4 Mei 1990: Latvia Merdeka dari Jajahan Uni Soviet

Oleh Tommy Kurnia pada 04 Mei 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 04 Mei 2022, 06:00 WIB
Latvia
Perbesar
Bendera Latvia. (AFP/Gints Ivuskans)

Liputan6.com, Riga - Latvia memiliki dua hari dirgahayu. Pertama, proklamasi Republik Latvia adalah 18 November 1918, kemudian Hari Restorasi Kemerdekaan pada 4 Mei 1990. Latvia berhasil merebut kembali kedaulatan mereka usai dikuasai oleh Uni Soviet.

Negara Baltik ini diduduki oleh Uni Soviet pada 1940. Soviet berkolaborasi dengan Nazi melalui Pakta Molotov-Ribbentrop.

Menurut situs Lavia.eu, Selasa (3/5/2022), tahun-tahun pendudukan Uni Soviet berakhir pada 4 Mei 1990 ketika parlemen Latvia (Saeima) kembali menyatakan kemerdekaan. Transisi berjalan hingga 1993.

Sama seperti negara-negara bekas Soviet lainnya, Latvia meraih kemerdekaan usai Uni Soviet melemah dan bubar.

Perjalanan kemerdekaan Latvia tidaklah instan. Pada 1988, muncul dahulu Popular Front yang menjadi payung pergerakan kemerdekaan.

Rakyat Latvia juga membentuk rantai manusia bersama rakyat Estonia dan Lithuania. Gerakan itu bernama Jalur Batik. Masyarakat di ibu kota tiga negara itu saling bergandengan untuk protes okupansi Soviet. Rantai itu sepanjang 600 kilometer.

Pada Maret 1990, Popular Front berhasil menang pemilu dan mengalahkan blok Partai Komunis. Usai menang, mereka langsung mengambil langkah untuk merebut kembali kemerdekaan dari Uni Soviet. 

Perdana Menteri Ivars Godmanis lantas membentuk pemerintahan baru pada 1993. Sebagai pemimpin negara, usia Godmanis saat itu masih cukup muda, yakni awal 40 tahun.

Kini, Latvia menjadi salah satu negara Eropa yang tegas mendukung Ukraina dari invasi Rusia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sudah Gabung NATO

FOTO: Tanda Perdamaian Raksasa dari Belgia untuk Perang di Ukraina
Perbesar
Latvia kini sudah bergabung dengan NATO. Negara itu bergabung serempak dengan sejumlah negara lain. Pada 29 Maret 2004, NATO menyambut tujuh anggota baru. Negara-negara tersebut dulunya satu blok dengan Soviet Rusia di masa Perang Dingin, namun memilih masuk ke NATO.  Tujuh negara itu adalah Bulgaria, Estonia, Latvia, Lithuania, Romania, Slovakia, dan Slovenia. Semua negara itu berlokasi di sisi tengah dan timur Eropa. Menurut laporan situs resmi NATO, tujuh perdana menteri diberikan instrumen keanggotaan NATO oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Colin Powell. Upacara digelar di Cash Room di Menteri Keuangan AS. "Ini adalah penambahan kelima dan terbesar di sejarah NATO, membawa NATO menjadi 26 negara anggota," tulis situs NATO.  Setelahnya, Presiden George W Bush menggelar upacara perayaan di Gedung Putih. Acara turut dihadiri Sekjen NATO saat itu, yakni Jaap de Hoop Scheffer yang merupakan mantan menteri luar negeri Belanda. 

Anggota NATO

Ilustrasi bendera NATO
Perbesar
Bendera NATO.

Pada saat ini ada 30 anggota NATO. Berikut anggota pendiri dan tambahannya:

  • Belgia (1949)
  • Kanada (1949)
  • Denmark (1949)
  • Prancis (1949)
  • Islandia (1949)
  • Italia (1949)
  • Luksemburg (1949)
  • Belanda (1949)
  • Norwegia (1949)
  • Portugal (1949)
  • Inggris (1949)
  • Amerika Serikat (1949)

Selanjutnya:


Anggota Baru

Melihat Latihan Militer NATO di Latvia
Perbesar
Jet Angkatan Udara Kerajaan Denmark terbang selama latihan militer NATO Crystal arrow 2022 di Latvia (11/3/2022). 2.800 tentara dari Albania, Kanada, Ceko, Italia, Islandia, Montenegro, Polandia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Latvia, dan AS mengikuti pelatihan. (Martins Zilgalvis/F64 via AP)
  • Yunani (1952)
  • Turki (1952)
  • Jerman (1955)
  • Spanyol (1982)
  • Republik Ceko (1999)
  • Hungaria (1999)
  • Polandia (1999)
  • Bulgaria (2004)
  • Estonia (2004)
  • Latvia (2004)
  • Lithuania (2004)
  • Rumania (2004)
  • Slovakia (2004)
  • Slovenia (2004)
  • Albania (2009)
  • Kroasia (2009)
  • Montenegero
  • (2017)
  • Makedonia Utara (2020)
Infografis Reaksi Global terhadap Serbuan Rusia ke Ukraina. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis respons pemimpin dunia terhadap invasi Rusia.
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya