Rusia Akui Kedaulatan Daerah Separatis Donetsk dan Luhansk di Ukraina

Oleh Tommy Kurnia pada 22 Feb 2022, 06:30 WIB
Diperbarui 22 Feb 2022, 07:04 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin
Perbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP)

Liputan6.com, Moskow - Rusia mengakui kedaulatan dari dua daerah separatis Ukraina, yakni Donetsk dan Luhansk. Tindakan Keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin itu memicu kecaman dari dunia internasional.

Daerah Donetsk dan Luhanks telah memberontak dari Ukraina sejak 2014. Rusia ikut membantu para separatis.

Menurut laporan BBC, Selasa (22/2/22), Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan agar pasukan Rusia masuk ke dua wilayah itu untuk "menjaga perdamaian."

Dalam konferensi pers di televisi, Presiden Putin berkata Ukraina "dibuat" oleh Uni Soviet. Wilayah Ukraina juga dianggap bagian dari tanah Rusia sejak masa lalu.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut Rusia sedang mempersiapkan invasi.

"Moskow terus membakar konflik di timur Ukraina dengan menyediakan dukungan finansial dan militer kepada para separatis. Ia juga mencoba membuat sebuah preteks untuk menginvasi Ukraina lagi," ujarnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Merasa Dicuri

FOTO: Rusia - Ukraina Memanas, Emmanuel Macron Temui Vladimir Putin di Moskow
Perbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Moskow, Rusia, 7 Februari 2022. Vladimir Putin dan Emmanuel Macron berupaya menemukan titik temu atas Ukraina dan NATO di tengah kekhawatiran Rusia sedang mempersiapkan invasi ke Ukraina. (SPUTNIK/AFP)

Presiden Putin dalam pidatonya juga berkata bahwa Rusia telah "dicuri" ketika Uni Soviet runtuh pada 1991. Ia pun menuduh Ukraina sebagai "koloni" AS.

Tak sampai di situ, Presiden Putin menyebut Ukraina dikendalikan presiden boneka, dan rakyat tak senang dengan pemerintahan petahana.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky langsung mengadakan pertemuan bersama dewan keamanan nasional. Ia juga berbicara dengan pemimpin Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Daerah Donetsk dan Luhansk berada di timur Ukraina dan berbatasan langsung dengan Rusia. Sebelumnya, Rusia juga sempat mencaplok Semenanjung Krimea yang berada di tenggara Ukraina.

Sementara, pasukan Rusia juga sudah bersiaga untuk "latihan" di Belarusia yang berbatasan langsung di utara Ukraina.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya