COVID-19 adalah bukti kuatnya hubungan dengan Indonesia (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)
Perbesar
Bagi Australia, kerja sama pertahanan yang dilakukan selama pandemi COVID-19 adalah bukti kuatnya hubungan dengan Indonesia (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Commodore Malcolm Wise yang merupakan Komandan kapal HMAS Canberra dalam program Indo-Pacific Endeavour 2021 menyebut kunjungannya ke Indonesia sebagai komitmen Australia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Kami sangat senang bisa kembali ke Indonesia, Indonesia adalah salah satu sahabat terdekat Australia," ujar Malcolm Wise saat memberi sambutan di Tanjung Priok Jakarta, Senin (25/10/2021).

"Negara kita memiliki banyak kepentingan keamanan bersama, termasuk kepentingan bersama dalam menjaga perbatasan maritim, dan komitmen untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas wilayah," tambahnya.

Menurut Wise, kerja sama pertahanan yang dilakukan selama pandemi COVID-19 adalah bukti kuatnya hubungan Australia dan Indonesia.

"Meskipun kami tidak dapat berkumpul secara langsung tahun ini, kami telah mengumpulkan program lokakarya yang membahas isu-isu penting bagi Indonesia dan Australia."

"Selama beberapa hari mendatang, kami akan bertukar pikiran dan belajar melalui seminar virtual tentang Keamanan Maritim dan Hukum Laut," jelasnya.

Wise menyampaikan rasa senang bisa kembali ke Indonesia setelah kunjungan sebelumnya dilakukan dalam waktu yang cukup lama.

"COVID-19 jelas menghadirkan tantangan yang signifikan. Namun, Indo-Pasifik Endeavour tetap menjadi sarana yang ampuh bagi Australia untuk bekerja sama dengan mitra seperti Indonesia untuk membentuk masa depan Indo-Pasifik sebagai kawasan yang terbuka, stabil, daninklusif dengan ASEAN sebagai pusatnya."

"Saya bangga memimpin kelompok tugas ini, membantu membangun fondasi untuk kegiatan yang saling mendukung di masa depan ketika pandemi mereda."

Infografis Indonesia Australia
Perbesar
Hubungan Indonesia Australia (Liputan6.com/Trieyas)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya