Somalia Akan Pilih Presiden Baru di Tengah Meningkatnya Ketidakamanan

Oleh Liputan6.com pada 13 Mei 2022, 09:01 WIB
Diperbarui 13 Mei 2022, 09:01 WIB
Ilustrasi Somalia. (Freepik/natanaelginting)
Perbesar
Ilustrasi Somalia. (Freepik/natanaelginting)

Liputan6.com, Mogadishu - Somalia akan mengadakan pemilihan presiden yang telah lama tertunda pada hari Minggu (15/5), mengakhiri proses pemilihan yang berbelit-belit yang meningkatkan ketegangan di negara itu.

Masa jabatan presiden berakhir tahun lalu tanpa ada penggantinya.

Pemilihan kali ini diikuti 39 calon, termasuk presiden petahana Mohamed Abdullahi Mohamed, dua mantan presiden, mantan perdana menteri, beberapa pejabat tinggi dan bahkan seorang jurnalis. Seorang anggota parlemen perempuan yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri Somalia, Fawzia Yusuf Haji Adam, juga ikut bersaing.

Pemungutan suara akan berlangsung di tengah ketidakamanan yang meningkat karena kelompok Muslim ekstremis al-Shabab, yang menentang pemerintah federal, terus melancarkan serangan mematikan di ibu kota dan berbagai kawasan lain di negara Tanduk Afrika itu.

Dengan mortir dan serangan senjata, al-Shabab dalam beberapa bulan terakhir telah berulang kali menguji pertahanan kamp militer Halane, yang dilindungi oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika, demikian dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (13/5/2022).

Sebuah bom bunuh diri Rabu menewaskan sedikitnya empat, termasuk dua tentara pemerintah, di sebuah pos pemeriksaan dekat daerah bandara yang dijaga ketat di mana para anggota parlemen akan bertemu Minggu untuk memilih presiden baru.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tenggat Waktu 17 Mei

Kantor Polisi di Somalia Diserang, Lima Orang Tewas
Perbesar
Warga berjalan melewati puing-puing kendaraan yang hancur dalam serangan terhadap polisi dan pos pemeriksaan di pinggiran ibu kota Mogadishu, Somalia (16/2/2022). Serangan oleh kelompok ekstremis al-Shabab pada hari Rabu menewaskan lima orang dan melukai 16 orang. (AP Photo/Farah Abdi Warsameh)

Pemungutan suara tertunda selama 15 bulan dan pihak berwenang Somalia menghadapi tenggat waktu 17 Mei untuk mengadakan pemungutan suara atau berisiko kehilangan dana utama dari donor internasional.

Hasil pemilihan Somalia sulit diprediksi, dan tampaknya Mohamed -- yang juga dikenal sebagai Farmaajo -- menghadapi perjuangan yang sulit untuk bisa terpilih kembali. Mohamed berselisih dengan perdana menterinya, Mohamed Hussein Roble, terkait kekuasaan mengendalikan pemerintahan.

Roble tidak mencalonkan diri sebagai presiden, tetapi di balik layar dia dan mantan pemimpin lainnya dapat memainkan peran yang menentukan dalam hasil pemungutan suara.

Semua 329 anggota parlemen dari kedua majelis diperkirakan akan memberikan suara secara rahasia pada hari Minggu. Untuk menang di putaran pertama, seorang kandidat harus mengamankan dua pertiga suara, atau 219 suara. Para pengamat memperkirakan akan ada putaran kedua atau bahkan ketiga untuk menghasilkan empat kandidat teratas.

Masa jabatan empat tahun Mohamed berakhir pada Februari 2021, tetapi dia tetap menjabat setelah majelis rendah parlemen menyetujui perpanjangan dua tahun mandatnya dan mandat pemerintah federal.

 


Al-Shabab Serang Pangkalan Militer Uni Afrika di Somalia

Ilustrasi Al-Shabab serang pangkalan militer pasukan Uni Afrika di Kota Golweyn, wilayah Shabelle, Somalia. (AFP)
Perbesar
Ilustrasi Al-Shabab serang pangkalan militer pasukan Uni Afrika di Kota Golweyn, wilayah Shabelle, Somalia. (AFP)

Militan Al-Shabab, Selasa pagi (3/5), menyerbu sebuah pangkalan militer Uni Afrika di desa El-Baraf di wilayah Shabelle Tengah, Somalia, kata pejabat setempat dan sumber keamanan.

Para pejabat mengatakan kepada VOA Seksi Somalia bahwa militan sempat merebut pangkalan itu sebelum mundur. Media pemerintah mengatakan tentara Burundi di pangkalan itu memukul mundur serangan itu.

Walikota El-Baraf, Abdullahi Haji Muhumed, mengatakan para militan memulai serangannya dengan dua bom truk bunuh diri. Ia mengatakan militan kemudian berupaya menuju pangkalan itu.

Al-Shabab mengklaim telah membunuh 173 tentara Uni Afrika. Kelompok tersebut juga mengaku menangkap pasukan Uni Afrika sebagai tawanan perang. Kedua klaim itu tidak bisa diverifikasi secara independen. Markas besar pasukan Uni Eropa dan pejabat militer Somalia belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya.


Gerilyawan al-Shabab Mundur

Kantor Polisi di Somalia Diserang, Lima Orang Tewas
Perbesar
Seorang anak laki-laki berlari melewati puing-puing kendaraan yang hancur dalam serangan terhadap polisi dan pos pemeriksaan di pinggiran ibu kota Mogadishu, Somalia (16/2/2022). Serangan oleh kelompok ekstremis al-Shabab menewaskan lima orang dan melukai 16 orang. (AP Photo/Farah Abdi Warsameh)

Dalam sebuah wawancara dengan VOA, Muhumed, yang tidak berada di desa tersebut pada saat serangan terjadi, mengatakan ia diberitahu banyak tentara Burundi tewas tetapi tidak bisa memastikan angkanya.

“Pertempuran seperti ini tidak pernah terjadi di daerah ini,” katanya. "Itu pertarungan yang berat."

Ia mengatakan dua warga sipil juga tewas dan lebih dari 10 lainnya terluka.

Muhumed mengkonfirmasi kepada VOA bahwa gerilyawan al-Shabab mundur dari pangkalan itu. Ia juga melaporkan serangan-serangan udara yang menarget gerilyawan ketika mereka meninggalkan pangkalan itu tetapi tidak mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu.

El-Baraf, sekitar 150 kilometer sebelah utara Mogadishu, adalah salah satu pangkalan operasi terdepan pasukan Uni Afrika dari Burundi.

Insiden itu menandai serangan besar pertama al-Shabab terhadap pasukan Uni Afrika sejak misi tersebut mengubah nama dan struktur operasionalnya bulan lalu.

INFOGRAFIS: Deretan Prestasi Mendunia Artis Korea (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: Deretan Prestasi Mendunia Artis Korea (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya