Kamala Harris Tuduh Rusia Pura-Pura Polos Sebelum Invasi Ukraina

Oleh Tommy Kurnia pada 21 Feb 2022, 08:30 WIB
Diperbarui 21 Feb 2022, 11:53 WIB
FOTO: Rusia - Ukraina Memanas, Emmanuel Macron Temui Vladimir Putin di Moskow
Perbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Moskow, Rusia, 7 Februari 2022. Vladimir Putin dan Emmanuel Macron berupaya menemukan titik temu atas Ukraina dan NATO di tengah kekhawatiran Rusia sedang mempersiapkan invasi ke Ukraina. (SPUTNIK/AFP)

Liputan6.com, Munich - Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris juga hadir dan memberikan pidato kecaman kepada manuver Presiden Vladimir Putin terhadap Ukraina. Pidato tersebut ditayangkan secara online kepada masyarakat internasional.

Wapres Kamala memperingatkan bahwa akan ada retaliasi kuat apabila Presiden Putin mengancam stabilitas di Eropa. Selain itu, ia menyebut rezim Putin sedang menyiapkan propaganda untuk digunakan sebagai alasan berperang. 

"Rusia akan pura-pura tidak tahu dan polos, ia akan menciptakan preteks palsu untuk invasi, dan ia akan mengumpulkan tentara dan persenjataan secara terbuka," ucap Kamala Harris di  Munich Security Conference, dikutip Senin (21/2/2022).

"Dan biar saya perjelas, saya bisa bicara dengan kepastian penuh: Jika Rusia melanjutkan menginvasi Ukraina, (maka) Amerika SErikat, bersama dengan sekutu dan mitra kami, akan menerapkan beban-beban ekonomi yang signifikan dan yang tak pernah terjadi sebelumnya," tegasnya.

PM Inggris Boris Johnson menilai pemikiran Presiden Rusia Vladimir Putin sedang tak berpikir logis. PM Johnson juga berkata hal ini justru akan menambah kehadiran NATO yang notabene ditolak Putin di Eropa Timur.

"Jika (Presiden Vladimir Putin) berpikir ia akan mendapat lebih sedikit NATO atas hasil hal ini, ia sangat salah," ujar PM Johnson. "Ia akan mendapat lebih banyak NATO.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kehadiran NATO

FOTO: Ancaman Invasi Rusia, Warga Ukraina Bergabung dengan Tentara Cadangan
Perbesar
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina, unit militer sukarelawan Angkatan Bersenjata, berlatih di taman kota di Kyiv, Ukraina, 22 Januari 2022. Puluhan warga sipil bergabung dengan tentara cadangan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir di tengah ancaman invasi Rusia. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

PM Inggris Boris Johnson juga memberi peringatan bahwa Rusia memang berencana untuk perang. Ia menyebut ada tanda-tanda bahwa rencana invasi Rusia telah dimulai.

"Rencana yang kita lihat adalah sesuatu yang mungkin adalah perang terbesar di Eropa sejak 1945," ujar PM Boris Johnson kepada BBC.

"Semua tanda-tandanya adalah rencananya telah dalam beberapa sudut pandang dimulai," jelas PM Johnson.

Berdasarkan laporan intelijen yang diterima PM Johnson, rencana invasi Rusia tak hanya masuk lewat jalur timur melalui daerah Donbas yang jadi daerah sengketa, melainkan akan ada rencana invasi melalui jalur utara via Belarusia.

Bila perang terjadi, PM Johnson maka ibu kota Ukraina akan terkepung. Ia pun memperingatkan berapa banyak nyawa yang harus dibayar apabila perang benar-benar pecah.


Infografis Bedanya Vaksin Primer dengan Booster Covid-19

Infografis Bedanya Vaksin Primer dengan Booster Covid-19
Perbesar
Infografis Bedanya Vaksin Primer dengan Booster Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya